ilustrasi keindahan alam Indonesia (pixabay.com/iqbalnuril)
Ismail Marzuki lahir di Kampung Kwitang, Jakarta, 11 Mei 1914. Ia merupakan keturunan asli Betawi. Selain Rayuan Pulau Kelapa, Ismail Marzuki juga menciptakan lagu-lagu yang lain, seperti "O Sarinah" (1931), "Gugur Bunga" (1945), "Halo-halo Bandung" (1946), "Selendang Sutera" (1946), "Sepasang Mata Bola" (1946), dan "Melati di Tapal Batas" (1947).
Ismail Marzuki wafat pada 25 Mei 1958 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ia mendapatkan gelar pahlawan nasional yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November di Istana Negara pada 2004. Nama Ismail Marzuki juga diabadikan sebagai nama Pusat Kesenian Jakarta TIM, yang terletak di Jl. Cikini, Jakarta Pusat.
Nah, itulah dia lirik lagu "Rayuan Pulau Kelapa" yang ternyata menggambarkan tentang keindahan alam Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah. Sebagai orang Indonesia, kita patut bangga telah lahir di negeri yang kaya, lho.