Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Matt Damon dan Ben Affleck Dituntut Polisi Miami Buntut Film The Rip
Ben Affleck dan Matt Damon dituntut karena The Rip, kenapa? (dok. Netflix/The Rip)

Film thriller-aksi polisi Netflix yang sempat ramai di awal tahun, The Rip (2026), mendadak menjadi sorotan lagi. Bukan karena plotnya, melainkan masalah hukum yang menyeret dua nama besar Hollywood, Matt Damon dan Ben Affleck. Kedua bintang The Rip tersebut kini menghadapi gugatan dari dua polisi Miami-Dade yang merasa karakter dalam film itu terlalu mirip dengan diri mereka di dunia nyata.

Pada awalnya, film produksi Artists Equity ini dipromosikan sebagai thriller kriminal yang terinspirasi dari kejadian nyata. Namun, setelah dirilis, sejumlah pihak justru menilai dramatisasi ceritanya dianggap melewati batas dan merusak reputasi aparat yang terlibat dalam kasus asli.

1. Ben Affleck dan Matt Damon dituntut karena gambaran polisi yang tak sesuai

Ben Affleck dan Matt Damon di The Rip (dok. Netflix/The Rip)

Gugatan tersebut dilayangkan oleh Sersan Jason Smith dan Detektif Jonathan Santana. Keduanya merasa keberatan terhadap penggambaran karakter dalam film yang dinilai sangat mirip dengan sosok mereka di dunia nyata, yang diperankan oleh Damon dan Affleck. Namun sayangnya, dicitrakan dengan perilaku negatif dan tidak etis sebagai penegak hukum.

"Film ini menggambarkan anggota tim narkotika penggugat yang dapat diidentifikasi sebagai sosok yang korup, kriminal, dan tidak beretika secara profesional," bunyi poin dalam dokumen gugatan tersebut seperti dilansir The Hollywood Reporter (12/5/2026).

The Rip sendiri merupakan film aksi yang terinspirasi dari peristiwa nyata pada 2016 silam. Saat itu, pihak kepolisian Miami-Dade melakukan penggerebekan besar-besaran di sebuah rumah di Miami Lakes dan menemukan uang tunai lebih dari 20 juta dolar AS yang disembunyikan di dalam ember plastik di balik dinding rumah. Dari situ, berbagai drama dan konspirasi pun mulai bermunculan.

2. Elemen drama dalam The Rip dianggap terlalu melenceng

Ben Affleck dan Matt Damon di The Rip (dok. Netflix/The Rip)

Meski The Rip mencantumkan label "terinspirasi dari kisah nyata," kedua polisi tersebut menegaskan bahwa elemen drama dalam film telah melenceng jauh dari fakta yang sebenarnya terjadi. Dalam film, karakter yang diperankan Damon dan Affleck (Lt. Dane Dumars dan J. D. Bryne) digambarkan terlibat dalam konspirasi pencurian uang sitaan, hingga melakukan aksi kekerasan terhadap agen federal.

"Terlepas dari fakta bahwa penyitaan besar-besaran memang terjadi, peristiwa-peristiwa kriminal yang digambarkan dalam film tersebut tidak pernah terjadi," tegas para penggugat dalam dokumen hukum mereka.

Jonathan Santana bahkan menyebut judul film, yakni The Rip, sendiri memiliki makna negatif yang seolah mengarah pada tindakan pencurian.

"Saat Anda melakukan 'Rip,' artinya Anda mencuri sesuatu. Kami tidak pernah mencuri satu dolar pun. Orang-orang kini mendekati kami dan bertanya berapa banyak ember uang yang saya simpan," ungkap Santana kepada media setempat.

3. Perilisan The Rip memberikan tekanan kepada polisi setempat

Ben Affleck dan Matt Damon di The Rip (dok. Netflix/The Rip)

Dalam gugatan tersebut, para penggugat mengaku mengalami tekanan emosional hingga kehilangan peluang karier akibat citra "polisi kotor" yang melekat setelah film tersebut tayang di Netflix pada 16 Januari 2026.

"Para penggugat telah menderita kerugian substansial terhadap reputasi pribadi dan profesional mereka karena film dan promosinya menyiratkan pelanggaran perilaku dan penilaian yang buruk," lanjut tim kuasa hukum penggugat.

Di sisi lain, pihak Artists Equity melalui pengacaranya menegaskan bahwa The Rip merupakan karya fiksi, meski mengambil inspirasi dari peristiwa nyata di Miami Lakes.

"Karakter dan peristiwa yang digambarkan telah difiksionalisasi untuk tujuan dramatis, dan kemiripan apa pun dengan orang yang sebenarnya adalah murni kebetulan dan tidak disengaja," tulis pihak studio dalam surat balasan mereka.

Hingga kini, kasus tersebut masih bergulir di pengadilan federal Florida, Amerika Serikat. Banyak pengamat hukum menilai perkara ini bisa menjadi preseden penting tentang batas antara kebebasan artistik industri film dengan perlindungan nama baik individu yang dijadikan inspirasi karakter di dalamnnya.

Editorial Team