Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lirik Lagu Tikus-Tikus Kantor - Iwan Fals

Lirik Lagu Tikus-Tikus Kantor - Iwan Fals
Potret Iwan Fals (dok. instagram.com/iwanfals)
Share Article

Di tengah gejolak demonstrasi terhadap DPR yang terjadi sejak 25 Agustus 2025, satu lagu lawas kembali mencuat ke permukaan, yakni "Tikus-Tikus Kantor" karya Iwan Fals. Lagu ini kembali viral, seolah menjadi pengiring pas untuk situasi politik yang memanas saat ini.

Tikus-Tikus Kantor sendiri merupkan track list ke-3 dalam album "Ethiopia" yang berisikan sepuluh lagu. Seperti apa liriknya? Yuk, simak!

  1. 1. Lirik Tikus-Tikus Kantor - Iwan Fals

    Yang suka berenang di sungai yang kotor
    Kisah usang tikus-tikus berdasi
    Yang suka ingkar janji lalu sembunyi

    Di balik meja teman sekerja
    Di dalam lemari dari baja

    Kucing datang, cepat ganti muka
    Segera menjelma bagai tak tercela
    Masa bodoh hilang harga diri
    Asal tak terbukti, ah, tentu sikat lagi

    Tikus-tikus tak kenal kenyang
    Rakus, rakus, bukan kepalang
    Otak tikus memang bukan otak udang
    Kucing datang, tikus menghilang

    Kucing-kucing yang kerjanya molor
    Tak ingat tikus kantor datang menteror
    Cerdik, licik, tikus bertingkah tengik
    Mungkin karena sang kucing pura-pura mendelik

    Tikus tahu sang kucing lapar
    Kasih roti, jalan pun lancar
    Memang sial, sang tikus teramat pintar
    Atau mungkin si kucing yang kurang ditatar

    Tikus-tikus tak kenal kenyang
    Rakus, rakus, bukan kepalang
    Otak tikus memang bukan otak udang
    Kucing datang, tikus menghilang

  2. 2. Makna lagu Tikus-Tikus Kantor, sindiran yang masing related hingga kini

    Makna lagu Tikus-Tikus Kantor, sindiran yang masing related hingga kini.jpg
    Lagu Tikus-Tikus Kantor (dok. instagram.com/iwanfals)

    Iwan Fals menulis Tikus-Tikus Kantor sebagai kritik sosial tajam terhadap budaya korupsi yang telah mengakar di Indonesia.

    Dalam liriknya, "tikus-tikus kantor" menyimbolkan para koruptor rakus, licik, dan tak pernah kenyang. Sementara "kucing" adalah metafora bagi aparat hukum, yang seharusnya bisa menangkap tikus.

    Namun, sang kucing seringkali lamban, mudah disuap, atau pura-pura buta. Bahkan kadang "kucing datang, tikus menghilang," menandakan bagaimana pelaku korupsi bisa lolos dari jerat hukum dengan berdalih tak tahu apa-apa.

    Menurut kajian hermeneutik, tiap baris lagu merefleksikan kronologi korupsi dan politik impunitas. Mulai dari ingkar janji, suap, hingga kekebalan hukum. Kritik Iwan Fals lewat lagu ini menolak hilang ditelan waktu meski sudah lebih dari tiga dekade berlalu.

  3. 3. Lagu Tikus-Tikus Kantor trending di YouTube

    Lagu Tikus-Tikus Kantor trending di YouTube.jpg
    Lagu Tikus-Tikus Kantor (dok. instagram.com/iwanfals)

    Dewasa ini, video resmi Tikus-Tikus Kantor kembali diputar ramai di YouTube. Banyak konten kreator serta penonton yang menggunakan tembang ini sebagai latar dalam konten kritik politik, meme, atau tajuk visual tentang demonstrasi dan ketidakadilan.

    Popularitasnya kembali menanjak bukan semata karena nostalgia, tapi karena liriknya terasa seperti "alarm moral" yang menyala kembali. Dalam postingan Instagram Iwan Fals, lagu ini sudah mendapat lebih dari satu juta penayangan. Di YouTube sendiri per Kamis (4/9/2025), jumlah penayangannya sudah mencapai dua juta. Tikus-Tikus Kantor juga mengantongi 59 juta pendengar di Spotify. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More