Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Lagu Rock Era 80-an yang Mengubah Sejarah Musik Selamanya

U2 (instagram.com/U2)
U2 (instagram.com/U2)
Intinya sih...
  • “You Shook Me All Night Long” – AC/DC - Simbol dominasi rock keras di era 80-an - Lagu sederhana, fun, dan energik - Membuktikan bahwa rock tak perlu rumit untuk abadi
  • “Born in the U.S.A.” – Bruce Springsteen - Kritik tajam tentang nasib veteran perang dan kelas pekerja Amerika - Menghidupkan kembali rock dengan sentuhan modern - Menunjukkan bahwa rock masih relevan untuk bicara soal realitas sosial
  • “Just Like Heaven” – The Cure - Lagu cinta sederhana, jujur, dan manusiawi - Mampu menjembatani musik alternatif dan arus utama - Mendefinisikan warna emosional rock era
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Era 1980-an sering dianggap sebagai dekade paling berisik dalam sejarah musik rock. Di masa ini, rock bukan cuma soal gitar dan drum, tapi juga soal sikap, visual dan teknologi. Musik rock mulai menembus televisi lewat MTV dan menjangkau audiens global dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di balik rambut gondrong, jaket kulit, dan panggung megah, lagu-lagu rock era 80-an sebenarnya merekam perubahan zaman. Ada yang berbicara soal hasrat dan kebebasan, ada yang mengangkat kritik sosial, pencarian jati diri, hingga kemarahan terhadap sistem. Berikut lagu-lagu rock era 80-an yang meninggalkan pengaruh panjang hingga hari ini.

1. “You Shook Me All Night Long” – AC/DC

Dirilis pada tahun 1980 lewat album Back in Black, “You Shook Me All Night Long” menjadi simbol awal dominasi rock keras di era 80-an. Lagu ini hadir dengan riff gitar yang sederhana tapi langsung menancap di kepala, ditemani lirik penuh kode nakal yang menjadi ciri khas AC/DC.

Meski temanya terang-terangan soal kesenangan hidup, lagu ini terasa ringan dan fun, bukan menggurui atau terlalu serius. Itulah yang membuatnya cepat diterima lintas generasi. AC/DC lewat lagu ini membuktikan bahwa rock tak perlu rumit untuk jadi abadi. Mereka sering dicap “terlalu simpel” atau “terlalu berisik”, tapi justru di situlah kekuatannya.

“You Shook Me All Night Long” menjadi blueprint bagi banyak lagu rock setelahnya, yakni keras, jujur, dan penuh energi mentah. Lagu ini juga menegaskan bahwa rock ’n’ roll di era 80-an masih hidup dan siap mendominasi.

2. “Born in the U.S.A.” – Bruce Springsteen

Sekilas, “Born in the U.S.A.” terdengar seperti lagu patriotik penuh semangat. Namun di balik dentuman drum dan synthesizer ikonik, Bruce Springsteen menyelipkan kritik tajam tentang nasib veteran perang dan kelas pekerja Amerika. Lagu ini justru berbicara soal janji negara yang tak selalu ditepati, dibalut dalam kemasan musik yang mudah diterima publik luas.

Keberhasilan lagu ini bukan hanya soal liriknya, tapi juga timing yang sempurna. Di era ketika rock mulai kehilangan ruang karena pop elektronik, Springsteen berhasil menghidupkan kembali rock dengan sentuhan modern.“Born in the U.S.A.” menjelma jadi lagu wajib dekade 80-an dan bukti bahwa rock masih relevan untuk bicara soal realitas sosial.

3. “Just Like Heaven” – The Cure

The Cure sering dikaitkan dengan nuansa gelap dan melankolis, tapi “Just Like Heaven” justru menunjukkan sisi paling romantis dari band ini. Lagu ini dipenuhi gitar berlapis yang terdengar dreamy, ditambah vokal Robert Smith yang terdengar rapuh tapi hangat. Hasilnya adalah lagu cinta yang sederhana, jujur, dan terasa sangat manusiawi.

Kehebatan “Just Like Heaven” ada pada kemampuannya menjembatani musik alternatif dan arus utama. Lagu ini diterima oleh penggemar new wave, goth, hingga pendengar pop biasa. The Cure berhasil membuktikan bahwa emosi yang dalam tak harus disampaikan dengan cara berat. Lewat lagu ini, mereka ikut mendefinisikan warna emosional rock era 80-an.

4. “I Still Haven’t Found What I’m Looking For” – U2

Lagu ini menangkap kegelisahan eksistensial yang jarang dibahas secara terbuka di musik rock populer saat itu. U2 membawa tema pencarian makna hidup, iman, dan identitas ke dalam format rock yang luas dan megah. Musiknya terdengar sederhana, tapi atmosfernya terasa luas dan reflektif, seolah mengajak pendengar ikut merenung.

“I Still Haven’t Found What I’m Looking For” menjadi bukti bahwa rock 80-an tidak melulu soal pesta dan pemberontakan. Lagu ini menunjukkan bahwa pendengar juga haus akan kedalaman dan kejujuran emosional. Kesuksesan lagu ini ikut mengangkat The Joshua Tree sebagai salah satu album paling berpengaruh dalam sejarah rock modern.

5. “Head Like a Hole” – Nine Inch Nails

Di penghujung dekade 80-an, Nine Inch Nails datang membawa suara yang benar-benar berbeda. “Head Like a Hole” memadukan rock, elektronik, dan industrial dengan cara yang belum banyak dilakukan sebelumnya. Lagu ini terdengar dingin dan marah yang mencerminkan kecemasan terhadap kekuasaan, kontrol, dan kapitalisme.

Trent Reznor lewat lagu ini membuka jalan bagi rock yang lebih eksperimental di era berikutnya. “Head Like a Hole” membuktikan bahwa musik elektronik bisa punya jiwa rock yang kuat dan agresif. Pengaruhnya terasa jelas di musik alternatif dan industrial tahun 90-an, menjadikannya salah satu titik balik penting dalam sejarah rock.

Lima lagu rock era 80-an ini menunjukkan bahwa dekade tersebut bukan sekadar soal gaya berlebihan dan panggung megah. Dari riff gitar sederhana hingga eksperimen elektronik, rock 80-an membuka banyak jalan yang masih kita nikmati sampai sekarang. Nah, lagu mana yang paling terasa pengaruhnya dalam hidup dan selera musik kamu hari ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Potret Angelina Sondakh Liburan bareng Keanu Massaid ke Jepang

13 Jan 2026, 09:41 WIBHype