kronologi kejadian versi FTL (x.com/Ftlgym_id)
Menanggapi kasus ini, manajemen FTL gym pun merilis kronologi dan pernyataan melalui media sosial resmi mereka. FTL menjelaskan, korban (NC) melapor pada staf pada 15 Desember 205 pukul 23.38 WIB terkait pelaku berinisial RS yang diduga melakukan perekaman tanpa persetujuan di area gym floor. Setelahnya, mereka melakukan pengecekan bersama dan ditemukan sebuah video berdurasi 13 detik yang menampilkan NC sedang duduk di area bench dumbbell, mengenakan pakaian olahraga lengkap dan melihat ponsel. Selain itu, ada pula beberapa cuplikan video lain yang tidak melibatkan NC.
Atas permintaan NC, seluruh video di ponsel RS dihapus dan disaksikan langsung oleh yang bersangkutan. Dalam kronologi itu, FTL mengatakan siap membantu apabila kasus ini ditempuh melalui jalur hukum serta menginformasikan kemungkinan sanksi pemblokiran akun terhadap pelaku. Keesokan harinya, FTL menyebut pihaknya dan NC melakukan komunikasi melalui chat WA terkait kemungkinan kompensasi.
Manajemen kemudian memanggil RS atau si pelaku dan menyiapkan surat pernyataan bermaterai berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serta kesediaan menerima pemblokiran permanen jika pelanggaran terulang. Pada 18 Desember 2025, RS menandatangani surat tersebut dan FTL menginformasikan progresnya pada NC. NC pun merasa sanksi itu tidak menyelesaikan masalah dan mempertanyakan kembali pemblokiran RS.
Terkait pengakuan NC yang tidak boleh mendapat salinan surat pernyataan pelaku, FTL menerangkan, salinan dokumen bersifat internal, kecuali jika ada permintaan resmi dari aparat berwenang. Selanjutnya, NC menunjuk kuasa hukum dan melayangkan somasi yang memuat permintaan klarifikasi serta klaim kerugian immateriil.
FTL merespons somasi tersebut melalui kuasa hukum dan kedua pihak menggelar pertemuan pada 14 Januari 2026. Berdasarkan keterangan kronologi yang diunggah ini, dalam pertemuan tersebut ada kesepakatan bahwa tidak terdapat dasar hukum untuk menuntut pertanggungjawaban FTL atas tindakan individu RS.