5 Anime yang Menyinggung Isu Rasisme, Apa Saja?

- BEASTARS menggambarkan rasisme lewat diskriminasi karnivor terhadap herbivor dalam masyarakat hewan.
- Attack on Titan menyoroti rasisme sistemis melalui penindasan ras Eldian oleh dunia luar.
- One Piece mengangkat konflik rasis antara manusia dan manusia ikan yang diwariskan lintas generasi.
Pada dasarnya, manusia memang membenci orang yang berbeda. Hal ini menjadi alasan kenapa isu rasisme masih hidup sampai sekarang. Padahal, tanpa disadari, dunia ini justru indah karena adanya perbedaan.
Karena sudah sangat melekat pada peradaban manusia, isu rasisme juga kadang disinggung dalam anime. Di bawah ini deretan anime yang menyinggung isu rasisme. Ada apa saja?
1. BEASTARS

BEASTARS mungkin bisa dibilang sebagai Zootopia versi anime. Seri ini juga membayangkan apa jadinya kalau hewan herbivor hidup berdampingan dengan hewan karnivor. Tentunya, hal tersebut tidak akan terlepas dari diskriminasi.
Anime berfokus pada Legoshi, seekor serigala yang hidup di lingkungan herbivor. Legoshi kerap mendapatkan diskriminasi karena dirinya dianggap sebagai predator. Lebih buruk lagi, Legoshi sendiri tidak bisa berdamai dengan dirinya dan kerap merasa bersalah karena terlahir sebagai karnivor.
2. Attack on Titan

Pada awalnya, Attack on Titan memang lebih berfokus pada perang antara umat manusia dengan Titan. Namun, setelah rahasia tentang dunia luar terbongkar, konflik dalam seri ini sebenarnya jauh lebih rumit. Seri ini membahas banyak isu berat, seperti genosida, perang politik, dan tentu saja rasisme.
Karena kejahatan leluhur mereka, Karl Fritz, Eldia menjadi ras yang paling dibenci di dunia. Di Marley, Eldian mendapatkan diskriminasi yang ekstrem sehingga mereka bahkan sering disebut sebagai keturunan iblis. Pada titik ini, pertanyaan tentang siapa korban sebenarnya menjadi abu-abu.
Di satu sisi, Marley sudah melakukan banyak hal mengerikan pada Eldian dan mereka juga ingin menghancurkan Paradis. Namun, Marley sendiri merupakan korban dari kejahatan Karl. Di sisi lain, Eldian hanya menanggung dosa atas kejahatan leluhur mereka. Eldian tetap tidak bisa disalahkan karena mereka tidak memiliki kewajiban untuk bertanggung jawab atas kejahatan Karl.
3. Fullmetal Alchemist: Brotherhood

Dalam Fullmetal Alchemist: Brotherhood, isu rasisme disinggung melalui konflik antara Amestris dan Ishval. Sebelum seri dimulai, terjadi Perang Saudara Ishval yang berakhir pada genosida ras Ishval. Pada awalnya, perang ini diduga terjadi karena adanya perbedaan budaya antara Amestris dan Ishval.
Namun, hal tersebut sebenarnya hanyalah propaganda yang diciptakan oleh Amestris. Perang Saudara Ishval terjadi karena Ishval menjadi penghalang terbesar bagi rencana Father. Itu alasannya, Amestris menggunakan propaganda rasisme untuk menyingkirkan Ishval.
4. One Piece

Di balik petualangan Topi Jerami yang seru, One Piece juga sering menyisipkan kritik terhadap isu sosial, seperti rasisme. Dalam seri One Piece, isu rasisme disampaikan melalui konflik antara manusia dengan manusia ikan. Hingga saat ini, manusia masih belum dapat hidup berdampingan dengan manusia ikan.
Manusia tidak bisa menerima manusia ikan karena penampilan mereka yang berbeda. Di sisi lain, manusia ikan juga membenci manusia karena mereka menganggap bahwa manusia ikan lebih superior dari manusia. Sampai sekarang, mereka tidak bisa hidup berdampingan karena kebencian tersebut terus dipelihara.
Dalam sejarah One Piece, ada beberapa tokoh yang pernah berusaha untuk mengakhiri perpecahan tersebut, seperti Joy Boy dan Ratu Otohime. Namun, upaya mereka selalu gagal karena alasan tertentu. Hal ini seolah memperlihatkan bahwa manusia ikan memang tidak pernah ditakdirkan untuk hidup berdampingan dengan manusia.
5. My Hero Academia

Sekilas, My Hero Academia memang merupakan seri shounen biasa yang menceritakan tentang anak yang tidak memiliki kekuatan, tetapi memiliki cita-cita besar. Di samping itu, Kohei Horikoshi secara diam-diam sering menyinggung isu rasisme dalam serinya. Dalam semesta My Hero Academia, Quirk dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu Emitter, Transformation, dan Mutant.
Nah, para pemilik Quirk Mutant kerap mendapatkan diskriminasi karena penampilan mereka yang berbeda. Seseorang yang terlahir dengan Quirk Mutant biasanya akan memiliki fitur tambahan pada tubuh mereka atau bahkan punya penampilan seperti hewan. Alasan tersebut yang membuat para pemilik Quirk Mutant tidak diterima meski sejatinya mereka tetap hanyalah manusia dengan Quirk.
Kelima anime di atas membuktikan bahwa isu rasisme bukan hanya tentang perbedaan. Isu rasisme bisa datang dari mana saja, entah karena kebencian yang dipupuk sejak lahir, ketakutan akan orang-orang yang berbeda, atau bahkan sekadar propaganda pemerintah. Hal ini yang menjadi alasan kenapa isu rasisme masih bertahan hingga sekarang. Jadi, bagaimana menurutmu?


















