Grammy 2026 akan diselenggarakan pada 1 Februari 2026 mendatang di Los Angeles, Amerika Serikat. Ajang tahunan ini bakal merayakan dunia musik dan dimeriahkan oleh sederet musisi, komposer, dan pencipta musik. Sejak Grammy pertama kali diadakan pada 1959, rekor-rekor selalu tercipta dan terpecahkan tiap tahunnya. Grammy 2026 sendiri juga menjanjikan sejumlah rekor atau pencapaian baru yang berpotensi tercatat. Adapun, berikut prediksinya.
7 Rekor yang Berpotensi Terpecahkan dalam Grammy Awards 2026

Intinya sih...
KPop berpeluang mencetak sejarah baru dalam Grammy 2026. “APT.” atau “Golden” bisa menjadi lagu KPop pertama yang memenangkan piala Grammy.
Rekor individu para musisi papan atas bisa saja terpecahkan. Kendrick Lamar berpeluang menyalip Jay-Z. Sementara, Bruno Mars dan Billie Eilish berpeluang memecahkan rekor kategori Record of the Year.
Musisi perempuan kembali jadi sorotan utama. Lady Gaga berpotensi mencetak rekor kemenangan semalam. Sementara, Olivia Dean bisa mencatat sejarah untuk kategori Best New Artist.
1. "APT." atau "Golden" berpotensi menjadi lagu KPop pertama yang meraih Grammy
KPop memang telah mengukir namanya dalam sejarah Grammy dengan BTS yang telah dinominasikan beberapa kali. Akan tetapi, mereka masih belum berhasil membawa pulang piala untuk Korea Selatan. Lagu "APT." karya Rosé dan Bruno Mars dapat mengakhiri catatan malang tersebut dengan memenangkan salah satu dari tiga nominasi yang diraih, yakni Record of the Year, Song of the Year, dan Best Pop Duo/Group Performance.
Selain itu, "Golden" dari HUNTR/X alias Ejae, Audrey Nuna, dan Rei Ami juga berpeluang menjadi lagu KPop pertama yang meraih Grammy. Secara matematis, "Golden" lebih mungkin meraih rekor ini mengingat lagu tersebut mendapatkan lima nominasi, yakni Song of the Year, Best Pop Duo/Group Performance, Best Song Written for Visual Media (untuk film KPop Demon Hunters), dan Best Remixed Recording (versi David Guetta). Kamu sendiri dukung "APT." atau "Golden", nih?
2. DeBÍ TiRAR MáS FOToS bisa menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang meraih Album of the Year
Pada Grammy 2023, Un Verano Sin Ti karya Bad Bunny sukses menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang dinominasikan sebagai Album of the Year dalam sejarah Grammy. Kini, raper kelahiran Puerto Rico tersebut berharap album barunya yang bertajuk DeBÍ TiRAR MáS FOToS dapat memenangkan kategori tersebut. Pencapaian ini bakal menjadi langkah besar bagi musik Latin dan musik nonberbahasa Inggris untuk makin diterima di kancah internasional.
3. Kendrick Lamar dapat menyalip Jay-Z sebagai raper tersukses dalam sejarah Grammy
Jay-Z dan Beyoncé dikenal sebagai pasangan tersukses dalam sejarah Grammy karena telah telah 188 kali dinominasikan dan memenangkan 60 di antaranya. Jay-Z sendiri dikenal sebagai raper dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah Grammy: 25 kali. Namun, rekor tersebut bisa disalip tahun ini oleh Kendrick Lamar.
Kendrick Lamar menjadi sosok peraih nominasi terbanyak dalam Grammy 2026 dengan sembilan nominasi, termasuk Record of the Year untuk "Luther" dan Album of the Year untuk GNX. Sejauh ini, ia telah mengoleksi 22 piala Grammy. Oleh karena itu, jika Kendrick berhasil membawa pulang setidaknya empat piala dari Grammy 2026, ia akan menyalip Jay-Z dan menjadi raper dengan piala Grammy terbanyak dalam sejarah.
4. Lady Gaga bisa menjadi musisi perempuan dengan kemenangan Grammy terbanyak dalam semalam
Adele dan Beyoncé memiliki satu persamaan karena merupakan musisi perempuan yang membawa pulang piala terbanyak dalam satu edisi Grammy, tepatnya enam piala. Adele meraih rekor ini pada 2010, sedangkan Beyoncé pada 2012. Akan tetapi, Lady Gaga dapat menyalip mereka jika ia memenangkan enam nominasinya tahun ini, seperti Record of the Year untuk "Abracadabra" dan Album of the Year untuk Mayhem.
5. Bruno Mars berpeluang menjadi musisi pertama pemenang Record of the Year empat kali
Lagu "APT." tidak hanya dapat mengantarkan Rosé dan KPop memecahkan berbagai rekor, tetapi juga membantu Bruno Mars menulis ulang sejarah. Jika "APT." sukses meraih Record of the Year, Bruno bakal menjadi musisi pertama yang pernah memenangi kategori tersebut sebanyak empat kali, dengan "Uptown Funk" pada 2016, "24K Magic" pada 2018, dan "Leave the Door Open" pada 2022, terbanyak dalam sejarah Grammy. Sejauh ini, hanya mastering engineer Tom Coyne yang sukses meraih Record of the Year empat kali.
6. Billie Eilish bisa menjadi musisi perempuan pertama yang meraih Record of the Year tiga kali
Billie Eilish memang dikenal sebagai pemecah berbagai rekor di Grammy, seperti musisi termuda yang meraih piala Album of the Year, untuk When We All Fall Asleep, Where Do We Go?, saat ia masih berusia 18 tahun. Untuk Grammy 2026, Billie berpeluang mencatat rekor baru jika "WILDFLOWER" berhasil. Ia akan menjadi musisi perempuan pertama dalam sejarah Grammy yang memenangkan Record of the Year tiga kali. Sebelumnya, ia memenangkan kategori tersebut berkat "bad guy" pada 2020 dan "Everything I Wanted" pada 2024.
7. Olivia Dean berpotensi menjadi musisi perempuan keempat Inggris yang dianugerahi Best New Artist
Tahun 2025 menjadi tahun dengan terobosan besar bagi Olivia Dean, musisi pop Inggris yang berusia 26 tahun. Album keduanya, The Art of Loving, menuai ulasan luar biasa, baik dari pendengar kasual maupun kritikus, bahkan dinominasikan sebagai British Album of the Year dalam ajang BRIT Awards 2026. Oleh karena itu, dengan Olivia meraih nominasi Best New Artist di Grammy 2026, ini membuatnya berpeluang menjadi musisi perempuan keempat Inggris yang memenangkan kategori tersebut, setelah Amy Winehouse pada 2008, Adele pada 2009, dan Dua Lipa pada 2019.
Tujuh rekor di atas hanyalah secuil contoh dari segudang rekor yang dapat tercipta dan tertulis ulang untuk Grammy 2026 nanti. Lantas, mana rekor yang paling kamu harapkan terjadi? Untuk tahu jawabannya, jangan lupa saksikan Grammy 2026, ya. Jadilah saksi sejarah baru dalam dunia musik!