Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Lagu Rock Klasik dengan Kisah Kelam di Balik Liriknya
Nirvana (instagram.com/nirvana_official)
  • Artikel ini mengulas lima lagu rock klasik yang ternyata menyimpan kisah kelam di balik liriknya, mulai dari trauma pribadi hingga tragedi nyata yang menginspirasi penciptaannya.
  • Setiap lagu, seperti karya John Lennon, Nirvana, Black Sabbath, Korn, dan Pearl Jam, menggambarkan sisi emosional dan gelap dari pengalaman hidup para musisinya.
  • Kisah di balik lagu-lagu tersebut membuat pendengar melihat musik rock klasik bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga ekspresi jujur dari luka dan realitas manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musik rock klasik sering diingat karena reff ikonik dan lirik yang kuat. Namun, di balik beberapa lagu legendaris, ternyata ada cerita yang jauh lebih gelap dari yang terdengar di permukaan. Beberapa ditulis dari trauma pribadi, tragedi nyata, sampai pengalaman yang benar-benar menghantui penciptanya.

Mengetahui kisah di balik lagu-lagu ini bikin pengalaman mendengarkan jadi berbeda. Lirik yang tadinya terasa puitis atau misterius bisa berubah jadi sangat emosional dan berat ketika konteks aslinya terungkap. Berikut lima lagu rock klasik dengan kisah paling kelam di balik liriknya yang bukan cuma sedih, tapi juga mengguncang.

1. “Mother” — John Lennon

Lagu “Mother” adalah salah satu karya paling personal dan menyayat dari John Lennon setelah era The Beatles berakhir. Lagu ini lahir dari proses terapi emosional yang ia jalani, di mana ia dipaksa membuka luka masa kecilnya. Lennon tumbuh dengan perasaan ditinggalkan, karena kedua orang tuanya tidak benar-benar hadir dalam hidupnya sejak kecil.

Rasa kehilangan itu menumpuk selama bertahun-tahun dan akhirnya meledak dalam lagu ini. Secara musikal, aransemennya terdengar sederhana, tapi emosinya brutal. Di bagian akhir lagu, Lennon berteriak memanggil ayah dan ibunya berulang kali, bukan sebagai bintang rock, tapi seperti anak kecil yang putus asa. Lagu ini sering disebut sebagai salah satu pengakuan paling jujur.

2. “Polly” — Nirvana

Nirvana (instagram.com/official_nirvana)

Lagu “Polly” terdengar tenang dan minimalis, tapi ceritanya sangat mengganggu. Lagu ini terinspirasi dari kasus penculikan dan penyiksaan seorang gadis di Seattle yang dibaca Kurt Cobain di berita. Yang bikin tidak nyaman, liriknya ditulis dari sudut pandang pelaku, bukan korban. Itu membuat pendengar seperti terjebak di kepala orang yang melakukan kejahatan.

Cara Cobain menyanyikannya datar dan nyaris tanpa emosi justru bikin suasananya makin dingin. Seolah-olah pelaku merasa tindakannya biasa saja. Cobain sendiri menulis lagu ini sebagai bentuk kritik terhadap kekerasan dan cara masyarakat memandang korban. Banyak pendengar yang baru sadar betapa gelapnya lagu ini setelah membaca latar ceritanya.

3. “Black Sabbath” — Black Sabbath

Lagu “Black Sabbath” lahir dari pengalaman supranatural yang diklaim dialami penulis liriknya, Geezer Butler. Ia mengaku pernah melihat sosok gelap berdiri di ujung tempat tidurnya setelah membaca buku-buku okultisme. Pengalaman itu begitu membekas sampai dijadikan dasar cerita lagu. Dari sinilah citra horor dan gelap band ini mulai terbentuk.

Ditambah riff gitar Tony Iommi yang berat, suasana lagu terasa benar-benar mencekam. Liriknya menggambarkan ketakutan akan sosok misterius yang datang menjemput ke neraka. Pada masanya, pendekatan seperti ini sangat tidak biasa di musik rock. Lagu ini akhirnya dianggap sebagai salah satu fondasi lahirnya genre heavy metal bernuansa gelap.

4. “Daddy” — Korn

Lagu “Daddy” adalah salah satu trek paling berat secara emosional di musik metal. Vokalis Jonathan Davis menulisnya berdasarkan pengalaman pelecehan seksual yang ia alami saat kecil. Yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika ia bercerita, orangtuanya tidak mempercayainya. Trauma itu dipendam lama sebelum akhirnya dikeluarkan lewat lagu ini.

Rekaman vokal akhirnya berisi tangisan sungguhan Davis di studio, bukan akting. Di menit-menit akhir, ia benar-benar breakdown saat menyanyi. Lagu ini jarang, bahkan hampir tidak pernah dibawakan live, karena terlalu personal dan menyakitkan baginya. Banyak fans menganggapnya sebagai salah satu rekaman paling jujur dalam sejarah rock metal modern.

5. “Jeremy” — Pearl Jam

“Jeremy” diangkat dari kisah nyata seorang siswa bernama Jeremy Wade Delle yang bunuh diri di depan teman-teman sekelasnya. Vokalis Eddie Vedder membaca beritanya dan merasa sangat terguncang. Lagu ini tidak hanya menceritakan tragedinya, tapi juga rasa bersalah sosial di sekitarnya. Narasinya dibuat dari sudut pandang pengamat, bukan korban.

Bagian chorus yang berbunyi “Jeremy spoke in class today” terasa samar, tapi menghantam. Video klipnya juga sempat menuai kontroversi karena visualnya yang kuat. Lagu ini sering dianggap sebagai peringatan tentang bullying dan pengabaian terhadap kesehatan mental remaja. Pesannya masih relevan sampai sekarang.

Lagu rock klasik memang sering terdengar keren dan penuh energi. Namun, di balik beberapa di antaranya, tersembunyi kisah nyata yang tragis, traumatis, bahkan menyeramkan. Dari semua lagu di daftar ini, mana yang kisahnya paling bikin kamu merinding saat tahu latar belakangnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team