Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Band Rock yang Kariernya Merosot Setelah Ditinggal Vokalis
The Police (facebook.com/The Police)
  • Banyak band rock kehilangan arah dan popularitas setelah vokalis utama keluar untuk berkarier solo, karena peran vokalis sering jadi wajah dan identitas utama grup.
  • Contoh kasus mencakup Black Sabbath, Van Halen, The Police, The Clash, dan Talking Heads yang mengalami penurunan karier usai ditinggal sosok sentral mereka.
  • Sebaliknya, para vokalis seperti Ozzy Osbourne, Sting, Mick Jones, hingga David Byrne justru meraih kesuksesan besar sebagai solois setelah meninggalkan band masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sosok vokalis sering kali menjadi wajah utama sebuah band. Suara khas, kharisma di atas panggung, hingga kemampuan menulis lagu membuat mereka sering menjadi pusat perhatian. Tidak heran jika ketika seorang vokalis memutuskan keluar untuk mengejar karier solo, band yang ditinggalkan bisa mengalami perubahan besar bahkan kadang kehilangan arah.

Beberapa band berhasil bangkit dengan personel baru, tetapi ada juga yang kesulitan mempertahankan popularitas mereka. Dalam beberapa kasus, justru sang vokalis yang sukses besar sebagai solois, sementara band lamanya perlahan kehilangan momentum. Berikut lima band rock terkenal yang kariernya sempat merosot setelah vokalis mereka memilih jalan solo.

1. Black Sabbath

Black Sabbath (facebook.com/Black Sabbath)

Black Sabbath adalah salah satu pelopor musik heavy metal yang terbentuk di Birmingham pada akhir 1960-an. Band ini terdiri dari Ozzy Osbourne sebagai vokalis, Tony Iommi pada gitar, Geezer Butler pada bass, dan Bill Ward pada drum. Musik mereka yang gelap dan berat membuka jalan bagi genre heavy metal yang kemudian berkembang di seluruh dunia.

Namun pada akhir 1970-an, perilaku Ozzy Osbourne yang semakin sulit dikendalikan membuat band memutuskan memecatnya pada 1979. Menariknya, keputusan itu justru membuat Ozzy sukses besar sebagai solois lewat album Blizzard of Oz, sementara Black Sabbath mulai mengalami periode yang tidak stabil dengan pergantian vokalis yang cukup sering.

2. Van Halen

Van Halen (van-halen.com)

Van Halen adalah salah satu band rock paling populer di era 1980-an. Grup ini dipimpin oleh gitaris legendaris Eddie Van Halen dan vokalis flamboyan David Lee Roth. Kombinasi permainan gitar Eddie yang inovatif dan gaya panggung Roth yang energik membuat Van Halen menjadi salah satu band rock terbesar pada masa itu.

Ketika hubungan antara Roth dan Eddie memburuk, Roth memutuskan keluar untuk mengejar karier solo. Band ini sempat menemukan kesuksesan baru bersama vokalis Sammy Hagar dengan beberapa album nomor satu. Namun setelah Hagar juga keluar dan digantikan oleh Gary Cherone, popularitas band mulai menurun. Album Van Halen III pada 1998 bahkan menjadi album pertama mereka yang gagal menembus angka penjualan besar seperti sebelumnya.

3. The Police

The Police (facebook.com/The Police)

The Police menjadi salah satu band terbesar di dunia pada awal 1980-an. Trio ini terdiri dari Sting sebagai vokalis dan bassist, Stewart Copeland pada drum, serta Andy Summers pada gitar. Musik mereka unik karena memadukan rock, punk, dan reggae dalam satu gaya yang khas.

Namun di balik kesuksesan besar itu, ketegangan antar anggota band mulai muncul. Sting tidak hanya menjadi vokalis, tetapi juga penulis sebagian besar lagu-lagu hit mereka. Pada pertengahan 1980-an, ia memutuskan meninggalkan band untuk mengejar karier solo yang akhirnya sangat sukses. Sementara itu, Copeland dan Summers tetap berkarya di bidang musik, tetapi tidak pernah lagi mencapai popularitas sebesar saat mereka masih bersama The Police.

4. The Clash

The Clash (Facebook.com/The Clash)

The Clash adalah salah satu ikon terbesar dalam gerakan punk Inggris. Band ini dipimpin oleh Joe Strummer dan Mick Jones, yang bersama menciptakan banyak lagu legendaris seperti 'Rock the Casbah' dan 'Should I Stay or Should I Go'. Pada awal 1980-an, mereka menikmati kesuksesan besar baik secara komersial maupun kritik.

Namun konflik internal membuat Mick Jones dipecat dari band pada 1983. Tanpa salah satu kreator utama, The Clash kesulitan mempertahankan kualitas musiknya. Album Cut the Crap yang dirilis pada 1985 bahkan dianggap sebagai salah satu album paling mengecewakan. Setelah itu, The Clash akhirnya bubar, sementara Mick Jones kemudian sukses dengan proyek barunya, Big Audio Dynamite.

5. Talking Heads

Talking Heads (instagram.com/talkingheadsofficial)

Talking Heads adalah band art-rock yang terbentuk pada pertengahan 1970-an. Grup ini dipimpin oleh vokalis dan penulis lagu utama David Byrne, bersama drummer Chris Frantz, bassist Tina Weymouth, dan keyboardist Jerry Harrison. Musik mereka dikenal inovatif dengan campuran rock, funk, dan elemen eksperimental.

Pada 1991, David Byrne mengejutkan rekan-rekannya dengan keputusan untuk meninggalkan band dan fokus pada karier solo. Kabar itu bahkan pertama kali diketahui anggota lain lewat wawancara di surat kabar. Setelah itu, para anggota mencoba melanjutkan proyek musik masing-masing, termasuk Tom Tom Club yang dibentuk Frantz dan Weymouth. Meski tetap aktif berkarya, tidak ada yang mampu menyamai kesuksesan besar Talking Heads ketika masih bersama.

Perjalanan sebuah band sering kali sangat bergantung pada chemistry antar anggotanya. Ketika satu sosok penting memutuskan pergi, dinamika band bisa berubah drastis. Dari daftar band rock di atas, menurutmu band mana yang paling kehilangan magisnya setelah ditinggal vokalis utamanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team