Lagu berjudul "Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu" berisi tentang ungkapan refleksi seorang umat terhadap pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Ungkapan tersebut muncul karena sebagai manusia menyadari bahwa Tuhan melakukan pengorbanan atas dasar kasih yang besar.
Ini sejumlah lirik dalam Kidung Jemaat 167 - "Yesus, Tuhanku, Apakah Dosa-Mu":
1. Yesus, Tuhanku, apakah dosa-Mu, hingga hukuman bagi-Mu berlaku?
Durhaka apa sudah dituduhkan pada-Mu Tuhan?
2. Kau didera, dihina kaum prajurit, Kau dicerca, dib'ri mahkota duri
dan minum-Mu pada kayu salib anggur yang pahit.
3. Apa sebabnya Kauterima siksa? Tak lain kar'na dosa manusia:
aku sendiri dan kesalahanku jadi beban-Mu!
4. Siapa menduga jalan hukum ini: bahwa Gembala mengurbankan diri,
jadi tebusan domba yang bersalah terhadap Allah.
5. Kau harus mati walau tak berdosa, orang bersalah hidup dan sentosa.
Bebaslah kami yang t'lah mengaminkan Kau disalibkan.
6. Kasih sempurna, rahmat tak terhingga, Kau menjalani siksa maut hina.
Aku terbawa dunia sukacita, kau menderita!
7. Raja abadi, apa kulakukan, agar kasih-Mu dapat kumasyhurkan?
Apa yang layak aku persembahkan jadi imbalan?
8. Tiada yang sanggup untuk mengimbangi rahmat kasih-Mu suci dan ilahi.
Baik berusaha maupun beribadah, takkan setara!
9. Namun yang tinggal berkenan pada-Mu hanyalah bila kusalibkan nafsu;
hati yang hancur yang hendak bertobat tidak Kautolak.
10. Kar'na 'ku tahu aku tak berkuasa dan agar jangan aku putus asa,
b'ri Roh Kudus-Mu memerintah aku ikut jejak-Mu!
11. Jadikan daku taat dan setia demi nama-Mu yang mahamulia,
agar kupikul salib-Mu ke muka tanpa berduka.
12. Walau karyaku tak bersifat jasa, namun, ya Tuhan, Kau senantiasa
mau menerima persembahan hati dan Kauberkati.
13. Ya Tuhan Yesus yang di takhta Allah, Kau yang terpuji untuk selamanya;
aku pun ikut memberi selalu syukur pada-Mu!