potret Iwet Ramadhan (Instagram.com/iwetramadhan)
Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 12 menit, Iwet menyebut bahwa pihaknya tidak pernah bermaksud untuk membuat orang lain merasa tidak nyaman. Ia pun kemudian memberikan penjelasan tentang alasan di balik pemilihan frasa “Aku Harus Mati” sebagai judul film yang dibintangi Hana Saraswati itu.
Menurut Iwet, frasa tersebut sebenarnya berasal dari satu adegan yang mengandung pesan agar masyarakat tidak sampai mengorbankan cinta demi harta atau sekadar mencari pengakuan dan validasi, seperti yang dialami tokoh Mala.
“Kata Aku Harus Mati ini sebenarnya ada di satu scene, di mana pesannya itu kami sampaikan. Pesannya adalah kami ingin masyarakat jangan sampai hanya karena pengakuan atau validasi, lalu kemudian sampai dia harus jual cinta demi harta seperti tokoh Mala. Itu yang sebenarnya ingin kami sampaikan dan ini memang ditampilkan lewat si judul Aku Harus Mati,” ungkap Iwet.
Iwet yang selama ini juga dikenal sebagai presenter menegaskan bahwa judul tersebut pun telah diajukan ke Lembaga Sensor Film (LSF) dan melewati proses evaluasi dengan lancar.
“Judul ini sudah kami berikan kepada lembaga sensor film dan telah melalui proses evaluasi dari mereka. Dan ini saya sampaikan apresiasi yang sangat dalam, sehingga semua izinnya kami dapatkan,” lanjutnya.