Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Musisi Barat yang Memilih Pensiun saat Karier Berada di Puncak

Kate Bush
Kate Bush (Facebook.com/Kate Bush)
Intinya sih...
  • Syd Barrett (Pink Floyd) memilih pensiun saat perilaku tidak stabil dan masalah kesehatan mental.
  • Lauryn Hill menarik diri dari industri musik karena tekanan industri dan kelelahan mental.
  • Cat Stevens meninggalkan dunia musik setelah pengalaman spiritual mendalam dan memeluk Islam.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika seorang musisi berhasil mencapai puncak popularitas, kebanyakan orang akan mengira mereka ingin bertahan selama mungkin di atas sana. Tur dunia, album laris, pujian kritikus, dan pengaruh budaya biasanya jadi alasan kuat untuk terus melaju. Namun kenyataannya, tidak semua musisi melihat ketenaran sebagai tujuan akhir.

Beberapa justru memilih mundur ketika karier mereka sedang bersinar terang. Alasannya beragam, mulai dari kesehatan mental hingga kejenuhan terhadap industri musik yang menekan. Keputusan ini sering terasa mengejutkan, bahkan menyisakan tanda tanya besar bagi para penggemar. Berikut lima musisi barat yang memilih pensiun saat kariernya berada di puncak.

1. Syd Barrett (Pink Floyd)

Syd Barrett
Syd Barrett (sydbarrett.com)

Syd Barrett adalah sosok sentral di awal perjalanan Pink Floyd. Ia dikenal sebagai penulis lagu utama dengan lirik unik dan imajinasi liar yang membentuk identitas awal band tersebut. Namun memasuki tahun 1968, perilakunya mulai tidak stabil, diduga akibat penggunaan obat-obatan yang berlebihan serta masalah kesehatan mental yang tak tertangani.

Akhirnya, Barrett dikeluarkan dari Pink Floyd dan posisinya digantikan oleh David Gilmour. Meski sempat merilis dua album solo, The Madcap Laughs dan Barrett, ia perlahan menghilang dari dunia musik. Sejak awal 1970-an, Barrett memilih hidup menyendiri di Cambridge untuk fokus melukis dan menjauh dari sorotan publik.

2. Lauryn Hill

Lauryn Hill
Lauryn Hill (facebook.com/Ms. Lauryn Hill)

Kesuksesan The Miseducation of Lauryn Hill (1998) menjadikan Lauryn Hill ikon lintas genre. Album ini tidak hanya laris secara komersial, tetapi juga dianggap sebagai mahakarya yang memengaruhi generasi musisi setelahnya. Di usia yang masih sangat muda, Hill tampak memiliki masa depan tanpa batas.

Namun secara mengejutkan, Lauryn Hill justru menarik diri dari industri musik. Ia jarang merilis karya baru, membatalkan tur, dan menghindari media. Dalam berbagai kesempatan, Hill menyebut tekanan industri dan kelelahan mental sebagai alasan utama, membuat kepergiannya terasa sebagai kehilangan besar dalam musik modern.

3. Cat Stevens

Cat Stevens
Cat Stevens (facebook.com/Yusuf Cat Stevens)

Cat Stevens adalah salah satu penyanyi folk-pop paling populer di era 1970-an dengan lagu-lagu seperti 'Father and Son' dan 'Peace Train'. Di tengah popularitas globalnya, sebuah pengalaman hampir tenggelam pada 1976 menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Peristiwa itu membawanya pada pencarian spiritual yang mendalam.

Pada 1977, ia memeluk Islam, mengganti nama menjadi Yusuf Islam, dan secara resmi meninggalkan dunia musik. Selama hampir 30 tahun, ia tidak merilis album pop dan lebih fokus pada pendidikan serta kegiatan kemanusiaan. Ketika akhirnya kembali ke musik pada 2006, karyanya hadir dengan pendekatan yang jauh lebih spiritual.

4. Kate Bush

Kate Bush
Kate Bush (Facebook.com/Kate Bush)

Kate Bush dikenal sebagai musisi visioner dengan gaya art pop yang eksperimental dan sangat personal. Meski sukses besar sejak debutnya di akhir 1970-an, ia selalu menjaga jarak dari kehidupan selebritas. Sepanjang kariernya, Kate Bush hanya menjalani satu tur besar dan selebihnya memilih bekerja di balik layar.

Album 50 Words for Snow (2011) sukses secara komersial di Inggris, tetapi alih-alih memanfaatkan momentum itu untuk comeback besar, Bush justru semakin jarang muncul. Bahkan saat lagunya 'Running Up That Hill' kembali viral lewat serial Stranger Things (2022), ia tetap memilih diam. Privasi hidupnya tampaknya jauh lebih penting daripada sorotan dunia.

5. Bill Withers

Bill Withers
Bill Withers (Facebook.com/Bill Withers)

Bill Withers adalah penulis lagu jenius di balik karya abadi seperti 'Ain’t No Sunshine', 'Lean on Me', dan 'Use Me'. Pada pertengahan 1970-an, namanya berada di jajaran teratas musik soul dan R&B. Namun di balik kesuksesan itu, Withers merasa frustrasi dengan tekanan label rekaman dan dinamika industri musik.

Alih-alih bertahan, ia memilih perlahan mundur dari dunia musik pada awal 1980-an. Withers jarang tampil di publik dan hampir tidak pernah mempromosikan karya baru. Meski kariernya relatif singkat, lagu-lagunya tetap hidup yang membuktikan bahwa dampak besar tidak selalu membutuhkan waktu panjang.

Keputusan untuk pensiun di puncak karier memang terdengar tidak masuk akal bagi banyak orang. Namun kisah-kisah di atas menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu sejalan dengan kebahagiaan. Dari lima musisi ini, menurutmu siapa yang kepergiannya paling terasa hingga sekarang?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More

9 Potret Artis di Red Carpet Vidio Penasaran 2026, Ada Geng Rangga & Cinta

06 Feb 2026, 22:53 WIBHype