Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Karakter Anime yang Rela Jadi Normal Demi Mengalahkan Musuh Terkuat
Cuplikan dari anime Fullmetal Alchemist: Brotherhood (2009) (dok. Bones)
  • Lima karakter anime seperti Might Guy, Edward Elric, dan Ichigo rela kehilangan kekuatan demi mengalahkan musuh terkuat mereka.
  • Setiap karakter menunjukkan pengorbanan besar, mulai dari kehilangan kemampuan bertarung hingga meninggalkan identitas lamanya sebagai pahlawan.
  • Artikel menegaskan bahwa kemenangan sejati dalam anime bukan soal kekuatan super, tapi keberanian dan tekad untuk berkorban demi kebaikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya kekuatan super emang impian semua orang, apalagi kalau kamu adalah tokoh utama di dunia anime. Namun apa jadinya kalau satu-satunya cara buat menang adalah dengan membuang kekuatan itu selamanya? Momen "all-out" kayak gini selalu sukses bikin penonton merinding sekaligus nyesek.

Para karakter ini membuktikan kalau jadi pahlawan itu bukan soal seberapa jago kamu, tapi seberapa rela kamu berkorban. Penasaran siapa aja karakter tersebut, yuk, langsung kita bahas 5 karakter anime yang lebih milih kehilangan kekuatannya ketimbang membiarkan musuh menang!

1. Might Guy (Naruto)

Cuplikan dari anime Naruto Shippuden (2007) (dok. Pierrot)

Siapa yang nggak merinding pas lihat Might Guy buka Gerbang Kedelapan alias Gate of Death? Pas lawan Madara yang udah jadi "Dewa", Guy sadar kalau cuma kekuatan fisik level dewa yang bisa menahan musuhnya itu. Risikonya nggak main-main, yaitu nyawanya sendiri.

Ya, walaupun akhirnya nggak mati berkat bantuan Naruto. Guy harus pensiun total jadi ninja dan duduk di kursi roda. Namun bagi Guy, itu harga yang murah demi melindungi "daun-daun muda" Konoha.

2. Edward Elric (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)

Cuplikan dari anime Fullmetal Alchemist: Brotherhood (2009) (dok. Bones)

Ed punya cara yang paling elegan buat mengakhiri konfliknya. Demi membawa pulang adiknya, Al, Ed melakukan transmutasi terakhir dengan mengorbankan "Gerbang Kebenaran"-nya sendiri. Artinya? Dia nggak bakal bisa pakai alkimia lagi seumur hidup.

Namun di sini letak kerennya. Ed dengan sombongnya bilang kalau dia nggak butuh alkimia selama dia masih punya teman-teman dan keluarga. Sebuah penutup yang sangat epic di GOAT anime Shounen .

3. Kurosaki Ichigo (Bleach)

Cuplikan dari anime Bleach (2004) (dok. Pierrot)

Demi melawan Aizen yang udah nggak masuk akal kuatnya, Ichigo ngeluarin kartu as terakhir, yaitu Final Getsuga Tensho. Teknik ini bikin Ichigo punya kekuatan setingkat "Dewa", tapi bayarannya adalah kehilangan seluruh kekuatan Shinigami-nya secara bertahap. Setelah Aizen kalah, Ichigo pelan-pelan kehilangan kemampuan buat melihat hantu dan balik jadi cowok SMA biasa. Pengorbanan yang sunyi tapi luar biasa berdampak!

4. Gon Freecss (Hunter × Hunter)

Cuplikan dari anime Hunter x Hunter (2011) (dok. MADHOUSE, Studio Live)

Mungkin ini momen paling gelap di list ini. Karena dendam dan rasa sedih yang mendalam, Gon maksa tubuhnya buat "tumbuh" ke masa jayanya lewat sumpah Nen yang mengerikan. Gon dapet kekuatan buat ngehancurin Neferpitou, tapi harganya adalah kehilangan kemampuan memakai Nen dan hampir mati dalam kondisi tubuh yang mengerikan. Walaupun diakhirnya menang secara fisik, tapi Gon kehilangan jati dirinya sebagai Hunter buat waktu yang lama.

5. Izuku Midoriya (My Hero Academia)

Cuplikan dari anime My Hero Academia Final Season (2025) (dok. Bones)

Di perang puncak yang nentuin nasib dunia, Deku sadar kalau cuma dengan cara merelakan Quirk-nya diambil oleh All for One, dia bisa ngalahin musuh bebuyutannya. Tapi ya itu intinya. Deku membuktikan kalau buat jadi pahlawan nomor satu, kamu nggak harus selalu punya kekuatan paling gede, tapi punya hati yang paling berani buat berkorban.

Kehilangan kekuatan emang kerasa berat banget, apalagi setelah kita ngikutin perjuangan mereka dari nol. Namun justru lewat kehilangan itulah, mereka jadi legenda yang sesungguhnya. Karakter anime di atas ngajarin kita kalau kemenangan sejati itu datang dari tekad, bukan cuma dari sekadar otot atau sihir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team