Penampilan Justin Bieber di Coachella 2026 minggu pertama (11/4/2026) (Youtube.com/@Coachella)
Salah satu alasan yang ramai dibahas adalah soal keputusan Justin Bieber menjual katalog musiknya ke Hipgnosis Songs Capital pada 2023 lalu. Nilainya gak main-main, BBC melaporkan angkanya mencapai sekitar 200 juta dolar AS atau sekitar Rp3 triliun lebih.
Lewat kesepakatan ini, Hipgnosis memiliki hak atas sekitar 290 lagu JB yang dirilis sebelum 31 Desember 2021, termasuk hits besar seperti “Baby” dan “Sorry”. Artinya, setiap kali lagu-lagu tersebut diputar atau digunakan diputar atau digunakan di radio, TV, atau film, pihak Hipgnosis yang akan menerima sebagian besar keuntungannya.
Alasan penjualan ini juga masih menjadi misteri. Media The Hollywood Reporter pada 15 April 2025 sempat menulis artikel, memuat informasi dari seorang mantan karyawan dari tim Justin Bieber. Di dalamnya, informan ini mengklaim bahwa bintang itu terlilit utang jutaan dolar setelah ia menunda hingga akhirnya membatalkan Justice World Tour karena masalah kesehatan pada 2022 lalu.
Kabar ini kemudian dibantah oleh pihak Justin. Mengutip Daily Mail di hari berita itu keluar, pihak JB menuturkan, ""Ini hanyalah berita sensasional yang didasarkan pada sumber yang tidak disebutkan namanya dan jelas-jelas tidak berdasar. Mereka hanya kecewa karena mereka tidak lagi bekerja dengan Justin."