Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anna Sasaki dalam film When Marnie was There
Anna Sasaki dalam film When Marnie was There (dok. Studio Ghibli/When Marnie was There)

Intinya sih...

  • Sho - The Secret World of Arrietty

  • Naoko Satomi - The Wind Rises

  • Anna Sasaki - When Marnie Was There

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film-film Studio Ghibli dikenal dan disukai orang-orang di seluruh penjuru dunia. Adanya beragam karakter yang muncul di dalamnya mulai dari karakter lucu, cerdas, berani, sampai karismatik menjadi salah satu alasannya. Karakter-karakter ini memiliki watak dan latar belakang yang berbeda-beda.

Meskipun banyak memasukkan unsur fantasi, tapi beberapa karakter juga digambarkan memiliki keadaan hidup yang sama seperti realitas kehidupan manusia di dunia nyata. Yang mana, tidak semua karakter film Ghibli memiliki kehidupan yang sempurna. Misalnya adalah empat karakter di bawah ini. Karakter-karakter ini harus menghadapi penyakit dalam tubuh mereka.

1. Sho - The Secret World of Arrietty

Sho dalam film The Secret World of Arrietty (dok. Studio Ghibli/The Secret World of Arrietty)

Sho adalah anak laki-laki yang membantu Arrietty dalam The Secret World of Arrietty. Ia memiliki kehidupan yang menyedihkan. Selain orang tuanya bercerai, Sho juga mengidap penyakit yang cukup parah. Alasan Sho menghabiskan waktu dengan tinggal di rumah bibinya yang berada di desa tak lain adalah untuk mencari ketenangan sebelum menjalani operasi jantung.

Meski tak disebutkan secara jelas mengenai penyakit yang diderita Sho, tapi Sho menjelaskan sendiri bahwa ia sudah sakit-sakitan sejak kecil dan tidak bisa bermain seperti anak-anak lainnya. Sho bahkan menyebut operasi yang dijalaninya mungkin akan percuma. Sedihnya lagi, di momen itu sang ibu justru tidak ada di sampingnya karena sibuk bekerja di luar negeri.

2. Naoko Satomi - The Wind Rises

Naoko Satomi dalam film The Wind Rises (dok. Studio Ghibli/The Wind Rises)

Selain kecintaan dan perjalanan karier dalam bidang penerbangan yang menginspirasi, The Wind Rises juga menampilkan kisah cinta Jiro Horikoshi yang menyentuh. Jiro menikah dengan perempuan bernama Naoko Satomi yang pertama kali ia temui di kereta api. Meski setelah itu tak bertemu dalam waktu lama, Jiro kembali dipertemukan dengan Naoko saat menghabiskan musim panas.

Ketika Naoko diajak menikah oleh Jiro, ia meminta Jiro untuk menunggu sampai kesehatannya membaik. Naoko mengidap tuberkulosis setelah tertular sang ibu yang meninggal dua tahun lalu. Setelah menikah, hari-hari menjadi sangat berarti bagi Jiro dan Naoko. Kisah cinta Jiro dan Naoko harus berakhir menyedihkan karena terpisahkan oleh maut. Tidak lama setelah Jiro menyelesaikan proyek pesawatnya, Naoko meninggal ketika pesawat tersebut berhasil mengudara.

3. Anna Sasaki - When Marnie Was There

Anna Sasaki dalam film When Marnie was There (dok. Studio Ghibli/When Marnie was There)

Karakter Anna Sasaki dalam film When Marnie was There juga dikisahkan mengidap penyakit. Di awal film diperlihatkan Anna yang harus dibawa pulang setelah asma yang dideritanya tiba-tiba kambuh di sekolah. Di samping penyakitnya, Anna juga memiliki emosi yang kurang baik dan sulit bersosialisasi. Dahulu, Anna adalah anak ekspresif, tapi ia berubah menjadi pendiam dan suka menyendiri ketika memasuki usia 12 tahun.

Anna yang pada awalnya tinggal di kota kemudian disarankan untuk pergi ke suatu tempat oleh dokter keluarganya agar perasaannya bisa pulih. Inilah alasannya mengapa Anna menghabiskan musim panas dengan tinggal di pedesaan di rumah bibinya. Sang bibi juga berharap Anna bisa mendapat udara yang lebih bersih dan segar di sana.

4. Yasuko Kusakabe - My Neighbor Totoro

Yasuko Kusakabe dalam My Neighbor Totoro (dok. Studio Ghibli/My Neighbor Totoro)

Yasuko Kusakabe adalah ibu dari Mei dan Satsuki dalam My Neighbor Totoro. Film ini bercerita tentang satu keluarga yang pindah ke sebuah pedesaan. Di awal film diperlihatkan Mei, Satsuki, dan sang ayah yang baru tiba di desa, sementara sang ibu tidak terlihat karena tengah dalam masa pemulihan di rumah sakit. Rumah sakit ini terletak tidak jauh dari desa tempat tinggal mereka. Sepertinya, inilah alasan perpindahan keluarga Kasukabe, yaitu agar lebih dekat dan mudah mengunjungi sang ibu.

Yasuko menderita penyakit yang menyebabkannya harus dirawat di rumah sakit. Dalam film tidak disebutkan penyakit yang diderita olehnya. Banyak yang menduga Yasuko menderita tuberkulosis. Namun, di akhir film, tampak kesehatan Yasuko yang semakin membaik.

Berbeda dari tiga karakter lainnya, Naoko Satomi dalam The Wind Rises berakhir meninggal dunia meski sudah berjuang melawan penyakit tuberkulosis yang ia derita. Kematian Naoko ini menjadikan The Wind Rises sebagai film menyedihkan Ghibli selain Grave of the Fireflies.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team