Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
The Beatles dalam film dokumenter Get Back
The Beatles dalam film dokumenter Get Back (dok. Disney+/The Beatles: Get Back)

Intinya sih...

  • Hey Jude: George Harrison ingin menambahkan isian gitar, namun ditolak oleh Paul McCartney.

  • Ob-La-Di, Ob-La-Da: Lagu ini dibenci oleh John Lennon dan proses rekamannya membuat suasana studio tidak nyaman.

  • Maxwell's Silver Hammer: Paul McCartney terobsesi membuat lagu ini sempurna, menyebabkan ketegangan dengan personel lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Siapa sangka di balik harmoni vokal yang indah dan melodi legendaris The Beatles, tersimpan cerita ketegangan yang cukup intens di dalam studio. Sebagai penggemar musik, kamu mungkin membayangkan sesi rekaman mereka selalu berjalan mulus dan penuh canda tawa layaknya sahabat karib. Namun realitanya, proses kreatif empat musisi jenius ini sering kali diwarnai oleh bentrokan ego yang keras serta perbedaan visi artistik yang tajam.

Menjelang tahun-tahun terakhir karier mereka, suasana studio sering berubah menjadi sangat dingin dan penuh perdebatan sengit. Beberapa lagu yang kini dianggap sebagai mahakarya dunia ternyata diproduksi melalui proses yang melelahkan dan memicu pertengkaran hebat di antara John, Paul, George, dan Ringo. Mulai dari kritik pedas soal instrumen hingga sesi rekaman yang berulang ratusan kali, berikut adalah deretan lagu The Beatles yang pernah memicu konflik panas di antara para personelnya.

1. 'Hey Jude'

Lagu legendaris ciptaan Paul McCartney ini memicu ketegangan serius dengan George Harrison saat sesi rekaman. George ingin menambahkan isian gitar setiap kali Paul selesai menyanyikan baris lirik untuk memberikan efek sahut-sahutan. Paul menolak mentah-mentah ide tersebut karena ingin aransemen vokalnya terdengar bersih tanpa gangguan instrumen lain, hal ini membuat George sangat tersinggung dan merasa kreativitasnya dibatasi oleh dominasi Paul.

2. 'Ob-La-Di, Ob-La-Da'

Tembang ceria ini ternyata sangat dibenci oleh John Lennon yang secara terang-terangan menyebutnya sebagai musik nenek-nenek. Paul yang perfeksionis memaksa rekan-rekannya merekam ulang lagu ini berkali-kali hingga membuat suasana studio menjadi sangat tidak nyaman bagi semua orang. Intro piano ikonik yang kamu dengar itu sebenarnya dimainkan John dengan kasar dan agresif karena ia sedang marah serta mabuk, ingin segera menyelesaikan sesi rekaman yang menyiksanya itu.

3. 'Maxwell's Silver Hammer'

Karya ciptaan Paul ini menjadi mimpi buruk bagi personel lainnya saat sesi penggarapan album Abbey Road. Paul terobsesi membuat lagu ini terdengar sempurna dan memaksa band melakukan ratusan kali pengambilan suara selama berhari-hari tanpa henti. John Lennon membenci lagu ini dan menolak terlibat banyak di dalamnya, bahkan ia menyebut proses pengerjaannya yang melelahkan sebagai salah satu alasan utama mengapa band mereka akhirnya bubar.

4. 'The Long and Winding Road'

Perdebatan lagu ini terjadi di tahap pascaproduksi ketika Paul McCartney awalnya merekamnya sebagai balada piano yang sederhana dan intim. Tanpa sepengetahuan Paul, manajer baru mereka membawa produser Phil Spector yang menambahkan orkestra megah dan paduan suara wanita yang mengubah total nuansa aslinya. Paul sangat marah karena merasa karyanya telah dirusak tanpa izin, insiden ini menjadi salah satu pemicu utama ia mengumumkan pembubaran The Beatles kepada publik.

5. 'Back in the U.S.S.R.'

Lagu ini menyebabkan salah satu kekacauan terbesar dalam sejarah grup ketika Ringo Starr keluar sementara waktu karena tidak tahan dengan kondisi studio. Paul terus-menerus mengkritik permainan drum Ringo, yang dia pikir tidak sesuai dengan visinya, dan sering memerintahkan cara dia memukul drum. Akhirnya, Paul merekam bagian drum sendiri untuk lagu ini, membuat Ringo merasa tidak lagi diperlukan dan memilih pergi menenangkan diri.

6. 'Revolution 1'

Karena pesan politisnya yang kuat, John Lennon sangat bersemangat untuk menjadikan lagu bernuansa blues lambat ini sebagai singel utama berikutnya. Paul dan George, bagaimanapun, menolak keinginan itu dengan keras karena dianggap terlalu lambat dan tidak menjual di pasar musik saat itu. Setelah perdebatan panjang, mereka memutuskan untuk merekam ulang versi yang lebih cepat dan keras untuk sisi-B singel, sementara versi yang lebih lambat dimasukkan ke dalam album.

7. 'She Said She Said'

Lagu psikedelik ini direkam tepat setelah pertengkaran besar di studio yang mengganggu suasana rekaman mereka. Setelah berdebat dengan John dan produser tentang aransemen lagu tersebut, Paul McCartney dikabarkan meninggalkan studio alias walk out. Akibatnya, Paul tidak berpartisipasi sama sekali dalam rekaman ini, dan George Harrison akhirnya diminta untuk memainkan bagian bass.

Kisah di balik layar ini menunjukkan bahwa egoisme dan perbedaan pendapat tajam, sering kali menghasilkan karya jenius. Ketegangan kreatif yang ada antara John, Paul, George, dan Ringo adalah bumbu rahasia yang membuat musik mereka begitu berwarna dan kuat. Meskipun proses pembuatannya penuh dengan drama dan perasaan buruk, karya akhir The Beatles tetap menjadi karya abadi yang mewarnai sejarah musik dunia hingga saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team