5 Film Unggulan yang Kena Snub di Oscar 2026, Ada Wicked: For Good

Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) resmi mengumumkan daftar nominasi Oscar ke-98 pada Kamis (22/1/2026) malam WIB. Ajang perfilman paling bergengsi ini kembali menghadirkan deretan film unggulan dari berbagai genre dan negara. Sinners (16 nominasi), One Battle After Another (13 nominasi), dan Frankenstein (9 nominasi) menjadi tiga film paling bersinar di Oscar 2026.
Meski begitu, menembus nominasi Oscar bukanlah perkara mudah. Pasalnya, proses seleksi dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara (voting) tertutup yang hanya melibatkan anggota AMPAS. Kondisi ini membuat sejumlah film berkualitas gagal menembus Oscar 2026 dan kerap disebut sebagai korban snub.
Film apa saja yang sebenarnya layak tampil di panggung Oscar 2026? Simak ulasannya berikut ini!
1. Mickey 17

Mickey 17 menjadi karya teranyar Bong Joon Ho setelah sukses menyabet Film Terbaik (Best Picture) di Oscar 2020 lewat Parasite (2019). Diadaptasi dari novel Mickey7 (2022) karya Edward Ashton, film ini mengikuti kisah Mickey Barnes (Robert Pattinson), seorang expendable yang ditugaskan mati berulang kali demi menjalankan misi penting. Meski berbalut fiksi ilmiah, Mickey 17 menyuarakan kritik terhadap kapitalisme dan fasisme melalui narasi satir yang gelap.
Sayangnya, pendekatan tersebut tidak cukup untuk membawa Mickey 17 beserta Bong Joon Ho menembus Best Picture di Oscar 2026. Di samping itu, Pattinson yang tampil solid juga luput dari radar kategori Aktor Terbaik (Best Actor). Bahkan, efek visual futuristiknya belum mampu menempatkan Mickey 17 di nominasi Visual Efek Terbaik (Best Visual Effects).
2. Eddington

Sebagai sutradara di balik Hereditary (2018) dan Midsommar (2019), Ari Aster memperluas portofolionya melalui film drama thriller berjudul Eddington. Ia memotret sebuah kota kecil di Amerika Serikat yang terjerumus dalam kekacauan sosial dan politik di tengah pandemik COVID-19. Dibintangi Joaquin Phoenix dan Emma Stone, Eddington kerap disebut sebagai film kritik sosial yang berani dan provokatif, terutama dalam menggambarkan paranoia kolektif selama masa pandemik.
Secara kualitas, Eddington sebenarnya memiliki modal kuat untuk bersaing di kategori Sutradara Terbaik (Best Director) dan Skenario Orisinal Terbaik (Best Original Screenplay). Namun, AMPAS tampak lebih memprioritaskan One Battle After Another sebagai representasi kritik budaya Amerika Serikat yang dianggap lebih sesuai dengan preferensi para anggota. Mengangkat tema serupa, Eddington pun akhirnya tersingkir dari kompetisi Oscar 2026.
3. No Other Choice

Korea Selatan kembali menunjukkan taringnya di panggung perfilman dunia lewat No Other Choice. Film ini mengikuti perjalanan Yoo Man-soo (Lee Byung Hun), seorang pekerja kelas bawah yang terkena PHK hingga memaksanya menempuh cara ekstrem demi bertahan hidup. Diadaptasi dari novel The Ax (1997) karya Donald Westlake, No Other Choice menuai banyak pujian dan berhasil meraih tiga nominasi di Golden Globes 2026.
Walau sempat masuk daftar pendek (shortlist) kategori Film International Terbaik (Best Feature Film), langkah film garapan Park Chan Wook tersebut harus terhenti lebih awal setelah kalah bersaing dengan The Secret Agent, It Was Just an Accident, Sentimental Value, Sirāt, dan The Voice of Hind Rajab. Performa Lee Byung-hun yang tragis sekaligus jenaka pun belum cukup kuat untuk mencapai nominasi Best Actor. Absennya No Other Choice di Oscar 2026 menjadikannya salah satu kasus snub terbesar yang memicu kekecewaan banyak kritikus.
4. Die My Love

Jennifer Lawrence membuktikan kapasitasnya sebagai aktris langganan Oscar dalam Die My Love yang diangkat dari novel karangan Ariana Harwicz. Dalam film garapan Lynne Ramsay tersebut, Lawrence memerankan seorang ibu yang mengalami depresi pascamelahirkan akibat kondisi mental yang rapuh serta minimnya dukungan dari sang suami (Robert Pattinson). Aktingnya yang menjiwai mengantarkannya ke nominasi Penampilan Terbaik Aktris di Film Drama (Best Performace by a Female Actor in a Motion Picture - Drama) di Golden Globes 2026 sekaligus menuai standing ovation di Festival Film Cannes 2025.
Namun, penampilan apik Lawrence justru luput dari perhatian AMPAS. Dirinya tidak masuk nominasi Aktris Terbaik (Best Actress), sementara Die My Love juga tersingkir dari shortlist Sinematografi Terbaik (Best Cinematography). Alhasil, film ini resmi menambah jajaran karya yang dianggap menjadi korban snub di Oscar 2026.
5. Wicked: For Good

Wicked: For Good melanjutkan kisah dari Wicked (2024) yang berada dalam satu semesta dengan The Wizard of Oz. Ia kembali berfokus pada dinamika hubungan Glinda (Ariana Grande) dan Elphaba (Cynthia Erivo) setelah keduanya terpisah karena pilihan hidup yang berbeda. Mengingat kesuksesan Wicked di Oscar 2025, ekspektasi terhadap sekuelnya pun melambung tinggi.
Bagaikan lampu sorot yang tiba-tiba padam, Wicked: For Good justru harus pulang dengan tangan kosong dari Oscar 2026. Meski sempat masuk shortlist di beberapa kategori, termasuk Lagu Orisinal Terbaik (Best Original Song), film ini akhirnya gagal masuk nominasi final. Bahkan, Grande dan Erivo juga absen dari kategori Aktris Terbaik dan Aktris Pendukung Terbaik (Best Supporting Actress), padahal keduanya sempat meraih pengakuan serupa di Golden Globes 2026.
Terlepas dari absennya kelima film tersebut di Oscar 2026, pencapaian mereka di berbagai festival dan ajang penghargaan membuktikan bahwa kualitas sebuah karya tidak semata-mata ditentukan oleh AMPAS. Fenomena snub ini juga menegaskan betapa ketat dan selektifnya proses kurasi di setiap kategori. Dari kelima film di atas, adakah yang pernah kamu tonton?


















