Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ne Zha 2 dan Lilo & Stitch
Ne Zha 2 dan Lilo & Stitch (dok. Beijing Enlight Pictures/Ne Zha 2 | dok. Walt Disney Pictures/Lilo & Stitch)

Intinya sih...

  • Jurassic World: Rebirth sukses dengan pendapatan 869 juta dolar AS (Rp14,6 triliun)

  • A Minecraft Movie meraih pendapatan global senilai 958 juta dolar AS (Rp16 triliun)

  • Lilo & Stitch menjadi film Hollywood pertama pada 2025 yang tembus pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun)

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri film terus menunjukkan perkembangan signifikan selama beberapa tahun terakhir. Para sineas pun berlomba menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Strategi mencapai hal ini cukup beragam, mulai dari mengandalkan kekuatan franchise besar hingga memaksimalkan kualitas cerita dan produksi film.

Sepanjang 2025, sejumlah film layar lebar sukses mengantongi pendapatan fantastis di box office dunia. Berdasarkan Box Office Mojo, situs penyedia data pendapatan film di seluruh dunia, terdapat lima film dengan pendapatan tertinggi sepanjang 2025 hingga artikel ini ditulis pada Sabtu (27/12/2025). Yuk, simak ulasannya berikut ini!

5. Jurassic World Rebirth (2025)

Jurassic World Rebirth (dok. Universal Pictures/Jurassic World Rebirth)

Jurassic World Rebirth menjadi angsuran teranyar dari franchise dinosauros legendaris yang dimulai lewat film Jurassic Park (1993). Ia mengikuti sekelompok ekspedisi yang dipimpin Zora Bennett (Scarlet Johansson) bersama Dr. Henry Loomis (Jonathan Bailey) dalam upaya mencari DNA dinosaurus langka demi pengembangan obat medis. Sepanjang misi, mereka harus menghadapi dinosaurus purba sekaligus konflik internal yang menguji moral dan keselamatan tim.

Mengacu pada data Box Office Mojo, Jurassic World: Rebirth sukses meraup pendapatan sebesar 869 juta dolar AS (Rp14,6 triliun). Meski menerima ulasan beragam dari kritikus, film ini justru memperoleh apresiasi luas dari penonton awam. Sebagai sebuah reboot, Jurassic World Rebirth tampil sebagai tontonan blockbuster lewat aksi spektakuler dan sentuhan nostalgia yang menghibur.

4. A Minecraft Movie (2025)

A Minecraft Movie (dok. Warner Bros. Pictures/A Minecraft Movie)

Menyusul kesuksesan film adaptasi game dalam dua terakhir, Warner Bros. Pictures tampak semakin serius untuk menggarap proyek serupa. Hasilnya adalah A Minecraft Movie, film adaptasi game sandbox populer karya Mojang Studios. Film ini menceritakan petualangan Garret (Jason Momoa), Natalie (Emma Myers), Henry (Sebastian Eugene Hansen), dan Dawn (Danielle Brooks) yang tanpa sengaja terseret ke dunia berbentuk kubus bernama Overworld.

A Minecraft Movie membuktikan bahwa film yang kurang disambut positif oleh kritikus tidak selalu gagal secara komersial. Sepanjang 2025, ia meraih pendapatan global senilai 958 juta dolar AS (Rp16 triliun). Capaian tersebut menempatkan A Minecraft Movie sebagai film adaptasi game terlaris kedua sepanjang masa, mengungguli Sonic the Hedgehog 3 (2024) dan hanya berada di bawah Mario Bros. The Movie (2023).

3. Lilo & Stitch (2025)

Stitch dalam Lilo & Stitch (dok. Walt Disney Pictures/Lilo & Stitch)

Mendengar namanya, pikiranmu pasti langsung tertuju pada film animasi klasik Disney berjudul sama yang rilis pada 2002. Yap, ia menjadi upaya yang kesekian kalinya Disney dalam mengadaptasi karya animasi mereka ke format live action. Lilo & Stitch berfokus pada Lilo (Maia Kealoha) dan Stitch (Chris Sanders) yang menjalin persahabatan tak terduga dan penuh makna.

Berbanding terbalik dengan Snow White (2025) yang tampil mengecewakan, Lilo & Stitch mampu mendominasi layar lebar sepanjang masa penayangannya. Film ini dibungkus sebagai tontonan ringan dengan pesan moral yang hangat dan membekas di hati penonton. Berkat prestasi tersebut, Lilo & Stitch menjadi film Hollywood pertama pada 2025 yang menembus pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun), yakni sekitar 1,03 miliar dolar AS (Rp17,3 triliun).

2. Zootopia 2 (2025)

Zootopia 2 (dok. Walt Disney Animation Studios/Zootopia 2)

Zootopia 2 merupakan lanjutan film animasi Disney yang pertama kali dirilis pada 2016. Ceritanya kembali berfokus pada duo detektif, Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) dan Nick Wilde (Jason Bateman), yang menyelidiki kemunculan sosok reptil misterius di Kota Zootopia. Seperti pendahulunya, film ini tak hanya menyuguhkan humor dan petualangan seru, tetapi juga mengangkat isu sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Diproduksi dengan bujet sekitar 150 juta dolar AS (Rp2,5 triliun), Zootopia 2 mampu membukukan pemasukan fantastis senilai 1,28 miliar dolar AS (Rp21,5 triliun) dalam waktu singkat. Capaian ini menempatkannya di posisi kedua sebagai film animasi Disney terlaris, menyalip Zootopia (2016), Frozen (2013), dan Moana 2 (2024). Mengingat Zootopia 2 memiliki ending yang menggantung, peluang kelanjutannya melalui Zootopia 3 semakin terbuka lebar.

1. Ne Zha 2 (2025)

Ne Zha 2 (dok. Beijing Enlight Pictures/Ne Zha 2)

Puncak rantai box office global 2025 ternyata dikuasai oleh film animasi asal Negeri Bambu, Ne Zha 2. Mengadaptasi novel klasik Investiture of the Gods karya Xu Zhonglin, film ini melanjutkan kisah Ne Zha (Yanting Lü) dan sahabatnya, Ao Bing (Mo Han), yang kini harus berbagi tubuh setelah pertempuran sengit di film pertamanya. Ne Zha 2 memadukan aksi epik dan narasi emosional yang mampu menggugah hati penonton

Film ini menjadi ajang pembuktian bahwa China semakin siap menjadi penantang dominasi Amerika Serikat di pasar perfilman global. Selain banjir pujian dari kritikus dan penonton awam, Ne Zha 2 menguasai box office dunia dengan pemasukan mencapai 2,15 miliar dolar AS (Rp36 triliun), jauh melampaui biaya produksinya yang hanya 22 juta dolar AS (Rp369 miliar). Angka ini menjadikannya film animasi terlaris sepanjang masa sekaligus menempatkannya di jajaran film dengan pendapatan tertinggi dunia, sejajar dengan Titanic (1997), Avatar (2009), dan Avengers: Endgame (2019).

Melihat tren ini, peta persaingan industri perfilman dunia telah berubah dan tidak lagi sepenuhnya didominasi oleh Hollywood. Performa Ne Zha 2 yang melampaui ekspektasi di box office menunjukkan bahwa beberapa negara di Asia, khususnya China, berpotensi untuk menghasilkan film bernilai komersial tinggi sekaligus berkualitas artistik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team