Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
cuplikan adegan dalam film Sorry, Baby
cuplikan adegan dalam film Sorry, Baby (dok. Tango Entertainment/Sorry, Baby)

Intinya sih...

  • Film No Other Choice gak masuk nominasi Film Fitur Internasional Terbaik

  • Paul Mescal gak masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik

  • Miles Caton gak masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam ajang penghargaan, seperti Oscar, pasti selalu ada perdebatan tentang film-film apa yang harus masuk nominasi. Pasalnya, banyak banget film-film hebat yang layak diakui.

Dalam penghargaan Oscar sendiri, biasanya hanya ada lima kandidat per nominasi penghargaan. Meskipun Oscar bisa memberikan hingga sepuluh kandidat untuk Film Terbaik, tapi pasti ada lebih banyak film yang layak di setiap kategorinya. Nah, jadinya, pasti akan ada snub (pengabaian). Ini pun terjadi pada penyelenggaraan Academy Award 2026.

Para penonton dan pengamat film melihat ada beberapa snub yang mengecewakan dan bikin kaget ketika nominasi Oscar 2026 diumumkan. Kamu pasti kaget melihat Delroy Lindo mendapatkan nominasi Aktor Pendukung Terbaik untuk penampilannya yang luar biasa dalam Sinners. Apalagi banyak yang memprediksi bahwa nominasi buat aktor tersebut kecil kemungkinannya. Nah, kira-kira apa saja Oscar Snub 2026 yang buat para penikmat film gak nyangka dan kecewa? Ini daftarnya!

1. No Other Choice gak masuk nominasi Film Fitur Internasional Terbaik

cuplikan adegan dalam film No Other Choice (dok. CJ Entertainment/No Other Choice)

Film No Other Choice seharusnya masuk nominasi Film Terbaik. Sebab, film ini layak banget mendapat pujian sebagai film thriller Korea yang gelap dan secara humoris merangkum kejadian-kejadian buruk tentang dunia. Film ini sendiri mengikuti Yoo Man-su (Lee Byung Hun) yang baru saja dipecat. Ia bisa saja mendapat pekerjaan, asalkan ia membunuh pesaingnya terlebih dahulu. Ini merupakan sindiran keras untuk sistem kapitalisme.

Dari sutradara Park Chan Wook, No Other Choice punya sinematografi yang luar biasa, lho. Inilah yang membuat rumah dan halaman Man-su tampak hidup. Film ini pun menjadi kandidat kuat untuk Film Fitur Internasional Terbaik.

Park Chan Wook memang agak kesulitan untuk memikat hati para juri Oscar. Gak satu pun filmnya pernah dinominasikan untuk penghargaan, meskipun layak. Contohnya saja Decision to Leave, yang hanya masuk daftar pendek untuk Film Fitur Internasional Terbaik pada tahun rilisnya. Mungkin kepekaan Park tentang kondisi dunia saat ini dianggap esoteris untuk diapresiasi Oscar.

2. Paul Mescal gak masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik

cuplikan adegan dalam film Hamnet yang diperankan Paul Mescal (dok. Hera Pictures/Hamnet)

Penghargaan Aktris Terbaik di Oscar 2026 sudah dipastikan milik Jessie Buckley. Sebab, Jessie Buckley menerima banyak pujian dan menjadi favorit untuk menang Oscar sejak film Hamlet dirilis. Peran Jessie Buckley sebagai Agnes, istri William Shakespeare, bisa dibilang sangat mengiris hati dan ngena banget dalam tragedi kehidupan Shakespeare ini, terutama ketika putranya meninggal.

Namun, lawan mainnya, Paul Mescal yang memerankan Shakespeare sendiri, justru kena snub Oscar, nih. Apa karena karakternya yang kurang menonjol, mengingat Agnes punya peran penting dengan memberinya dorongan untuk mengejar mimpinya. Meskipun demikian, ia menunjukkan kemampuan aktingnya yang luar biasa ketika ia berjuang untuk tetap tegar. Agnes bahkan gak yakin apakah Shakespeare punya rasa sakit yang sama seperti dirinya sampai ia melihat drama Hamlet yang ditulisnya, yang membahas tentang rasa kehilangan.

Penghargaan Aktor Pendukung Terbaik di Oscar 2026 sendiri dipenuhi dengan talenta-talenta hebat. Sejujurnya, kebanyakan pengamat film mengira kalau Paul Mescal akan menjadi kandidat kelima nominasi, tapi ini justru diberikan kepada Delroy Lindo (sebuah pencapaian yang sangat disambut baik). Paul Mescal mungkin kalah tahun ini, tapi jika kita melihat perkembangan kariernya, bisa saja nanti ia masuk nominasi Oscar.

3. Miles Caton gak masuk nominasi Aktor Pendukung Terbaik

cuplikan adegan yang diperankan Miles Caton dalam Sinners (dok. Proximity Media/Sinners)

Sinners memecahkan rekor Oscar dengan total 16 nominasi, terbanyak dalam sejarah. Namun, akting Miles Caton dalam peran film pertamanya ini pantas banget mendapat pengakuan Oscar. Ia mampu bersaing dengan aktor legendaris, seperti Delroy Lindo, Michael B. Jordan, dan Wunmi Mosaku.

Si kembar Jordan, Smoke dan Stack, mungkin mendapat lebih banyak perhatian, tetapi Sammie yang diperankan Miles Caton bisa dibilang merupakan jantung dari film ini. Intinya, film Sinners gak akan sukses tanpa kehadiran Miles Caton yang mampu memerankan Sammie dengan bakatnya yang menakjubkan. Meskipun gak masuk nominasi Oscar, Miles Caton masih muda dan kemungkinan kariernya masih panjang.

4. Jafar Panahi gak masuk nominasi Sutradara Terbaik

Jafar Panahi di Festival Film Cannes 2025 (commons.wikimedia.org/Kacy Bao)

Oscar memberikan sepuluh nominasi untuk Film Terbaik. Sayangnya, hanya lima nominasi yang diberikan untuk Sutradara Terbaik. Jadi bisa kita asumsikan kalau jajaran sutradara yang menerima nominasi Oscar pasti terdiri dari para seniman yang filmnya masuk nominasi Film Terbaik.

Oleh sebab itu, film It Was Just an Accident yang gak mendapatkan nominasi besar tersebut, membuat peluang sutradara Jafar Panahi untuk masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik sangatlah kecil. Meskipun begitu, ada keinginan dari para pengamat film kalau Jafar Panahi harusnya masuk nominasi Oscar. Jafar Panahi sendiri bahkan dikritik dari kalangan pejabat politik di negara asalnya, Iran, karena membuat film tersebut.

It Was Just an Accident sendiri merupakan sebuah film thriller balas dendam tentang seorang laki-laki yang mencari keadilan karena pernah disiksa di masa lalu. Film ini bukanlah sekadar hiburan tanpa makna. Karya-karya tersebut merupakan bentuk protes Jafar Panahi untuk melawan rezim yang dianggapnya menindas rakyat Iran.

It Was Just an Accident sendiri dinominasikan untuk Film Fitur Internasional Terbaik dan Skenario Asli Terbaik. Meskipun begitu, film ini harusnya menerima lebih banyak nominasi. Nah, karena filmnya masuk nominasi Film Fitur Internasional Terbaik, Jafar Panahi harusnya bisa masuk nominasi Sutradara Terbaik (kemungkinan menggantikan Josh Safdie.) Namun, itu hanyalah impian yang tertunda.

5. Chase Infiniti gak masuk nominasi Aktris Terbaik

cuplikan adegan yang diperankan Chase Infiniti dalam One Battle After Another (dok. Warner Bros. Pictures/One Battle After Another)

Seperti Miles Caton, Chase Infiniti juga pertama kali debut dalam film One Battle After Another. Kesamaan lain yang mereka punya adalah karakter yang diperankan Chase Infiniti, yaitu Willa Ferguson, menjadi inti cerita dalam film tersebut. Sebab, ia berusaha melarikan diri dari Kolonel Jockjaw (Sean Penn). Sementara ayahnya, Bob (Leonardo DiCaprio), berusaha mencarinya.

Akting Chase Infiniti sangat luar biasa dalam film ini. Nah, banyak yang mengira kalau ia akan masuk nominasi Oscar 2026. Chase Infiniti sendiri pernah dinominasikan untuk penghargaan Aktris Terbaik di Golden Globes dan The Actor Award, jadi rasanya mudah saja untuk masuk nominasi Oscar. Sayangnya ia gagal. Mungkin Academy merasa kalau Chase Infiniti perlu membuktikan bakatnya lebih banyak lagi sebelum dinominasikan dalam ajang sekelas Oscar.

6. Wicked: For Good gak masuk nominasi Desain Kostum dan Desain Produksi Terbaik

cuplikan adegan dalam film Wicked: For Good (dok. Universal Pictures/Wicked: For Good)

Film Wicked: For Good sama sekali gak masuk nominasi Oscar. Memang benar, menurut beberapa kritikus, film ini gak terlalu bagus, terutama jika dibandingkan dengan film pertamanya. Itulah sebabnya kenapa Wicked: For Good gak dilirik Oscar.

Akting Ariana Grande dan Cynthia Erivo sendiri masih terbilang cukup konsisten dan bagus, terutama sebagai Glinda dan Elphaba. Namun, beberapa berpendapat kalau akting gemilang mereka sudah memudar. Nah, yang lebih gongnya lagi, film ini bahkan gak masuk nominasi Kostum Terbaik dan Desain Produksi Terbaik.

Pasalnya, itulah dua kategori yang dimenangkan Wicked tahun lalu. Dengan kualitas yang sama, banyak yang mungkin mengira kalau Wicked: For Good bisa saja masuk nominasi. Tapi, daya tarik magis yang dimiliki Wicked terhadap para juri Academy tahun lalu seolah lenyap begitu saja untuk tahun ini.

7. Sorry, Baby gak masuk nominasi apa pun

cuplikan adegan dalam film Sorry, Baby (dok. Tango Entertainment/Sorry, Baby)

Sorry, Baby adalah salah satu film yang paling diremehkan pada 2025. Jadi mungkin gak terlalu mengejutkan jika Oscar gak ngelirik sama sekali. Film ini sendiri punya kisah kelam yang diceritakan secara non-linear tentang seorang perempuan yang mengalami pelecehan seksual dan depresi yang dialaminya. Kisah ini bisa dibilang penuh dengan trauma, tapi punya humor di beberapa bagian ceritanya dan ngasih harapan di akhir cerita.

Kesuksesan ceritanya membuktikan kualitas naskah film tersebut, yang seharusnya mendapatkan nominasi Skenario Asli Terbaik. Bahkan, penghargaan akting pun bisa saja diraih Eva Victor, tapi film ini justru gak menerima nominasi sama sekali. Eva Victor sendiri menerima ​​pujian dari Julia Roberts di Golden Globes.

8. Joel Edgerton gak masuk nominasi Aktor Terbaik

cuplikan adegan yang diperankan Joel Edgerton dalam Train Dreams (dok. Black Bear/Train Dreams)

Train Dreams menerima nominasi Film Terbaik, di samping beberapa nominasi lainnya. Namun, agak mengejutkan jika film ini diakui sebagai film yang luar biasa tanpa memuji akting Joel Edgerton. Soalnya, film ini bergantung sepenuhnya pada perannya sebagai Robert Grainier.

Sejujurnya, akting Joel Edgerton memang gak terlalu mencolok. Aktingnya mengikuti perjalanan dari seorang anak laki-laki hingga menjadi penebang kayu yang istri dan anaknya meninggal. Ada kesedihan dalam diri Robert yang semakin parah saat ia melihat banyak rekan penebang kayunya meninggal dunia sebelum waktunya.

Mungkinkah Academy Award cenderung menghargai akting dari aktor yang berpengalaman ketimbang aktor muda yang aktingnya bagus? Nah, kecenderungan ini rupanya menjelaskan kenapa Lily Gladstone kalah untuk aktingnya dalam Killers of the Flower Moon, meskipun aktingnya gak bisa dilupakan dalam film tersebut.

9. The Testament of Ann Lee gak menerima nominasi Oscar sama sekali

cuplikan adegan dalam film The Testament of Ann Lee (dok. Annapurna Pictures/The Testament of Ann Lee)

The Testament of Ann Lee memang bukan film box office. Namun, jika kamu pernah menonton film drama musikal ini, pasti kamu sadar kalau film ini harusnya menerima beberapa nominasi Oscar. Setuju gak?

Amanda Seyfried juga harusnya masuk nominasi Aktris Terbaik. Aktingnya dalam film The Testament of Ann Lee sangat garang, tapi juga rapuh. Ia berperan sebagai seorang pemimpin agama dan ibu yang penuh kasih. Suaranya sempurna dalam menyoroti momen-momen tertentu.

The Testament of Ann Lee bisa dibilang mampu mengisi kekosongan yang dilewatkan Wicked: For Good karena memberi pilihan terbaik buat Academy tentang musikal yang berdasarkan fakta sejarah. Sayangnya, lagu "Clothed by the Sun", yang mengakhiri film ini, justru gak masuk dalam kategori Lagu Asli Terbaik.

10. Wake Up Dead Man gak masuk nominasi Skenario Adaptasi Terbaik

cuplikan adegan dalam film Wake Up Dead Man (dok. T-Street Productions/Wake Up Dead Man)

Film Knives Out (2019) mengantarkan penulis sekaligus sutradara Rian Johnson meraih nominasi Skenario Asli Terbaik. Sementara sekuelnya, Glass Onion, menerima nominasi Skenario Adaptasi Terbaik. Sayangnya, Rian Johnson gak meraih kemenangan untuk ketiga kalinya karena Wake Up Dead Man gak masuk nominasi Skenario Asli Terbaik walau bisa dibilang punya skenario terbaik di antara semuanya.

Film Knives Out sendiri menggabungkan tema sosial dan politik ke dalam cerita detektif. Nah, kalau Wake Up Dead Man berfokus lewat lensa agama. Film ini punya dialog yang kuat dalam menentang doktrin agama tanpa menggurui. Belum lagi misteri dalam film ini yang sulit ditebak.

Namun, baik Knives Out maupun Glass Onion ternyata gak menang Oscar meski masuk nominasi. Jadi kecil kemungkinan kalau film Wake Up Dead Man bisa membawa pulang piala Oscar, apalagi prediksi pengamat film meleset kalau film ini ternyata gak menerima nominasi Oscar. Namun, kehebatan Rian Johnson dalam bercerita patut diakui.

11. Jesse Plemons gak masuk nominasi Aktor Terbaik

cuplikan adegan yang diperankan Jesse Plemons dalam Bugonia (dok. Element Pictures/Bugonia)

Emma Stone menjadi bintang Oscar yang sangat dikagumi. Di usianya yang baru 37 tahun, ia menjadi perempuan termuda yang dinominasikan untuk tujuh Oscar sepanjang kariernya, dan ia memenangkan dua di antaranya. Nominasi Oscar ketujuhnya hadir berkat film Bugonia. Namun, sungguh disayangkan kalau lawan mainnya, Jesse Plemons, gak masuk nominasi.

Jesse Plemons sendiri berhasil berperan sebagai Teddy Gatz. Teddy adalah seorang penganut teori konspirasi yang percaya bahwa CEO Michelle Fuller (Emma Stone) adalah alien. Ia pun menyelidiki dan mengumpulkan banyak bukti. Akan tetapi, seiring berjalannya film, kita tahu betapa rapuhnya dia. Ia adalah laki-laki yang mencari tahu apa tujuan hidup, yang dianggapnya gak masuk akal. Jadi ia berpegang teguh pada satu-satunya teori konspirasi tentang keberadaan alien. Nah, jika kamu mengamati perkembangan akting dan filmograf Jesse Plemons, ini cuma masalah waktu sampai Academy memberinya penghargaan.

12. Odessa A'zion gak masuk nominasi untuk Aktris Pendukung Terbaik

cuplikan adegan yang diperankan Odessa A'Zion dalam film Marty Supreme (dok. Central Pictures/Marty Supreme)

Terlepas dari apakah dia anak dari nepotisme atau bukan, Odessa A'Zion punya bakat akting yang memukau dalam film Marty Supreme. Ia berperan sebagai Rachel Mizler, yang berselingkuh dengan Marty (Timothée Chalamet). Nah, meskipun sudah menikah, ia justru mengandung anak dari Marty.

Kisah itu hanyalah salah satu dari banyak hal yang harus dihadapi Marty saat ingin mencapai turnamen tenis meja international. Rachel pun berada di titik kritis hidupnya. Namun, akting A'Zion yang bertalenta, membuat karakter tersebut menonjol. Jadi rasa sedih dan penyesalannya terlihat sangat nyata.

Nominasi Golden Globes dan Actor Award untuk Aktris Pendukung Terbaik bisa saja membawa Odessa A'Zion ke jalur yang tepat untuk masuk ke nominasi Oscar. Namun, hal itu justru gak terwujud. Apalagi kategori Aktris Pendukung Terbaik menjadi salah satu kategori paling luar biasa tahun ini.

Sebab, Amy Madigan dan Wunmi Mosaku masuk nominasi Aktris Pendukung Terbaik untuk film horor mereka. Elle Fanning dan Inga Ibsdotter Lilleaas juga masuk nominasi untuk film Sentimental Value, dan Teyana Taylor masuk nominasi untuk film One Battle After Another.

13. Miley Cyrus gak masuk nominasi Lagu Orisinal Terbaik

cuplikan adegan dalam film Avatar: Fire and Ash (dok. Lightstorm Entertainment/Avatar: Fire and Ash)

Gak heran jika Avatar: Fire and Ash masuk dalam beberapa nominasi untuk Oscar 2026, meskipun gagal meraih Film Terbaik, dan menjadikannya film Avatar pertama yang gagal menerima penghargaan tersebut. Gak hanya itu permasalahannya, sebenarnya ada satu kategori lagi yang seharusnya dimenangkan Avatar: Fire and Ash, itu adalah Lagu Orisinal Terbaik untuk "Dream as One" karya Miley Cyrus.

Film-film Avatar selalu menampilkan bintang pop untuk mengisi kredit penutup untuk filmnya. Sebelumnya, Leona Lewis dan The Weeknd yang mengisi soundtrack di akhir film Avatar. Lagu Miley Cyrus yang berjudul "Dream as One" berasa banget nyawanya, seolah-olah memberikan penghormatan untuk suku Na'vi yang hidup bersama alam dan duka kehilangan. Ditambah lagi, vokal Miley Cyrus memberikan lagu ini nuansa kebangsaan yang sesuai untuk franchise blockbuster tersebut.

14. Sentimental Value gak masuk nominasi untuk Casting Director Terbaik

cuplikan adegan dalam film Sentimental Value (dok. Mer Film/Sentimental Value)

Penghargaan Oscar 2026 memperkenalkan kategori baru untuk pertama kalinya sejak 2002, yaitu Casting Director Terbaik. Nominasi ini menghadirkan deretan film seperti Sinners, Marty Supreme, One Battle After Another, The Secret Agent, dan Hamnet. Bisa dibilang, kelima film itu layak masuk nominasi, tapi kenapa Sentimental Value gak masuk ini, ya?

Adapun, keempat aktor utama dalam film tersebut—Renate Reinsve, Stellan Skarsgård, Elle Fanning, dan Inga Ibsdotter Lilleaas—semuanya dinominasikan untuk Oscar kategori akting. Ini bisa dibilng prestasi yang langka, dan itu menjdi bukti keberhasilan tim casting-nya yang dipimpin oleh Yngvill Kolset Haga dan Avy Kaufman.

Mereka terbilang sukses mencari para aktor yang tepat untuk peran tersebut. Selain aktor Stellan Skarsgård, tim casting hebat banget bisa menemukan aktor sehebat Ibsdotter Lilleaas, yang belum punya banyak peran penting sebelum Sentimental Value.

15. Jennifer Lawrence gak masuk nominasi Aktris Terbaik

cuplikan adegan yang diperankan Jennifer Lawrence dalam film Die My Love (dok. Black Label Media/Die My Love)

Die My Love memang gak menerima respons positif dari kritikus. Jadi gak heran kalau film ini kurang diapresiasi lewat penghargaan. Film ini bercerita tentang perempuan bernama Grace (diperankan Jennifer Lawrence). Ia terperangkap dalam hubungan toksik sambil berjuang melawan depresi pascapersalinan. Film ini terbilang suram, karena dipenuhi trauma, tapi ada satu hal yang disepakati beberapa kritikus film, yaitu akting Jennifer Lawrence yang dianggap terbaik dalam sepanjang kariernya.

Jennifer Lawrence mendominasi dalam film ini. Ia pun mengaku mengerahkan kemampuan aktingnya secara maksimal, baik secara fisik, terutama saat ia mengamuk, maupun secara emosional, lewat berbagai emosi sepanjang durasi film selama 2 jam ini. Beberapa kritikus setuju kalau perannya menjadi salah satu akting paling berkesan di tahun 2025.

Sayangnya, Die My Love gak menarik perhatian Academy. Jadi kemungkinan besar mengurangi peluang Jennifer Lawrence untuk meraih Oscar tahun ini.

Snub Oscar 2026 ini memang bikin banyak pengamat film terkejut, bahkan ada yang kecewa. Yap, seenggaknya, semua pengabaian dari Oscar 2026 ini menjadi pengingat kalau selalu ada lebih banyak film terbaik untuk ditonton ketimbang yang dinominasikan untuk penghargaan. Nah, kalau pendapat kamu sendiri gimana, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team