Sosok Nami sebagai navigator kru Topi Jerami memang tidak bisa dipisahkan dari citranya yang sangat mencintai uang. Kamu pasti sering melihat momen lucu ketika matanya berubah menjadi simbol Berry setiap kali mendengar kata harta karun atau saat ia membebankan bunga pinjaman yang sangat tinggi kepada teman-temannya. Sifat materialistis ini sering kali dianggap sebagai bumbu komedi semata yang membuat interaksi antar karakter menjadi lebih hidup dan menghibur.
Namun di balik tingkah konyol dan ketegasannya soal finansial, obsesi Nami terhadap kekayaan sebenarnya menyimpan lapisan psikologis yang cukup kelam. Oda Sensei merancang karakter ini bukan sekadar sebagai wanita yang serakah, melainkan sebagai seorang penyintas yang menjadikan uang benteng pertahanan diri dari masa lalu yang traumatis. Jika ditelusuri lebih dalam, kegilaannya pada harta adalah respons alami terhadap rasa takut kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.
