Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
John Lennon | Elvis Presley.
John Lennon (facebook.com/John Lennon) | Elvis Presley (facebook.com/Elvis Presley)

Intinya sih...

  • Johnny Rotten menolak Elvis karena melihatnya sebagai representasi sistem lama yang palsu dan usang.

  • John Lennon kecewa dengan perubahan Elvis yang dianggap kehilangan semangat rock 'n' roll dan menjadi terlalu komersial.

  • Big Mama Thornton merasa bahwa lagunya yang dipopulerkan oleh Elvis membuatnya kaya tanpa mendapatkan pengakuan atau keuntungan finansial yang pantas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Elvis Presley sering disebut sebagai “The King of Rock ‘n’ Roll”, sosok yang mengubah wajah musik populer dunia. Pengaruhnya begitu besar sampai namanya hampir selalu dianggap sakral dalam sejarah musik modern. Namun, di balik status legendaris itu, ternyata tidak semua musisi memandang Elvis dengan rasa kagum.

Beberapa nama besar justru secara terang-terangan mengaku tidak menyukai Elvis Presley, baik karena alasan ideologi, pengalaman pribadi, hingga isu ketidakadilan dalam industri musik. Penolakan ini bukan sekadar soal selera musik, tapi juga menyentuh persoalan identitas. Berikut deretan musisi yang pernah mengaku tidak menyukai Elvis Presley.

1. Johnny Rotten

Johhny Rotten atau John Lyndon (facebook.com/John Lydon)

Sebagai ikon punk rock, Johnny Rotten sejak awal dikenal sebagai sosok yang anti pada simbol musik mainstream. Bagi vokalis Sex Pistols ini, Elvis bukan sekadar musisi, melainkan representasi sistem lama yang menurutnya palsu dan sudah usang. Tak heran jika reaksinya terhadap kematian Elvis pada 1977 terdengar sangat kasar dan tanpa empati.

Dalam wawancara bersama Rolling Stone, Rotten bahkan menyebut kematian Elvis sebagai “good riddance”. Meski pernyataan itu kemudian sedikit dilunakkan bertahun-tahun setelahnya, ia tetap menegaskan bahwa Elvis tidak pernah relevan baginya. Bagi Rotten, Elvis adalah idola generasi orang tuanya sehingga ia memilih untuk menolaknya mentah-mentah.

2. John Lennon

John Lennon (instagram.com/johnlennon)

Ironisnya, John Lennon justru memulai karier musiknya sebagai penggemar berat Elvis Presley. Ia bahkan pernah mengatakan bahwa tanpa Elvis, The Beatles mungkin tidak akan pernah ada. Namun kekaguman itu perlahan berubah menjadi kekecewaan besar setelah Lennon bertemu langsung dengan idolanya.

Lennon merasa Elvis telah berubah dan kehilangan semangat rock ‘n’ roll yang dulu ia wakili. Ia juga mengkritik arah musik Elvis yang dianggap terlalu aman dan komersial, bahkan menyamakannya dengan penyanyi pop lama seperti Bing Crosby. Bagi Lennon, Elvis bukan lagi sosok revolusioner, melainkan bintang yang kehilangan sentuhan dan keberanian artistik.

3. Big Mama Thornton

Big Mama Thornton (dok. Wikimedia)

Nama Big Mama Thornton sering muncul dalam diskusi tentang bagaimana Elvis mengambil alih karya musisi kulit hitam. Lagu legendaris “Hound Dog” yang melejitkan Elvis sejatinya adalah lagu yang pertama kali dipopulerkan Thornton. Versinya sukses besar, tetapi keuntungan finansial dan pengakuan justru nyaris tidak ia rasakan.

Thornton secara terbuka menyebut “Hound Dog” sebagai lagu yang membuat Elvis kaya, sementara dirinya hanya menerima bayaran sekali saja. Dalam berbagai penampilannya, ia kerap menegaskan bahwa lagu itu bukan milik Elvis. Sikapnya di atas panggung menjadi bentuk perlawanan simbolis untuk merebut kembali karya yang menurutnya telah dirampas.

4. Wynton Marsalis

Wynton Marsalis (facebook.com/Wynton Marsalis)

Sebagai musisi jazz yang sangat peduli pada sejarah musik Afrika-Amerika, Wynton Marsalis memandang Elvis dari sudut pandang budaya yang lebih kritis. Ia menilai kesuksesan Elvis tidak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa industri musik Amerika saat itu belum siap mengangkat musisi kulit hitam ke posisi nomor satu. Elvis, menurutnya, diuntungkan oleh sistem tersebut.

Marsalis menyebut Elvis sebagai sosok yang “distasteful” karena membawakan gaya musik yang sebenarnya sudah lama dimainkan oleh musisi kulit hitam, tetapi justru mendapat pengakuan lebih luas. Baginya, ada banyak seniman yang lebih otentik dan lebih hebat dari Elvis, namun terpinggirkan hanya karena warna kulit mereka.

5. Dolly Parton

Dolly Parton (instagram.com/dollyparton)

Hubungan Dolly Parton dan Elvis Presley mungkin tidak diwarnai kebencian terbuka, tetapi ada kekecewaan yang cukup dalam. Elvis pernah ingin meng-cover lagu “I Will Always Love You”, namun meminta sebagian besar hak penerbitan lagu tersebut. Parton, meski sangat mengagumi Elvis sebagai penyanyi, memilih menolak demi menjaga kendali atas karyanya.

Lebih dari itu, Parton juga mengkritik gaya hidup Elvis yang menurutnya kehilangan kebebasan pribadi karena ketenaran. Ia tidak ingin menjadi bintang dengan harga kehilangan kehidupan normal. Bagi Parton, Elvis adalah contoh bagaimana ketenaran dan kekayaan bisa menjauhkan seseorang dari kehidupan yang sederhana dan bermakna.

Elvis Presley mungkin akan selalu dikenang sebagai legenda besar, tetapi kisah di balik ketidaksukaan para musisi ini menunjukkan bahwa Elvis ternyata jauh lebih kompleks. Jadi, menurutmu apakah alasan kelima musisi di atas terbilang valid untuk tidak menyukai Elvis Presley?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team