Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Lawas Ghibli Keluaran Tahun 80-an, Sudah Nonton Semua?

cuplikan film Grave of the Fireflies
cuplikan film Grave of the Fireflies (instagram.com/ghibliarchives)
Intinya sih...
  • Nausicaä of the Valley of the Wind (1984)
  • Castle in the Sky (1986)
  • Grave of the Fireflies (1988)
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Studio Ghibli adalah studio animasi Jepang yang film-filmnya dicintai banyak orang dan kualitasnya tidak diragukan lagi. Didirikan pada tahun 1985 oleh Hayao Miyazaki bersama Isao Takahata, Toshio Suzuki, dan Yasuyoshi Tokuma, Studio Ghibli telah menghadirkan total puluhan film sampai saat ini. Meski Hayao Miyazaki beberapa kali mengumumkan akan pensiun, nyatanya ia masih tetap aktif berkarya.

Tahun 80-an sendiri menjadi awal perjalanan Studio Ghibli. Sepanjang tahun 80-an mereka juga memproduksi beberapa judul film. Meski lawas, film-film tersebut tetap dikenal luas dan menjadi animasi favorit sebagian orang. Namun, terdapat juga judul yang mungkin akan asing bagi kamu.

1. Nausicaä of the Valley of the Wind (1984)

cuplikan film Nausicä of the Valley of the Wind
cuplikan film Nausicä of the Valley of the Wind (instagram.com/ghibliarchives)

Nausicaä of the Valley of the Wind adalah film yang dibuat sebelum Studi Ghibli didirikan. Film ini dikatakan sebagai awal dari berdirinya Studio Ghibli, sebab telah melibatkan beberapa orang penting di balik berdirinya studio tersebut. Film ini juga masuk dalam koleksi film Ghibli bersama judul-judul lainnya yang rilis setelah Studio Ghibli resmi didirikan.

Nausicaä of the Valley of the Wind berfokus pada seorang gadis pemberani bernama Nausicaä yang merupakan putri dari pemimpin Lembah Angin. Nausicaä hidup di wilayah yang penduduknya mulai terancam hutan mematikan Fukai. Tanaman-tanaman yang tumbuh di hutan tersebut dipenuhi oleh spora yang menyebarkan racun. Terdapat juga serangga raksasa menyeramkan, Ohmu.

Di sisi lain, Nausicaä sangat peduli dengan hutan dan mengasihi serangga-serangga tersebut. Pohon-pohon yang tumbuh di sana mampu menyerap racun dari bumi, sementara Ohmu hanya bertugas melindungi hutan. Perjuangan Nausicaä semakin sulit ketika munculnya Putri Kushana dari bangsa Tolmekia yang berbeda pendapat dengannya.

2. Castle in the Sky (1986)

cuplikan film Castle in the Sky
cuplikan film Castle in the Sky (instagram.com/ghibliarchives)

Menjadi film pertama yang diproduksi Studio Ghibli setelah resmi berdiri, Castle in the Sky adalah film dengan tema petualangan. Mengikuti Sheeta, gadis cilik sebatang kara yang dikejar oleh dua kelompok penjahat. Mereka adalah kelompok pembajak dan agen khusus pemerintah yang dipimpin Kolonel Muska.

Dua kelompok penjahat menginginkan kalung batu kristal yang dipakai Sheeta. Kalung ini bukan kalung biasa dan mempunyai kekuatan misterius. Sheeta mendapatkannya dari sang ibu yang mewariskannya ketika meninggal dunia. Sheeta kemudian dipertemukan dengan Pazu, anak laki-laki yang menolong dan membantunya untuk menyelamatkan diri dari kejaran dua kelompok penjahat tadi. Ketika kelompok pembajak hanya mengincar harta, maka Kolonel Muska justru membahayakan nyawa Sheeta.

Cerita berbalik ketika Pazu bersatu dengan kelompok pembajak untuk menyelamatkan Sheeta yang diculik oleh Kolonel Muska. Kolonel Muska mengetahui bahwa Sheeta adalah pewaris kerajaan Laputa yang mengapung di langit. Setelah berhasil lari, Sheeta dan Pazu harus berjuang menggagalkan rencana Kolonel Muska yang ingin menguasai kerajaan dan mengambil alih teknologi.

3. Grave of the Fireflies (1988)

cuplikan film Grave of the Fireflies
cuplikan film Grave of the Fireflies (instagram.com/ghibliarchives)

Grave of the Fireflies dianggap sebagai film paling menyedihkan dari Studio Ghibli. Rilis di tahun berikutnya setelah Laputa: Castle in the Sky, film ini berlatar pada masa peperangan yang menampilkan penderitaan anak laki-laki dan adik perempuannya. Bahkan, film ini langsung dimulai dengan scene kematian karakter utamanya.

Seita dan Setsuko pada awalnya adalah dua anak yang hidup bahagia. Semuanya berubah ketika serangan udara membuat keduanya kehilangan tempat tinggal dan ibu mereka. Sementara sang ayah tak kunjung pulang karena merupakan anggota angkatan laut. Meski sang bibi awalnya mau menampung Seita dan Setsuko, tapi pada akhirnya ia merasa kesal karena harus mengeluarkan biaya hidup lebih banyak. Seita dan Setsuko yang sadar diri memilih keluar dari rumah bibinya dan menjalani kehidupan di gua kecil. Kakak beradik ini berjuang hidup dan mengalami banyak penderitaan, termasuk kelaparan.

4. My Neighbor Totoro (1988)

cuplikan film My Neighbor Totoro
cuplikan film My Neighbor Totoro (instagram.com/ghibliarchives)

Studio Ghibli merilis dua film sekaligus di tahun 1988.  My Neighbor Totoro bahkan dirilis bersamaan dengan Grave of the Fireflies. Jika Grave of Fireflies hadir dengan cerita menyedihkan, maka My Neighbor Totoro menyuguhkan cerita yang menghibur dan menampilkan karakter-karakter menggemaskan. Film ini bergenre fantasi dan cocok buat kamu yang ingin menonton film ringan.

Mengisahkan dua anak perempuan, Satsuki dan Mei yang baru saja pindah rumah di pedesaan. Bersama sang ayah, mereka tinggal di rumah tua yang penuh keanehan, sementara sang ibu tengah berada di rumah sakit dalam masa penyembuhan. Rumah Satsuki dan Mei dekat dengan persawahan dan hutan.

Begitu memasuki rumah, Satsuki dan Mei disambut banyak sekali makhluk kecil berbentuk bulat dan berwarna hitam. Di tempat tinggal yang baru ini Satsuki dan Mei bertemu dengan makhluk-makhluk aneh yang hanya bisa dilihat oleh anak-anak seumuran mereka, termasuk Totoro dan Catbus. Ceritanya menjadi rumit ketika mereka tidak jadi pulang dari rumah sakit dan Mei yang hilang saat hendak menyusul ibunya.

5. Kiki’s Delivery Service(1989)

cuplikan film Kiki's Delivery Service
cuplikan film Kiki's Delivery Service (instagram.com/ghibliarchives)

Kiki’s Delivery Service menjadi film terakhir Studio Ghibli yang keluar di tahun 80-an. Sama seperti My Neighbor Totoro, film ini tidak banyak menampilkan konflik di antara para karakternya, juga tidak ada karakter villain yang menakutkan. Film ini menceritakan petualangan, perjuangan, dan proses pencarian jati diri karakter utamanya, Kiki.

Kiki adalah seorang penyihir cilik yang telah berusia 13 tahun. Di usia tersebut terdapat tradisi kuno yang mengharuskan penyihir muda untuk menjalani pelatihan. Kiki sudah menunggu lama momen tersebut dan sangat antusias saat waktunya tiba. Kiki harus tinggal di kota lain selama 1 tahun untuk menjadi penyihir sungguhan. Kiki menemui berbagai hambatan saat baru tiba di kota, Ia hampir menyebabkan kecelakaan dan kesulitan mencari tempat tinggal. Meski begitu, Kiki bertemu banyak orang baik yang mau membantunya. Konflik film ini muncul dari Kiki ketika menyadari kemampuan sihirnya melemah.

Sepanjang tahun 80-an, Studio Ghibli menghadirkan sejumlah film dengan genre yang beragam. Mulai dari genre petualangan, fantasi, sampai tragedi perang. Kamu sudah menonton semua judul di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

Fakta Trisha JKT48, Bungsu dari 6 Bersaudara dan Keturunan Persia

27 Jan 2026, 06:39 WIBHype