Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nadya Arina Pastiin Film Penerbangan Terakhir Gak Sudutkan Profesi Aviasi

potret Nadya Arina
potret Nadya Arina di kantor IDN, Jakarta, Rabu (7/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya sih...
  • Nadya Arina tegaskan film Penerbangan Terakhir tidak bertujuan untuk menyudutkan profesi pilot dan pramugari
  • Takut naik pesawat setelah filmnya rilis
  • Jerome Kurnia makin respect sama pekerjaan di dunia aviasi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seru dan bikin penasaran, begitulah kesan yang saya rasakan saat mewawancarai Nadya Arina dan sang kekasih, Jerome Kurnia dalam agenda media visit di kantor IDN pada Rabu (7/1/2026) siang. Di tengah suasana yang hangat dan santai, keduanya sama-sama antusias mempromosikan film terbaru mereka berjudul Penerbangan terakhir.

Baik Nadya maupun Jerome kompak berbagi cerita seputar pengalaman syuting mereka yang membuat rasa penasaran saya terhadap film ini semakin besar. Namun di balik itu, Nadya ternyata juga membawa sebuah pesan bijak untuk dibagikan kepada para penonton.

Ia menegaskan bahwa meski berlatar di dunia aviasi, film yang dijadwalkan tayang pada 15 Januari 2026 ini tidak bertujuan untuk menjelekkan profesi pilot ataupun pramugari. Menurutnya, film Penerbangan Terakhir hanya mengangkat satu cerita dari sudut pandang tertentu tanpa menggeneralisasi profesi tersebut.

1. Nadya Arina tegaskan film Penerbangan Terakhir tidak bertujuan untuk menyudutkan profesi pilot dan pramugari

potret Jerome Kurnia dan Nadya Arina
potret Jerome Kurnia dan Nadya Arina di kantor IDN, Jakarta, Rabu (7/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Meski belum tayang di bioskop, Penerbangan Terakhir sudah cukup ramai dibicarakan karena ceritanya yang mengangkat tentang skandal perselingkuhan pilot dan pramugari. Premis ini memicu beragam reaksi netizen di media sosial, bahkan banyak yang menghubungkannya dengan skandal serupa yang sempat viral.

Sebagai respons, Nadya menegaskan bahwa film Penerbangan Terakhir tidak pernah bertujuan untuk menjelekkan profesi pilot maupun pramugari. Ia menekankan bahwa cerita yang diangkat hanyalah satu kisah dengan latar dunia aviasi saja, bukan gambaran menyeluruh tentang para pekerja di bidang tersebut.

“Gak ada yang mau menjelekkan satu pekerjaan bahwa semua pramugari dan pilot seperti itu. Ini hanya oknum aja. Even, di pekerjaan kita sebagai aktor atau pekerjaan kalian juga pasti banyak yang seperti itu. Cuma kebetulan yang diangkat adalah ini,” kata Nadya Arina dengan nada serius.

2. Takut naik pesawat setelah filmnya rilis

potret Nadya Arina
potret Nadya Arina di kantor IDN, Jakarta, Rabu (7/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Meski sudah menjelaskan bahwa film ini tidak bertujuan untuk menjelekkan profesi di dunia aviasi, tetap saja ada keresahan di benak Nadya. Ia mengaku takut naik pesawat setelah film ini resmi dirilis di bioskop karena khawatir akan ada kesalahpahaman dari para penonton, khususnya mereka yang bekerja di dunia aviasi.

Nadya menceritakan, bahkan sebelum Penerbangan Terakhir dirilis, ia telah menerima komentar negatif di media sosialnya.

“Ada beberapa yang udah sampai ke media sosial aku, yang beberapa orang-orang yang kerja di aviasi juga, komplain. Maksudnya kayak, ‘Kok gitu sih ngepotretnya. Ini tuh sebuah pekerjaan yang bener loh. Kita tuh beneran kerja atau apa gitu’. Tapi mereka belum nonton, udah bisa ngomong gitu,” kata Nadya.

3. Jerome Kurnia makin respect sama pekerjaan di dunia aviasi

potret Jerome Kurnia
potret Jerome Kurnia di kantor IDN, Jakarta, Rabu (7/1/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Sementara itu, Jerome Kurnia, pemeran Kapten Deva, justru merasa bahwa syuting film Penerbangan Terakhir telah mengubah banyak cara pandangnya. Lewat proses pendalaman karakter, Jerome mengaku jadi semakin memahami betapa besarnya tanggung jawab para pekerja di dunia aviasi, khususnya pilot.

“Betapa susah dan beratnya pekerjaan pilot, dengan lo harus fit secara raga dan jiwa. Banyak yang bergantung pada diri lo dan lo juga harus banyak belajar dan terus belajar karena pesawat itu berubah-berubah terus. Jadi kayak bener-bener harus tajam gitu sih,” ucap Jerome Kurnia sambil tersenyum.

Karena hal tersebut, Jerome merasa semakin respek terhadap pekerjaan orang-orang di dunia aviasi. “Jadi singkatnya, aku jadi tambah respect kepada pekerjaan orang-orang aviasi.”

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria
Follow Us

Latest in Hype

See More

[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Masuk Team Dream JKT48?

11 Jan 2026, 04:33 WIBHype