Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjelasan Hubungan Upside Down dan The Abyss Stranger Things

Mind Flayer
Mind Flayer (dok. Netflix/Stranger Things)

Pada awalnya, Stranger Things berfokus pada konflik antara Hawkins dengan Upside Down. Namun, pembangunan dunia Stranger Things ternyata jauh lebih rumit dari yang dibayangkan. Di samping Upside Down, ada dimensi lain yang jauh lebih mengerikan: The Abyss.

Tentunya, The Abyss berbeda dengan Upside Down. The Abyss jauh lebih mengerikan dari sekadar dunia paralel yang dipenuhi oleh monster. Nah, kalau kamu masih bingung dengan perbedaan Upside Down dengan The Abyss, kali ini penulis akan menjelaskan perbedaan Upside Down dan The Abyss. Langsung saja simak pembahasan berikut!

1. Upside Down bukanlah dimensi alternatif

Upside Down
Upside Down (dok. Netflix/Stranger Things)

Upside Down mungkin memang bisa dibilang sebagai dimensi paralel dari Hawkins. Dimulai dari bangunan hingga jalanan, Upside Down benar-benar terlihat seperti versi lain dari Hawkins. Bedanya, Upside Down lebih terlihat seperti habitat para monster, alih-alih manusia.

Iklim di Upside Down selalu gelap dan petir selalu menyambar setiap saat. Bangunan-bangunan di Upside Down dipenuhi oleh benda menjulur yang menjijikkan. Bagian mengerikannya, Upside Down dipenuhi oleh monster jahat yang mengerikan, seperti Demogorgon.

Meski begitu, Upside Down tidak sepenuhnya bisa dibilang sebagai dimensi alternatif dari dunia. Upside Down jauh lebih tidak stabil dan mudah dihancurkan jika dibandingkan dengan The Abyss. Pasalnya, Upside Down sendiri hanya berperan sebagai jembatan yang menghubungkan dunia manusia dengan The Abyss. Upside Down terbentuk saat Eleven tidak sengaja membuka gerbang The Abyss untuk mengirim Henry Creel alias Vecna ke dunia lain. Namun, Vecna memang berperan penting dalam membuat Upside Down menjadi lebih terkoneksi dengan dunia manusia.

2. The Abyss adalah dimensi alternatif yang sesungguhnya

The Abyss
The Abyss (dok. Netflix/Stranger Things)

Berbeda dengan Upside Down, The Abyss sama sekali tidak terlihat seperti dunia paralel dari Hawkins. Ketika kamu memasuki The Abyss, kamu akan melihat dunia yang benar-benar berbeda dari dunia manusia maupun Upside Down. Seperti namanya, The Abyss lebih terlihat seperti neraka ketimbang dunia paralel dari Hawkins.

The Abyss juga merupakan tempat para monster berasal. Selama seri berlangsung, seri memang sudah beberapa kali memperlihatkan Mind Flayer berada di Upside Down. Namun, tubuh asli Mind Flayer sebenarnya berada di The Abyss.

Lalu, kenapa Upside Down lebih terlihat seperti markas bagi para monster? Jawabannya sederhana. Itu karena Upside Down lebih dekat dengan manusia. Upside Down memudahkan para monster untuk menculik anak-anak dari dunia manusia.

Di The Abyss, Mind Flayer berperan sebagai jantung dari dunia mengerikan ini. Setelah kedatangan Henry, Mind Flayer mulai menggunakan Henry sebagai kaki tangan. Sementara itu, Henry ingin menyatukan The Abyss dengan dunia manusia untuk menghancurkan dunia.

3. Jadi, apa hubungan Upside Down dengan The Abyss?

El menghadapi wujud asli Mind Flayer.
El menghadapi wujud asli Mind Flayer. (dok. Netflix/Stranger Things)

Jika kamu pernah mendengar tentang teori lubang cacing, kamu pasti akan segera mengerti hubungan antara Upside Down dan The Abyss. Sederhananya, The Abyss adalah dimensi alternatif, sementara Upside Down adalah lubang cacing itu sendiri. Seperti yang sudah penulis sebutkan, Upside Down hanya berperan sebagai jembatan yang menghubungkan The Abyss dengan dunia manusia.

Itu alasannya, pada musim kelima, para karakter menemukan tembok yang tidak bisa dihancurkan di Upside Down. Para karakter awalnya menduga bahwa tembok tersebut diciptakan oleh Vecna untuk melindungi dirinya sendiri. Mereka juga menduga bahwa Vecna menyembunyikan anak-anak di balik tembok tersebut.

Namun, Dustin Henderson segera menyadari jika tembok tersebut berbentuk bulat layaknya lubang cacing. Sekalipun tembok tersebut bisa dihancurkan, mereka tidak akan menemukan apa-apa selain kehampaan. Pasalnya, Henry tidak menyembunyikan anak-anak di balik tembok tersebut, tetapi dirinya bersembunyi di dimensi lain yang terletak di The Abyss.

Hal ini menjadi alasan kenapa menghancurkan Upside Down adalah satu-satunya cara untuk menghentikan segalanya. Dengan menghancurkan jembatannya, The Abyss tidak lagi terhubung dengan dunia manusia. Menghancurkan Upside Down memang tidak secara otomatis menghancurkan The Abyss juga. Namun, dengan kehancuran Upside Down, The Abyss kehilangan perantara ke dunia manusia. Para monster tidak lagi memiliki portal yang memungkinkan mereka untuk memasuki dunia manusia.

Pada dasarnya, Upside Down bukanlah ancaman utama bagi umat manusia dalam semesta Stranger Things. Ancaman mereka yang sesungguhnya adalah The Abyss. Meski begitu, menghancurkan Upside Down tetap menjadi prioritas. Tanpa Upside Down, The Abyss akan kehilangan koneksi dengan dunia manusia. Jadi, bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Hype

See More

5 Alasan Kenapa Holly Jadi Bintang Utama Stranger Things Season 5

14 Jan 2026, 21:44 WIBHype