Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Metallica.
Metallica (facebook.com/Metallica)

Intinya sih...

  • "Woman Is the N****r of the World" - John Lennon

  • "I Was Made for Lovin' You" - Kiss

  • "Nothing Else Matters" - Metallica

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam musik rock, tidak semua lagu legendaris dikenang dengan penuh cinta. Ada kalanya satu lagu justru menjadi titik balik yang membuat penggemar kecewa, bahkan marah pada idolanya sendiri. Bukan karena lagunya buruk, tetapi karena pesan, arah musikal, atau keputusan artistik yang dianggap terlalu jauh dari identitas sang musisi.

Fenomena ini menarik karena menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara penggemar dan idola mereka. Saat ekspektasi itu dilanggar baik lewat lirik, genre baru, atau eksperimen ekstrem, reaksinya bisa sangat keras. Berikut lima lagu rock terkenal yang malah membuat fans berbalik arah membenci idolanya sendiri.

1. “Woman Is the N****r of the World” – John Lennon

John Lennon dikenal sebagai musisi yang vokal soal isu sosial dan politik, terutama setelah era The Beatles berakhir. Ia kerap menempatkan pandangan pribadinya secara terang-terangan dalam lagu-lagu solonya, tanpa banyak kompromi. Namun semuanya terasa mentok ketika ia merilis lagu ini dalam album Some Time in New York City.

Masalah utama bukan pada pesan lagunya, melainkan cara penyampaiannya. Lennon menggunakan istilah rasial yang sangat sensitif dalam judul dan lirik. Ini membuat banyak orang, termasuk penggemarnya merasa tidak nyaman. Meski ia bermaksud mengkritik seksisme dan penindasan terhadap perempuan, banyak pendengar menilai pendekatannya salah sehingga pesan besarnya justru tenggelam oleh kontroversi.

2. “I Was Made for Lovin’ You” – Kiss

Kiss adalah simbol rock Amerika yang bombastis, maskulin, dan penuh energi. Karena itu, ketika mereka merilis lagu bernuansa disko ini, banyak penggemar lama merasa dikhianati. Bagi fans garis keras, Kiss seolah meninggalkan identitas rock mereka demi mengejar tren pasar yang sedang naik daun.

Ironisnya, lagu ini justru menjadi salah satu hits terbesar Kiss secara komersial. Namun kesuksesan tersebut membawa masalah baru yakni perpecahan basis penggemar. Sebagian menikmati arah baru yang lebih pop, sementara yang lain menganggap lagu ini sebagai awal dari jual diri. Hingga kini, lagu tersebut tetap menjadi simbol keputusan kontroversial Kiss dalam sejarah karier mereka.

3. “Nothing Else Matters” – Metallica

Metallica selalu berada di persimpangan antara metal ekstrem dan popularitas arus utama. Ketegangan itu meledak saat mereka merilis “Nothing Else Matters”, balada lembut yang jauh dari citra thrash metal agresif yang membesarkan nama mereka di era 1980-an. Bagi sebagian fans, lagu ini terdengar terlalu emosional dan aman.

Banyak yang langsung melabeli Metallica sebagai band yang mulai menjual diri. Padahal, di sisi lain, lagu ini justru memperlihatkan sisi manusiawi James Hetfield sebagai penulis lagu. Seiring waktu, lagu ini diakui sebagai karya penting, tetapi kebenciannya di awal rilis menjadi salah satu reaksi paling keras dalam sejarah metal.

4. “Revolution 9” – The Beatles

The White Album dikenal sebagai album The Beatles yang paling beragam dan paling membingungkan. Namun tidak ada lagu yang memicu kebingungan sekaligus kemarahan seperti “Revolution 9”. Lagu ini bukan lagu dalam pengertian tradisional, melainkan kolase suara eksperimental yang penuh potongan audio, bisikan, dan efek mengganggu.

Bagi banyak penggemar, lagu ini terasa seperti lelucon yang terlalu jauh. Bahkan Paul McCartney dilaporkan tidak sepenuhnya setuju lagu tersebut masuk album. Banyak fans merasa John Lennon lebih mementingkan eksperimen avant-garde bersama Yoko Ono dibanding menjaga kohesi karya The Beatles, menjadikan Revolution 9 salah satu trek paling dibenci.

5. “Ebony and Ivory” – Paul McCartney

Secara niat, “Ebony and Ivory” adalah lagu yang sangat mulia karena menyerukan harmoni rasial dan persatuan. Dengan menggandeng Stevie Wonder, Paul McCartney seharusnya memiliki semua bahan untuk menciptakan lagu ikonik. Namun bagi banyak penggemar rock, hasil akhirnya terasa terlalu manis dan sederhana.

Masalahnya bukan pada pesannya, tetapi pada eksekusinya yang dianggap terlalu polos dan repetitif. Banyak fans lama McCartney merasa lagu ini terdengar seperti slogan moral ketimbang karya seni. Meski sukses besar di tangga lagu, “Ebony and Ivory” sering disebut sebagai contoh ketika niat baik justru menghasilkan lagu yang membuat penggemar mengernyitkan dahi.

Musik rock selalu identik dengan keberanian bereksperimen, tetapi kisah-kisah di atas membuktikan bahwa tidak semua eksperimen diterima dengan tangan terbuka. Dari kelima lagu ini, mana yang menurutmu paling pantas mendapat reaksi keras dari penggemar?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team