7 Perbedaan Mencolok Antara SWORD dan CP0 di One Piece

- Unit SWORD terdiri dari mantan anggota Angkatan Laut yang telah mengundurkan diri, memberikan mereka kebebasan bertindak tanpa kendali penuh laksamana armada.
- Anggota SWORD memiliki kebebasan bertindak di lapangan, sementara agen CP0 tunduk pada perintah atasan tanpa memedulikan nyawa atau pertarungan sakral.
- Misi SWORD didorong oleh rasa keadilan moral, sementara CP0 fokus pada menjaga kepentingan politik dan citra penguasa dengan cara apapun.
Dunia One Piece ciptaan Oda Sensei memang tidak pernah kehabisan kejutan, terutama mengenai struktur kekuatan politik di dalamnya. Selama ini kamu mungkin mengira Pemerintah Dunia adalah satu kesatuan yang solid, padahal kenyataannya terdapat pergesekan internal yang cukup tajam antara berbagai faksi. Dua kelompok yang paling mencolok perbedaannya saat ini adalah unit rahasia angkatan laut bernama SWORD dan agen intelijen elit yang dikenal sebagai CP0.
Meskipun sama-sama berada di bawah payung hukum yang sama, filosofi dan cara kerja kedua organisasi ini bagaikan bumi dan langit. SWORD bergerak dengan semangat keadilan moral yang bebas aturan birokrasi, sementara CP0 bertindak sebagai perisai mutlak bagi para bangsawan tanpa memedulikan nilai kemanusiaan. Rivalitas dingin antara kedua kelompok ini sering kali mengarah pada konflik yang tidak diantisipasi di tengah jalan cerita. Berikut adalah deretan perbedaan fundamental yang memisahkan idealisme mereka satu sama lain.
1. Unit SWORD sangat unik dalam struktur komandonya

Hal ini karena anggotanya terdiri dari personel Angkatan Laut yang secara teknis telah mengundurkan diri. Dengan status khusus ini, mereka tidak lagi terikat pada struktur komando resmi yang kaku. Akibatnya, laksamana armada tidak memiliki kendali penuh atas pergerakan mereka. Sebaliknya, CP0 adalah organisasi intelijen tingkat tinggi yang berada langsung di bawah perintah Tenryuubito dan Gorosei. Ini memberikan mereka wewenang tertinggi di lapangan, yang bahkan sering melebihi wewenang Angkatan Laut normal.
2. Antara kebebasan bertindak dan kepatuhan mutlak

Anggota SWORD seperti Koby dan X Drake memiliki kebebasan yang luar biasa untuk membuat keputusan sendiri di lapangan, termasuk mengabaikan aturan jika diperlukan. Mereka memiliki kemampuan untuk menyerang Yonko tanpa menunggu izin birokrasi yang rumit. Ini sangat berbeda dengan agen CP0 yang biasanya tunduk pada perintah atasan. Bahkan jika itu berarti mengorbankan nyawa mereka atau mengganggu pertarungan sakral, seperti saat agen Guernica menahan Luffy di Wano atas perintah Gorosei, mereka akan melakukan tugas tanpa bertanya.
3. Tujuan operasi dan loyalitas yang berbeda

Misi yang dijalankan SWORD biasanya didorong oleh rasa keadilan moral para anggotanya, bukan sekadar perintah atasan. Fokus utama mereka adalah menyelamatkan warga sipil atau menumpas kejahatan tanpa terhalang oleh kepentingan politik yang rumit. Di sisi lain, prioritas utama CP0 murni untuk menjaga kepentingan politik Pemerintah Dunia dan para bangsawan. Tidak heran jika CP0 sering terlibat dalam urusan kotor seperti perdagangan senjata ilegal atau menutupi sejarah kelam demi menjaga citra penguasa tetap bersih.
4. Risiko dan jaminan keselamatan yang berbeda

Menjadi anggota SWORD berarti siap menghadapi prinsip risiko tinggi tanpa jaminan keamanan. Pemerintah Dunia dan Angkatan Laut akan lepas tangan dan menolak sepenuhnya berpartisipasi dalam hal musuh ditangkap atau misi gagal. Mereka hidup sangat berbeda dari agen CP0, yang didukung penuh oleh sumber daya tak terbatas pemerintah. Status elit CP0 memberi mereka perlindungan hukum dan rasa hormat yang tinggi, sementara anggota SWORD harus siap untuk dibuang kapan saja jika keberadaan mereka dianggap menantang posisi pemerintah.
5. Hubungan yang unik dengan bajak laut

Aturan SWORD yang fleksibel memungkinkan anggota melakukan penyusupan jangka panjang ke dalam kru bajak laut, seperti yang dilakukan X Drake di kelompok Kaido. Untuk mencapai tujuan yang lebih besar, mereka bahkan tidak segan bergabung dengan bajak laut untuk waktu singkat.
Sementara itu, CP0 biasanya melihat bajak laut sebagai alat politik atau ancaman yang harus dihancurkan. Namun, CP0 memiliki protokol ketat yang melarang mereka berhadapan langsung dengan kaisar lautan kecuali ada perintah khusus.
6. Transparansi soal identitasnya berbeda

Banyak anggota SWORD yang sehari-hari tetap menjadi perwira aktif Angkatan Laut di markas besar seperti Koby dan Helmeppo. Mereka dapat bergerak bebas saat diperlukan karena status pengunduran diri mereka lebih administratif di luar layar. Ini berbeda dengan agen CP0, terutama pembunuh bertopeng, yang identitas dan cara mereka bergerak sangat dirahasiakan. Ketika agen CP0 muncul di suatu tempat, itu biasanya merupakan indikasi buruk bahwa ada insiden penting yang sedang terjadi di balik layar.
7. Rivalitas internal

Meskipun kedua organisasi ini bekerja di bawah bendera Pemerintah Dunia, mereka tidak memiliki hubungan yang harmonis. SWORD seringkali tidak tahu tentang operasi rahasia yang dilakukan CP0, yang menyebabkan ketegangan di lapangan.
Rivalitas ini muncul di Wano ketika agen CP0 mencoba membunuh X Drake di tengah-tengah kekacauan perang. Situasi ini menunjukkan bahwa di dalam organisasi yang seharusnya saling mendukung, terdapat perselisihan ideologi yang sangat dalam.
Keberadaan dua faksi yang bertolak belakang ini membuktikan bahwa konsep keadilan di dunia One Piece tidaklah tunggal dan sederhana. Oda Sensei berhasil membangun dinamika politik yang rumit di mana anggota angkatan laut pun pada akhirnya harus memilih antara mengikuti hati nurani atau tunduk pada perintah absolut para bangsawan. Ketegangan antara SWORD dan CP0 ini diprediksi akan memegang peranan vital dalam perang besar di saga terakhir nanti, memaksa kamu untuk terus menantikan sisi mana yang akhirnya akan bertahan saat sistem pemerintahan dunia yang lama mulai runtuh.


















