Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Lagu Rock Klasik yang Nyaris Diremehkan Bandnya Sendiri
Queen (facebook.com/Queen)
  • Banyak lagu rock legendaris ternyata lahir dari ide iseng atau materi yang awalnya diremehkan bandnya sendiri, tapi justru berubah menjadi karya ikonik yang bertahan lintas generasi.

  • Tujuh lagu seperti 'Sweet Child o’ Mine', 'Paranoid', hingga 'Nothing Else Matters' awalnya dianggap tidak serius, terlalu lembut, atau sekadar pengisi album sebelum akhirnya meledak secara global.

  • Kisah di balik proses kreatif tiap lagu menunjukkan bahwa spontanitas dan keraguan justru bisa melahirkan energi emosional kuat yang menjadikan lagu-lagu tersebut abadi dalam sejarah musik rock.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak lagu rock legendaris lahir dari proses serius dan penuh perhitungan. Namun lucunya, beberapa anthem terbesar dalam sejarah justru berawal dari ide iseng, lagu pengisi album, atau bahkan materi yang sempat diragukan oleh bandnya sendiri. Tidak ada yang menyangka lagu-lagu tersebut akhirnya berubah menjadi karya ikonik yang bertahan selama puluhan tahun.

Menariknya lagi, kisah di balik lagu-lagu ini sering kali sama serunya dengan musiknya sendiri. Ada riff yang awalnya cuma latihan gitar, lagu yang dibuat terburu-buru demi menambah durasi album, sampai balada yang hampir tidak jadi dirilis karena dianggap terlalu personal. Berikut tujuh lagu rock klasik yang nyaris diremehkan bandnya sendiri sebelum akhirnya menjadi legenda.

1. 'Sweet Child o’ Mine' – Guns N' Roses

Intro gitar dari 'Sweet Child o’ Mine' sekarang terasa seperti bagian wajib dalam sejarah rock. Begitu riff-nya dimainkan, hampir semua orang langsung tahu lagu apa yang sedang diputar. Namun ternyata, riff ikonik itu awalnya cuma latihan pemanasan gitar dari Slash saat sesi latihan band.

Slash bahkan kabarnya sempat menganggap riff tersebut terdengar seperti musik sirkus dan tidak terlalu serius. Namun ketika Axl Rose mulai menulis lirik untuknya, lagu ini perlahan berkembang menjadi sesuatu yang besar. Ironisnya, lagu yang awalnya dianggap bercanda itu akhirnya menjadi satu-satunya lagu nomor satu Guns N’ Roses di tangga lagu Billboard dan berubah jadi anthem rock era 80-an.

2. 'Don’t Stop Believin' – Journey

Sekarang 'Don’t Stop Believin’ terasa seperti lagu yang selalu ada di mana-mana. Dari stadion olahraga, karaoke, sampai film dan serial TV, lagu ini seperti tidak pernah benar-benar hilang dari budaya pop. Namun saat pertama dirilis pada 1981, lagu ini sebenarnya tidak langsung dianggap sebagai lagu terbesar Journey.

Popularitasnya justru tumbuh perlahan selama bertahun-tahun. Semakin lama, lagu ini makin sering diputar dan akhirnya menjadi salah satu lagu rock klasik paling sukses secara digital. Menariknya, kesuksesan tersebut datang bukan karena hype instan, melainkan karena lagu ini terus menemukan generasi pendengar baru yang jatuh cinta pada melodinya yang penuh semangat.

3. 'Paranoid' – Black Sabbath

Sulit dipercaya kalau salah satu lagu paling penting dalam sejarah heavy metal sebenarnya dibuat cuma untuk mengisi kekurangan durasi album. Saat proses rekaman album Paranoid tahun 1970, band merasa mereka masih kekurangan beberapa menit lagu. Dari situlah 'Paranoid' lahir dengan sangat cepat.

Kabarnya, lagu ini selesai hanya dalam waktu sekitar 25 menit. Bahkan band sempat merasa bahwa lagu tersebut terlalu pop dibanding materi mereka yang lain. Namun justru energi cepat dan mentah itulah yang membuat 'Paranoid' terasa begitu hidup. Lagu yang awalnya dianggap sekadar filler, malah berubah menjadi salah satu lagu paling berpengaruh dalam sejarah metal.

4. 'Under Pressure' – Queen & David Bowie

'Under Pressure' lahir dari sesi rekaman yang kacau, spontan, dan dipenuhi improvisasi. Queen dan David Bowie saat itu hanya bereksperimen di studio tanpa rencana besar. Karena prosesnya terasa sangat acak, lagu ini awalnya tidak dianggap sebagai karya penting.

Yang paling menarik adalah bassline ikoniknya hampir saja hilang karena bassist John Deacon lupa nada yang ia ciptakan setelah sesi makan siang. Untungnya, anggota band lain masih mengingatnya. Dari situ lahirlah salah satu hook paling terkenal dalam sejarah musik rock. Justru karena terasa spontan, lagu ini punya energi emosional yang sulit ditiru.

5. 'Nothing Else Matters' – Metallica

Awalnya James Hetfield sama sekali tidak berniat memperlihatkan 'Nothing Else Matters' kepada anggota Metallica lainnya. Lagu itu ditulis saat ia sedang merasa kesepian di hotel ketika tur, dan terdengar jauh lebih lembut dibanding gaya agresif Metallica biasanya. Hetfield merasa lagu tersebut terlalu pribadi dan tidak cocok untuk bandnya.

Namun setelah didengar oleh Lars Ulrich, band akhirnya memutuskan untuk merekamnya. Hasilnya justru luar biasa. Lagu ini membantu Metallica menjangkau pendengar yang lebih luas dan menjadi salah satu power ballad paling terkenal sepanjang masa. Kadang, justru sisi paling rentan dari seorang musisi yang paling mudah menyentuh banyak orang.

6. 'More Than a Feeling' – Boston

Saat pertama kali dirilis, 'More Than a Feeling' memang mendapat perhatian, tapi belum langsung dianggap sebagai lagu legendaris. Lagu ini perlahan tumbuh menjadi salah satu anthem rock paling ikonik berkat permainan gitar yang megah dan nuansa nostalgianya yang kuat.

Banyak musisi bahkan menganggap lagu ini sebagai salah satu blueprint rock arena modern. Meski awalnya hanya dianggap salah satu single dari album debut Boston, lama-kelamaan lagu ini berubah menjadi identitas utama band tersebut. Sampai sekarang, intro gitarnya masih sering dianggap salah satu pembuka lagu rock terbaik sepanjang masa.

7. 'Dream On' – Aerosmith

'Dream On' sekarang dikenal sebagai salah satu balada rock paling emosional sepanjang masa. Namun saat pertama dirilis, lagu ini sebenarnya tidak langsung sukses besar. Popularitasnya baru benar-benar meningkat setelah dirilis ulang dan mendapat dukungan radio beberapa tahun kemudian.

Menariknya lagi, lagu ini juga menjadi momen penting bagi Steven Tyler. Ia mengaku memakai suara aslinya di lagu ini, berbeda dengan gaya vokal tingginya di banyak lagu awal Aerosmith karena sempat tidak percaya diri dengan suaranya sendiri. Dari rasa ragu itu justru lahir salah satu lagu paling ikonik dalam sejarah rock klasik.

Sejarah musik membuktikan bahwa lagu besar tidak selalu lahir dari rencana besar. Kadang, karya yang awalnya dianggap biasa saja justru berubah menjadi anthem legendaris yang dikenang lintas generasi. Dari tujuh lagu rock klasik di atas, mana yang paling mengejutkan buatmu karena ternyata sempat diremehkan oleh bandnya sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team