Diskursus soal peran perempuan dalam pernikahan ternyata masih sengit. Ini tampaknya berakar dari pendekatan kapitalistik yang tidak menganggap pekerjaan rumah dan pengasuhan sebagai beban kerja. Istilahnya unpaid labor, karena absennya apresiasi dan ketiadaan konsensus untuk menganggapnya sebagai bentuk kontribusi nyata.
Padahal, kalau mau disandingkan, banyak perempuan yang justru mengemban beban ganda, baik di ranah domestik maupun publik sekaligus. Gak hanya harus mengurus urusan rumah dan pengasuhan anggota keluarga, mereka kerap tetap harus berkontribusi mencari nafkah. Film ini bisa jadi buktinya. Jadikan bahan refleksi, deh.
