Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Joy Boy bertarung dalam wujud Nika melawan Dua Puluh Orang Pendiri.
Joy Boy bertarung dalam wujud Nika melawan Dua Puluh Orang Pendiri. (dok. Shueisha/One Piece)

Intinya sih...

  • Joy Boy gagal menepati janji pada manusia ikan sehingga mereka terus hidup dalam diskriminasi hingga sekarang.

  • Joy Boy kalah dalam perang melawan Dua Puluh Orang Pendiri, yang berujung pada runtuhnya Kerajaan Besar dan lahirnya Pemerintah Dunia di dunia One Piece.

  • Sebagai Nika, Joy Boy gagal memberi kebebasan sejati karena perbudakan dan penindasan justru terus berlangsung selama ratusan tahun.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski sosoknya masih misterius, Joy Boy dikenal sebagai sosok paling berpengaruh dalam sejarah One Piece. Joy Boy tak hanya memiliki peran penting pada Abad Kekosongan, tetapi juga merupakan tokoh utama dalam menjaga sejarah yang disembunyikan oleh Pemerintah Dunia. Tak hanya itu, Joy Boy juga merupakan bajak laut pertama sekaligus pemilik asli dari harta karun One Piece.

Meski Joy Boy memiliki warisan yang masih sangat penting sampai sekarang, bukan berarti ia tidak memiliki kesalahan. Di balik reputasinya, Joy Boy justru memiliki beberapa kegagalan besar yang membuat beberapa orang harus menderita sampai sekarang. Apa saja kegagalannya? Simak ulasan berikut!

1. Gagal menepati janji pada manusia ikan

Noah (dok. Toei Animation/One Piece)

Isu rasisme terhadap manusia ikan sebenarnya sudah ada bahkan sejak Abad Kekosongan. Dari dulu, manusia ikan tidak pernah bisa hidup berdampingan dengan manusia. Karena penampilan dan kekuatan mereka yang berbeda, manusia ikan tidak pernah diterima oleh manusia.

Nah, Joy Boy sebenarnya pernah menjadi sosok yang memperjuangkan kesetaraan pada manusia ikan. Pada masa lalu, Joy Boy pernah berjanji bahwa dirinya akan membawa manusia ikan untuk hidup di permukaan. Bersama manusia ikan, Joy Boy juga pernah membuat sebuah kapal besar bernama Noah atau yang juga disebut sebagai Kapal Perjanjian.

Tadinya, Joy Boy berencana menggunakan Noah untuk membawa manusia ikan ke permukaan. Namun, untuk alasan yang masih tidak diketahui, Joy Boy gagal menepati janjinya. Joy Boy hanya bisa meninggalkan Poneglyph yang berisi permintaan maafnya terhadap manusia ikan karena dirinya tidak bisa menepati janji.

Alhasil, manusia ikan harus hidup di bawah diskriminasi sampai sekarang. Banyak orang yang takut pada manusia ikan sehingga mereka tidak pernah diterima oleh manusia. Karena hal tersebut, hidup di permukaan juga masih sebatas angan-angan bagi manusia ikan.

Meski begitu, manusia ikan tetap percaya pada Joy Boy. Hingga saat ini, manusia ikan masih menjaga Noah dengan baik. Bukan tanpa alasan, mereka masih percaya jika suatu hari nanti Joy Boy akan kembali dan menepati janjinya.

2. Kalah pada perang melawan Dua Puluh Orang Pendiri

mural kuno Elbaf (dok. Toei Animation/One Piece)

Hingga saat ini, seri One Piece memang belum mengungkapkan apa hubungan antara Joy Boy dengan Kerajaan Besar. Yang pasti, dalam perang yang berlangsung pada Abad Kekosongan, Joy Boy berada pada pihak Kerajaan Besar. Joy Boy menjadi salah satu orang yang bertarung melawan Dua Puluh Orang Pendiri.

Tentunya, hal ini sudah dikonfirmasi oleh seri berkali-kali. Dr. Vegapunk mengatakan bahwa Joy Boy pernah bertarung melawan Dua Puluh Orang Pendiri dalam wujud Nika. Sementara, pada mural di Elbaf, Joy Boy dalam wujud Nika juga terlihat bertarung melawan monster yang mirip dengan Im.

Sayangnya, Joy Boy tampaknya gagal memenangkan perang tersebut. Hal ini dibuktikan dengan Dua Puluh Orang Pendiri yang berhasil menggulingkan Kerajaan Besar dan membentuk Pemerintah Dunia. Selama ratusan tahun, Pemerintah Dunia mengambil alih peran Kerajaan Besar sebagai penguasa terbesar di dunia.

Kekalahan Joy Boy tentunya membawa pengaruh yang sangat besar pada masa depan dunia. Sejak Pemerintah Dunia dibentuk, semua orang harus hidup di bawah tirani Pemerintah Dunia. Hal ini tentunya membuat banyak orang harus hidup dalam penderitaan. Sementara Bangsawan Dunia kebal terhadap hukum, orang bisa mati hanya karena mereka memiliki inisial D pada nama mereka.

3. Gagal memberikan kebebasan sebagai Nika

Kuma menangis. (dok. Toei Animation/One Piece)

Seperti yang kita tahu, Joy Boy merupakan pemilik Hito Hito no Mi, Model: Nika sebelum Luffy. Dalam semesta One Piece, Nika sendiri merupakan Dewa Matahari yang dikenal sebagai Pejuang Kebebasan. Bagi sebagian orang, Nika dipercaya sebagai sosok yang akan memberikan kebebasan pada semua orang, terutama pada para budak.

Namun, Joy Boy tampaknya gagal menjalankan tugasnya sebagai representasi dari Nika. Joy Boy gagal sebagai Pejuang Kebebasan karena dirinya tidak bisa memberikan kebebasan pada semua orang. Tidak hanya pada manusia ikan, tetapi Joy Boy juga gagal memberikan kebebasan pada ras lain, seperti Buccaneer.

Sejak Pemerintah Dunia berdiri, perbudakan justru malah semakin menjadi-jadi. Para Bangsawan Dunia dapat dengan bebas menjadikan siapa saja sebagai budak mereka. Sementara, Bangsawan Dunia dapat melakukan banyak hal keji. Seorang budak bisa dibunuh hanya karena melawan.

Meski begitu, beberapa orang justru memilih untuk tetap percaya pada Nika. Sekarang, Luffy mungkin telah menjadi satu-satunya harapan bagi mereka yang tertindas. Sebagai pemilik Hito Hito no Mi, Model: Nika, Luffy tidak sekadar representasi dari Nika, tetapi juga mungkin ditakdirkan untuk memperbaiki semua kegagalan Joy Boy.

Joy Boy tampaknya sudah memiliki kegagalan besar yang sangat fatal terhadap dunia. Terbukti, setiap kegagalan Joy Boy dapat memberikan penderitaan terhadap banyak orang selama ratusan tahun. Meski begitu, Joy Boy pasti memiliki alasan yang kuat di balik semua kegagalannya. Jadi, bagaimana menurutmu tentang bajak laut pertama yang satu ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎