5 Karakter One Piece yang Sudah Memprediksi Kematian Sendiri

- Beberapa karakter One Piece menyadari kematian mereka jauh sebelum ajal tiba dan tetap melangkah dengan sadar.
- Mereka memilih mati demi tujuan, warisan, atau kebenaran yang lebih besar.
- Kematian mereka bukan ramalan masa depan, melainkan keputusan sadar untuk mengubah arah dunia.
Dalam kehidupan, kematian merupakan sesuatu yang pasti. Tak peduli apa yang sudah dilakukan seseorang selama hidup, pada akhirnya manusia tetap akan berakhir pada kematian. Meski jarak kematian itu mungkin sangat dekat, tidak ada manusia yang bisa memastikan kapan mereka akan mati.
Sementara itu, ada beberapa karakter One Piece yang pernah memprediksi kematian sendiri. Mereka memilih tetap berjalan ke tepi jurang meski tahu bahwa satu-satunya hal yang menunggu hanyalah ajal. Siapa saja karakternya? Simak ulasan berikut!
1. Gol D Roger

Terlepas dari kekuatannya, sang Raja Bajak Laut, Gol D Roger, sebenarnya mengidap penyakit yang membuatnya tidak berumur panjang. Meski Roger memiliki dokter terbaik seperti Crocus, sang dokter hanya bisa menunda kematian Roger. Crocus menyadari bahwa penyakit Roger tidak bisa disembuhkan dan akan membunuh Roger cepat atau lambat.
Setelah berhasil menemukan One Piece dan menjadi Raja Bajak Laut, Roger memutuskan untuk menyerahkan diri ke Pemerintah Dunia. Roger tahu bahwa dirinya akan dieksekusi jika ia menyerahkan diri. Meski begitu, Roger memiliki tujuan yang besar dalam penyerahan dirinya.
Roger tahu bahwa usianya sudah tidak lama lagi. Alih-alih menyerah pada penyakitnya, Roger memutuskan untuk mati di tangan Pemerintah Dunia. Roger sengaja melakukan hal tersebut hanya untuk mewarisi semangatnya pada generasi selanjutnya. Benar saja, kematian Roger berhasil menginspirasi banyak orang sehingga memulai era baru yang kita kenal sebagai era Bajak Laut Besar.
2. Whitebeard

Sebagai mantan kru Bajak Laut Rocks sekaligus salah satu Yonko, Whitebeard juga merupakan bajak laut yang sangat berpengaruh pada eranya. Whitebeard juga dikenal sebagai manusia terkuat di dunia dan merupakan salah satu orang yang bisa menandingi kekuatan Roger, selain Monkey D Garp. Terlepas dari kekuatannya, Whitebeard sudah sangat tua ketika seri One Piece dimulai.
Menjadi tua memang tidak membuat Whitebeard menjadi bajak laut yang lemah. Whitebeard tetap menjadi sosok yang mendominasi dunia bajak laut berkat kekuatannya. Meski begitu, Whitebeard tetap tidak bisa menyangkal bahwa penuaan tetap akan membunuhnya.
Ketika Angkatan Laut mengumumkan eksekusi Portgas D Ace di Marineford, Whitebeard tahu bahwa dirinya bisa saja mati jika menyerang Marineford. Meski begitu, Whitebeard tetap memulai Perang Puncak demi melindungi keluarganya. Benar saja, Whitebeard akhirnya mati setelah menerima ratusan luka di tubuhnya.
Whitebeard mungkin berjalan pada kematiannya sendiri. Meski begitu, hal tersebut justru menjadi sesuatu yang ia inginkan. Seperti Roger, Whitebeard juga ingin memiliki kematian yang berpengaruh. Pengorbanan Whitebeard tidak berakhir sia-sia karena dirinya berhasil memulai era baru setelah mengatakan One Piece itu ada pada detik-detik terakhir hidupnya.
3. Kozuki Oden

Kozuki Oden bisa dibilang sebagai kunci utama dalam menjadikan Roger sebagai Raja Bajak Laut. Berkat kemampuannya dalam membaca Poneglyph, Oden menjadi orang yang menuntun Bajak Laut Roger untuk tiba di pulau terakhir. Sayangnya, setelah petualangan bersama Bajak Laut Roger berakhir, Wano sudah direbut oleh Kurozumi Orochi dan Kaido.
Setelah menerima kekalahan dari Kaido, mereka berjanji akan melepaskan Wano jika Oden bisa bertahan dalam rendaman minyak panas selama 1 jam. Oden sebenarnya tahu bahwa Orochi dan Kaido bukan orang yang akan menepati janji. Entah Oden menerima tantangan tersebut atau tidak, Orochi dan Kaido tetap akan membunuhnya.
Meski begitu, Oden tetap memilih kematian yang menyakitkan. Oden tetap menerima tantangan dari Orochi dan Kaido meski dirinya tahu akan mati. Bukan tanpa alasan, hal tersebut ia lakukan guna menyelamatkan masa depan Wano. Oden ingin memastikan bahwa anak buahnya, Sembilan Akazaya, akan mewarisi tekadnya untuk merebut kembali Wano.
4. Rocks D Xebec

Ayah dari Blackbeard, Rocks D Xebec, adalah bajak laut legendaris yang mendominasi lautan jauh sebelum era Roger. Pada masa jayanya, Rocks bukan sekadar bajak laut paling berbahaya, melainkan juga yang terkuat. Terlepas dari kekuatannya, Rocks sendiri sudah memprediksi kematiannya.
Sejak awal perjalanannya, Rocks sering pergi ke Elbaf hanya untuk merekrut Harald menjadi bagian dari Bajak Laut Rocks. Namun, Harald selalu menolak karena sedang berusaha menjadikan Elbaf sebagai negara yang beraliansi dengan Pemerintah Dunia. Hingga akhirnya, Rocks merasa muak pada Harald karena sang raksasa begitu terobsesi untuk menjadi budak Pemerintah Dunia.
Namun, sebelum Insiden God Valley dimulai, Rocks untuk pertama kalinya meminta bantuan Harald dengan tulus. Pada titik ini, Rocks memiliki firasat bahwa dirinya sedang terikat oleh takdir yang tidak terhindarkan: kematian. Meski dirinya sangat kuat, Rocks merasa bahwa keberuntungan sedang tidak berpihak padanya.
Benar saja, Insiden God Valley menjadi akhir dari perjalanan Rocks. Selama insiden berlangsung, Im berhasil menggunakan Domi Reversi pada Rocks. Hingga akhirnya, Roger dan Garp terpaksa harus membunuh Rocks karena Rocks mulai membunuh anggota klannya sendiri.
5. Dr. Vegapunk

Sebelumnya, Dr. Vegapunk dikenal sebagai ilmuwan paling genius di dunia. Sejak awal, Vegapunk memang tidak pernah berpihak pada Pemerintah Dunia. Namun, Vegapunk terpaksa bekerja untuk Pemerintah Dunia karena hanya mereka yang bisa membiayai semua penelitian Vegapunk.
Meski begitu, semuanya berubah setelah Insiden Ohara. Sebagai salah satu teman lama Clou D Clover, Vegapunk penasaran dengan apa yang diketahui oleh Ohara sehingga pulau tersebut harus dihancurkan. Sejak saat itu, Vegapunk secara diam-diam mulai melakukan penelitian tentang Abad Kekosongan.
Jauh sebelum diungkap seri, Vegapunk sudah tahu bahwa York mengkhianatinya. Di belakang Vegapunk, York diam-diam mengadu pada Gorosei bahwa Vegapunk meneliti Abad Kekosongan. Pada titik ini, Vegapunk sudah memprediksi kematiannya karena sadar bahwa Abad Kekosongan merupakan pengetahuan terlarang.
Apa yang terjadi pada Egghead Arc sebenarnya sudah diprediksi oleh Vegapunk. Sang ilmuwan tahu bahwa dirinya akan dibunuh oleh Pemerintah Dunia. Itu alasannya, Vegapunk menyiapkan siaran yang akan secara otomatis tayang di seluruh dunia begitu jantungnya berhenti berdetak.
Dalam siaran ini, Vegapunk membeberkan semua hal yang ia ketahui tentang Abad Kekosongan. Ia menceritakan mulai dari perang antara Kerajaan Besar dengan Dua Orang Pendiri, peradaban yang maju pada Abad Kekosongan, hingga kemungkinan bencana besar yang akan kembali terjadi pada masa depan. Hal tersebut sengaja ia lakukan guna mengungkap kebenaran pada sejarah yang dimanipulasi oleh Pemerintah Dunia.
Kelima karakter One Piece di atas bisa memprediksi kematian mereka bukan karena bisa melihat masa depan. Namun, kelima karakter di atas memang sengaja berjalan pada kematian sendiri untuk tujuan yang lebih besar. Jadi, bagaimana menurutmu?


















