Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Centimeters per Second
5 Centimeters per Second (dok. TOHO/5 Centimeters per Second)

Intinya sih...

  • Beberapa live action Jepang berhasil menyampaikan cerita anime dengan cara yang seru dan menarik.

  • Versi live action kadang menghadirkan visual lebih nyata dan koreografi yang memukau dibanding anime.

  • Meski tidak selalu sama persis dengan anime, adaptasi ini tetap bisa dinikmati oleh penggemar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebanyakan penggemar anime sering kali meragukan adaptasi live action dari manga atau anime favorit mereka. Bukan tanpa sebab, tetapi di luar sana memang tidak sedikit live action yang gagal dalam mengadaptasi cerita aslinya masing-masing. Bukan hanya karena gagal menghidupkan dunia anime yang imajinatif, melainkan juga beberapa live action kurang disukai karena punya cerita yang melenceng dari sumber asli.

Meski begitu, kamu tidak perlu takut untuk menonton deretan live action di bawah ini. Melalui visual yang lebih nyata, deretan live action ini juga tidak kalah seru dari anime. Live action apa saja?

1. Alice in Borderland (2020–2025)

Ryohei Arisu (dok. Netflix/Alice in Borderland)

Bagi seseorang yang tidak begitu mengikuti anime dan manga, mereka mungkin tidak menyadari bahwa Alice in Borderland sebenarnya diadaptasi dari cerita manga. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan karena popularitas live action Alice in Borderland memang berhasil mengalahkan popularitas versi animenya. Bahkan, tidak sedikit orang yang justru baru mengetahui versi animenya setelah menonton versi live action.

Seri Netflix yang satu ini diadaptasi dari manga berjudul sama karya Haro Aso. Dibintangi oleh Kento Yamazaki dan Tao Tsuchiya, seri menceritakan tentang sang protagonis yang tiba-tiba terjebak dalam dunia lain bernama Borderland. Di sana, mereka harus ikut dalam permainan kematian untuk bertahan hidup.

2. Rurouni Kenshin (2012–2021)

Rurouni Kenshin (dok. Warner Bros. Japan/Rurouni Kenshin)

Rurouni Kenshin memang layak disebut sebagai salah satu live action terbaik yang pernah ada. Sementara versi animenya sendiri sudah cukup populer di kalangan penggemar, versi live action seri ini memiliki kualitas yang tak kalah memukau dari animenya. Rurouni Kenshin live action tidak hanya memiliki koreografi yang lebih menarik, tetapi juga berhasil membuat suasana era Meiji menjadi lebih hidup.

Dibintangi oleh Takeru Satoh, film ini menceritakan tentang perjalanan seorang mantan pembunuh bayaran bernama Kenshin Himura. Terlepas dari reputasinya sebagai Hitokiri Battōsai, Kenshin memilih untuk meninggalkan dunia gelap tersebut dan mulai menggunakan kekuatannya untuk melindungi orang lain. Namun, Kenshin kemudian menyadari bahwa berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri tidak semudah yang ia bayangkan.

3. Erased (2017)

Erased (dok. Netflix/Erased)

Sejak manganya dirilis pada 2012, Erased sudah memiliki satu adaptasi anime dan dua live action. Seri karya Kei Sanbe ini mendapatkan adaptasi anime dan film live action pada 2016 dan mendapatkan adaptasi seri Netflix pada 2017. Memang tidak ada adaptasi yang gagal, tetapi penulis lebih merekomendasikan versi serial Netflix.

Pasalnya, versi serial Netflix berhasil mengatasi kelemahan pada adaptasi anime dan film: tempo yang terlalu cepat. Versi serial Netflix memiliki tempo yang tidak terkesan terburu-buru dan plot yang lebih mendekati manga. Serial ini menampilkan beberapa materi yang dihilangkan dalam anime, seperti latar belakang Gaku Yashiro dan ending yang melenceng dari materi manga.

Seri ini sendiri menceritakan tentang Satoru Fujinuma yang memiliki kemampuan untuk mencegah kecelakaan dengan memutar waktu. Setelah menemukan ibunya dibunuh, Satoru tiba-tiba kembali ke masa SD. Di sana, Satoru harus mengungkap kasus pembunuhan berantai yang terjadi pada tahun tersebut untuk menyelamatkan nyawa ibunya pada masa depan.

4. Death Note (2006–2008)

Death Note (dok. Warner Bros. Pictures/Death Note)

Sebagai seri karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, cerita Death Note cukup sering diadaptasi ke dalam live action. Selain serial anime, Death Note juga memiliki film seri, serial TV, dan adaptasi film Netflix. Dari semua versi live action, penulis lebih merekomendasikan untuk cukup menonton tiga film live action pertama saja, yaitu film Death Note yang dirilis pada 2006, Death Note: The Last Name, dan L: Change the World.

Meski seri film tersebut masih memiliki dua film sekuel, ceritanya sudah sangat melenceng dari manga. Sementara itu, adaptasi film Netflix jadi yang terburuk. Adaptasi ini tidak hanya menyimpang dari materi utama, tetapi film ini juga benar-benar menghilangkan jati diri Death Note yang identik dengan perang psikologis.

Death Note sendiri menceritakan tentang seorang pelajar genius bernama Light Yagami yang tidak sengaja menemukan Death Note. Buku tersebut memiliki kekuatan supernatural yang bisa membunuh siapa saja yang namanya ditulis dalam Death Note. Ketika mulai menggunakan Death Note untuk membasmi kejahatan, Light harus berhadapan dengan L, detektif terbaik di dunia.

5. Tokyo Revengers (2021–2023)

Tokyo Revengers (dok. Warner Bros. Pictures/Tokyo Revengers)

Kalau kamu suka film aksi adu jotos seperti Crows Zero dan High & Low, penulis sangat merekomendasikan kamu untuk nonton live action yang satu ini. Meski film live action Tokyo Revengers dikenal karena animenya, versi live action juga tidak kalah seru. Bahkan, bisa dibilang jika versi live action berhasil membuat setiap pertarungan terasa lebih nyata dan menegangkan.

Dibintangi oleh Takumi Kitamura, Tokyo Revengers menceritakan tentang Takemichi Hanagaki dengan kehidupan dewasa yang menyedihkan. Suatu hari, Takemichi mendapatkan berita bahwa pacar pertamanya, Hinata Tachibana, baru saja dibunuh oleh Tokyo Manji Gang, geng paling mengerikan di Jepang. Ketika Takemichi hendak tertabrak kereta, dirinya tiba-tiba kembali ke masa sekolahnya. Di sana, Takemichi memiliki misi untuk menyelamatkan Hinata dengan mencegah Tokyo Manji Gang menjadi geng yang brutal.

6. Your Lie in April (2016)

Kento Yamazaki dalam film Your Lie in April. (dok. C&I Entertainment/Your Lie in April)

Baik versi anime maupun versi live action, Your Lie in April tetap merupakan salah satu cerita paling mengundang air mata. Meski film memiliki durasi yang lebih pendek untuk menyampaikan cerita, live action tetap berhasil menyampaikan kisah pilu dalam hubungan Kosei Arima dan Kaori Miyazono dengan sempurna. Terlebih, film ini juga dibintangi oleh aktor ternama, seperti Kento Yamazaki dan Suzu Hirose.

Your Lie in April berfokus pada seorang pianis genius bernama Kosei Arima. Terlepas dari bakatnya, Kosei tiba-tiba tidak bisa mendengarkan denting piano setelah kematian ibunya. Meski Kosei sudah lama meninggalkan piano, semuanya berubah setelah Kosei bertemu dengan pemain biola bernama Kaori Miyazono.

7. 5 Centimeters per Second (2025)

5 Centimeters per Second (dok. TOHO/5 Centimeters per Second)

Pertama kali dirilis pada 2007, 5 Centimeters per Second bisa dibilang merupakan salah satu karya terbaik Makoto Shinkai. Disajikan dalam visual yang indah, film anime ini menceritakan tentang cinta yang terhalang oleh jarak. Pada Oktober 2025 kemarin, penggemar dibuat bernostalgia dengan rasa sakit dalam hubungan Takaki Tono dan Akari Shinohara.

Dibintangi oleh Matsumura Hokuto dan Takahata Mitsuki, film anime ini mendapatkan adaptasi live action dan rilis pada Oktober 2025. Adapun, film ini baru tayang di bioskop Indonesia pada 30 Januari 2026. Meski penggemar tahu bahwa 5 Centimeters per Second merupakan cerita yang menyakitkan, versi live action berhasil memberikan luka yang sama di hati para penggemar. Versi live action tetap berhasil menyajikan cerita yang tak kalah haru dengan versi film animenya.

Film ini menceritakan tentang Takaki Tono dan Akari Shinohara yang sudah berteman sejak mereka kecil. Meski mereka sudah berjanji untuk berhubungan selamanya, kehidupan kadang berjalan di luar kendali. Seiring keduanya beranjak dewasa, Takaki dan Akari terus dipisahkan oleh jarak. Keduanya memilih percaya bahwa mereka akan bertemu lagi. Namun, Takaki dan Akari secara tidak sadar telah menyakiti diri sendiri karena hubungan mereka.

Live action memang tidak bisa selalu 100 persen mirip dengan anime. Meski begitu, ketujuh live action di atas tetap bisa dikatakan berhasil karena mereka memiliki cara tersendiri untuk menyampaikan cerita yang tak kalah menarik dengan versi anime. Jadi, bagaimana menurutmu? Dari ketujuh live action di atas, adaptasi mana yang paling kamu suka?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎