Susanti dan Yaya sama-sama jadi sosok penasihat bagi kawan-kawannya (youtube.com/Les' Copaque Production | youtube.com/Monsta Universe)
Kedua tokoh anak perempuan ini meski hanya sekadar hadir sebagai karakter pendukung, mereka tetap punya peran penting dan memorable. Baik Susanti dan Yaya sama-sama sering jadi penasehat bagi kawan-kawan mereka. Misalnya, Susanti di episode "Diri Bersih Badan Sihat" pernah memperingatkan pentingnya penggunaan masker di musim rawan sakit pada Upin dan Ipin. Juga, pada episode kemunculan perdananya di "Berpuasa Bersama Kawan Baru", Susanti juga turut menegur baik-baik Mei Mei yang awalnya keliru karena mengajak teman laki-laki lainnya untuk main masak-masakan, padahal saat itu sedang bulan puasa, yang mana meski hanya berimajinasi tentang makanan juga cukup dilarang karena dapat membuat iman goyah.
Khusus buat Yaya sendiri, tak terhitung sudah seberapa seringnya ia menjadi penasihat bagi teman-temannya, terutama pada Gopal yang memang acapkali kedapatan berbuat salah. Banyak nasihat kebaikan yang sering sekali ia lontarkan. Bahkan, Yaya juga gak segan menegur jika temannya melanggar aturan, seperti ketika BoBoiBoy, Gopal, dan Fang telat masuk sekolah dan malah sibuk di ruang aula alih-alih segera masuk kelas, atau menegur Gopal yang perkataannya seringkali gak sesuai tindakannya. Saking identiknya sifat Yaya yang suka menasihati kebaikan. Ia bahkan sampai punya acara khusus bertajuk Apa Kata Yaya?, sebuah program singkat berisi pesan berguna tentang kehidupan dan etika untuk penonton anak-anak.
Walaupun dari segi penampilan keduanya tidak terlihat mirip sama sekali. Tak disangka, ternyata ada cukup banyak kesamaan yang dimiliki karakter Susanti dari Upin & Ipin dan Yaya dari serial BoBoiBoy. Bahkan, kesamaan mereka bukan sekadar cocoklogi yang dipaksakan, melainkan memang ada detail-detail kecil yang membuat mereka tampak seperti karakter yang sama. Meski begitu, mari jadikan artikel ini sebagai trivia hiburan semata. Jangan sampai pembahasan ini malah berujung pada membanding-bandingkan mana tokoh yang lebih baik, atau menuduh salah satu pihak studio meniru desain maupun ciri khas karakter lainnya. Pada akhirnya, Susanti dan Yaya tetaplah dua karakter berbeda yang tumbuh di semesta cerita masing-masing.