Joe Taslim dan Yayan Ruhian saat konferensi pers "The Furious" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (5/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Joe Taslim memiliki pandangan yang senada. Aktor yang akrab disapa Jota itu menilai dominasi horor saat ini merupakan sesuatu yang sangat wajar dalam perkembangan industri perfilman. Menurutnya, hampir setiap negara yang industri filmnya berkembang pernah mengalami fase serupa, termasuk Korea Selatan yang kini dikenal memiliki ragam genre kuat di pasar global.
"Aku rasa ini suatu siklus ya. Siklus dimana emang penonton kita genre yang digemari adalah mungkin horor dan drama ya. Tapi itu aku rasa sesuatu yang masih sangat normal dan sangat sehat," katanya.
Joe kemudian mengingat percakapannya dengan seorang pelaku perfilman Korea Selatan saat terlibat dalam proyek film di negara tersebut. Dari pengalaman itu, ia memahami bahwa horor memang menjadi salah satu genre yang paling mudah diterima penonton secara luas.
"Aku pernah berbincang dengan produser senior Korea juga waktu aku main film di Korea, dia juga bilang Korea pun sama. Pada saat Korea pertama kali berkembang, genre (horor) yang paling gampang di-digest untuk penonton datang ke bioskop, yang mempunyai efek communal experience yang cukup impactful," ungkap Joe.
Menurut Joe, pengalaman menonton film horor secara bersama-sama menjadi salah satu alasan utama mengapa genre ini begitu disukai banyak orang. Itulah alasan kenapa genre horor masih dan selalu laris di pasaran.
"Horor itu kan kita takut bersama, pegangan, teriak bersama, itu kan kayak naik roller coaster sama-sama. Dan suatu negara yang filmnya berkembang itu emang genre itu (horor) pasti akan sangat awal-awal seperti itu," ucap Joe.