Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cynthia Erivo dan Ariana Grande sebagai Elphaba dan Glinda dalam Wicked: For Good
Cynthia Erivo dan Ariana Grande sebagai Elphaba dan Glinda dalam Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Perhelatan Academy Awards alias Oscar 2026 baru akan digelar bulan depan, tepatnya 15 Maret 2025. Namun, antusias sinefili sudah membumbung tinggi sejak Academy Awards mengumumkan daftar nominasinya pada 22 Januari 2026 lalu. Banyak film dan aktor yang dijagokan yang menjadi nomine.

Namun, gak semua film mendapat cukup perhatian dari Oscar. Wicked: For Good (2025) menjadi salah satu film yang diabaikan oleh Oscar 2026. Dari banyaknya kategori, film karya Jon M Chu itu sama sekali tidak mendapatkan ruang, bahkan untuk kategori Best Costume Design sekalipun yang Wicked (2024) menangkan dalam Oscar 2025.

Lantas, kenapa Wicked: For Good gak dapat nominasi Oscar 2026 satu pun? Ini beberapa alasan dan teori yang mungkin bisa kamu terima. Absennya film musikal ini dalam ajang Oscar cukup mengagetkan.

1. Kualitas Wicked: For Good tidak bisa menyamai film pertamanya

Elphaba dan Glinda dalam Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Wicked: For Good mungkin memang bukan film yang buruk. Film ini masih menghibur lewat kelanjutan kisah Elphaba dan Glinda di Negeri Oz. Hanya saja, kritikus dan banyak orang dalam industri film berpikir kalau Wicked: For Good tidak bisa menyamai kualitas film pertamanya, Wicked.

Wicked mendapatkan skor 88 persen dari Rotten Tomatoes. Sementara itu, Wicked: For Good cuma mampu mengantongi skor sebesar 66 persen. Ini merupakan penurunan sehingga menjadi salah satu alasan yang mungkin mendasari Oscar tidak memasukkan Wicked: For Good dalam nominasi tahun ini.

Dalam Wicked: For Good, hampir tidak ada momen emosional yang menggebu seperti dalam bagian pertama. Penampilan Cynthia Erivo sebagai Elphaba dan Ariana Grande sebagai Glinda pun dinilai lebih kuat dalam film pertama. Alhasil, nama mereka juga absen dari kategori Best Actress in a Leading Role dan Best Actress in a Supporting Role.

2. Sekuel film sering kali kurang dilirik untuk nominasi Oscar

Elphaba dan Glinda dalam Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Ada pola berulang dalam sejarah penghargaan Oscar. Kalau diperhatikan, sekuel jarang meraih kemenangan dalam Oscar, bahkan nominasi yang didapatkan sangat minim. Memang itu gak semua karena ada beberapa sekuel yang juga dilirik Oscar.

Sekuel dari The Godfather (1974) dan The Lord of the Rings: The Two Towers (2002) diketahui memenangkan Best Picture. Kemudian, sekuel-sekuel terbaru, seperti Mad Max: Fury Road (2015), Top Gun: Maverick (2022), dan Avatar: The Way of Water (2022), dinominasikan untuk penghargaan utama. Namun, dilansir Variety, secara umum, ada anggapan kalau film sekuel hanyalah upaya untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya.

Secara teknis, Wicked: For Good bukanlah sebuah sekuel. Kritikus pun memahami hal ini dan merasa kalau Universal Pictures seharusnya tidak perlu membagi film ini jadi dua bagian. Alhasil, banyak yang mengira kalau Oscar sudah cukup baik dengan memberikan sepuluh nominasi kepada Wicked pada 2025 lalu. Bahkan, film itu memenangkan dua kategori, yakni Best Costume Design dan Best Production Design.

3. Lagu-lagu baru yang dimasukkan gak memorable

Glinda dalam Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Wicked sangat diingat berkat salah satu lagu legendarisnya berjudul "Defying Gravity", yang dinyanyikan Cynthia Erivo dan Ariana Grande. Lagu tersebut gak bisa masuk nominasi Oscar 2025. Alasannya karena lagu tersebut ditulis lebih dari 2 dekade lalu untuk pertunjukkan Broadway. Alhasil, dalam Wicked: For Good, hadir dua lagu orisinal.

Dalam Wicked: For Good, penonton mendengar Cynthia Erivo menyanyikan "No Place Like Home" dan Ariana Grande yang menyanyikan "The Girl in the Bubble". Keduanya merupakan lagu baru yang sempat dijagokan untuk nominasi Oscar 2026. Sayangnya, semua hanya harapan karena dua lagu itu absen dari nominasi Best Original Song.

Bisa jadi, juri Academy Awards sudah menetapkan standar karena mereka membandingkan lagu-lagu klasik musikal, macam "For Good" dan "No Good Deed". Dua lagu itu sangat mudah diingat karena memang legendaris. Berbeda dengan "No Place Like Home" dan "The Girl in the Bubble", rasanya sulit untuk mengingat kedua lirik lagu itu.

Wicked: For Good mungkin memang absen dari Oscar 2026. Namun, bukan berarti film musikal adaptasi kisah Broadway ini buruk. Kisah Elphaba dan Glinda ini tetap menyentuh, hangat, dan tentu saja menghibur. Apakah kamu sudah menonton Wicked: For Good?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎