Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rematch dengan Yayan Ruhian di The Furious, Jota: Banyak yang Ngebet
Joe Taslim dan Yayan Ruhian di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (5/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • Film aksi Hong Kong 'The Furious' mempertemukan kembali Joe Taslim dan Yayan Ruhian setelah 15 tahun sejak pertarungan legendaris mereka di 'The Raid', disutradarai Kenji Tanigaki.
  • Keduanya sepakat bahwa 'The Raid' menjadi tonggak penting karier mereka, membuka jalan bagi aktor laga Indonesia untuk dikenal di kancah perfilman internasional.
  • Meski berusia 57 tahun, Yayan tetap menunjukkan stamina luar biasa selama syuting, membuat Joe Taslim dan sutradara kagum karena kemampuan fisiknya nyaris tak berubah sejak dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - The Furious siap menyapa penonton Indonesia. Film aksi Hong Kong yang disutradarai Kenji Tanigaki ini mempertemukan kembali dua ikon laga Indonesia, Joe Taslim dan Yayan Ruhian. Setelah 15 tahun sejak pertarungan legendaris Jaka melawan Mad Dog di The Raid (2011), keduanya kembali berhadapan dalam proyek internasional yang sudah lama dinantikan penggemar.

Pertemuan kembali Joe Taslim dan Yayan Ruhian menjadi salah satu daya tarik terbesar film ini. Bahkan, baik penonton internasional maupun pelaku industri perfilman dunia ngebet untuk melihat pertandingan ulang dua karakter ikonik tersebut.

1. Ketemu Jaka (The Raid) lagi, Yayan takut gak bisa imbangi Joe

Joe Taslim dan Yayan Ruhian saat konferensi pers "The Furious" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (5/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Dunia film aksi rupanya masih ingin melihat Joe Taslim dan Yayan Ruhian kembali beradu fisik di layar lebar. Aktor yang akrab disapa Jota tersebut mengungkapkan, keinginan tersebut juga datang dari pihak studio dan sineas internasional.

"Ini sudah ketiga kali ya. Di The Raid 16 tahun yang lalu, di Hit & Run 8 tahun yang lalu. Bedanya di The Furious ini adalah director dan studio luar yang ingin melihat kita rematch. Ini adalah Edko Films Hongkong dan Lionsgate Amerika, yang emang juga rindu melihat rematch Jaka-Mad Dog," ucap Joe Taslim saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Bagi Yayan Ruhian sendiri, kesempatan kembali bertemu Joe di arena laga menjadi momen yang sangat spesial. Namun di balik antusiasmenya, ada sedikit keraguan yang sempat menghampiri. Yayan mengaku sempat bertanya-tanya apakah dirinya masih mampu mengimbangi Joe Taslim yang dikenal memiliki fisik prima dan disiplin tinggi dalam menjaga kebugaran.

"Ototnya masih kuat, semuanya masih kuat. Sementara saya kan 'wow.' Paling tidak masih bisa ngimbangin," canda aktor sekaligus pesilat ini.

Menariknya, sambutan terhadap The Furious juga sangat positif di berbagai festival internasional. Bahkan ketika menghadiri Toronto International Film Festival pada 6 September 2025, Yayan mengaku masih mendengar teriakan nama karakter mereka dari arah penonton.

"Dan yang sangat membuat saya dan Bang Joe juga (terkejut), saat di Toronto kita muncul mereka masih teriak, 'Jaka dan Mad Dog'," cerita Yayan.

2. Yayan dan Jota anggap The Raid tonggak karier mereka berdua

Joe Taslim dan Yayan Ruhian saat konferensi pers "The Furious" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (5/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Meski kini telah berkiprah di berbagai film produksi internasional, Joe Taslim dan Yayan Ruhian sepakat bahwa The Raid tetap menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier mereka. Bagi Yayan, film karya Gareth Evans tersebut menjadi pijakan yang membuka banyak kesempatan baru, baik di Indonesia maupun mancanegara.

"Kalau ditanya tentang tonggak, pijakan yang membuat saya bisa berada di sini, saya harus mengatakan Merantau film dengan The Raid," ucap Yayan.

Joe Taslim juga mengamini hal tersebut. Menurutnya, The Raid bukan hanya film yang sukses dari segi kritik, tetapi juga titik kelahiran generasi baru aktor laga Indonesia yang kini dikenal dunia.

"Di film The Raid, aku, Iko, Kang Yayan, termasuk Kang Cecep juga, kita semua terlahir di film itu yang melahirkan kita semua sampai ada hari ini. Dan kita sangat bersyukur ya, film yang melahirkan kita film Indonesia. Kita sampai sekarang pun dikenal di dunia action sebagai aktor Indonesia yang bermain di film Indonesia. Dan itu (The Raid) menjadi film yang sangat dihormati sampai sekarang," tambah Jota.

3. Jota kaget Yayan masih bisa bertarung seperti 15 tahun lalu

Joe Taslim dan Yayan Ruhian saat konferensi pers "The Furious" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (5/6/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Meski sempat meragukan dirinya sendiri, Yayan Ruhian membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap tampil maksimal di film laga. Aktor berusia 57 tahun tersebut mengaku terus menjaga kondisi fisik dengan disiplin yang ketat. Motivasi terbesar Yayan datang dari keinginannya untuk tetap mampu bersaing dengan para aktor yang jauh lebih muda darinya.

"Oke, usia saya angkanya lebih tinggi gitu, kan. Tapi mudah-mudahan saya tidak kalah secara fisik sama siapa pun. Dan itu harus saya pertanggungjawabkan keinginan itu. Dengan apa? Kalau mereka latihan tiga kali sehari, saya kalau bisa lebih dari itu. Kalau mereka lari dua hari sekali, saya setiap hari," ucap Yayan.

Dedikasi itu rupanya benar-benar terlihat selama proses syuting. Joe Taslim mengaku terkejut karena kemampuan fisik Yayan nyaris tidak berubah dibanding saat mereka pertama kali bertarung di The Raid belasan tahun silam.

"Aku bingung, 15 tahun lalu berantem sama Kang Yayan, terus kita berantem lagi di The Furious sama aja. Badannya, kuatnya, speed-nya," aku Jota.

Bahkan sang sutradara, Kenji Tanigaki, pun dibuat kagum melihat ketahanan fisik Yayan di tengah jadwal syuting yang melelahkan.

"Pada saat di final fight itu, semua orang udah mulai ngerasain pegel, bengkak-bengkak, ada yang ketarik sini ketarik sana. Kang Yayan duduk cengar cengir aja dia sama saya. Si Kenji bilang gini, 'Orang Indonesia ini gila-gila ya? Ini kuat-kuat banget orang'," jelas Jota sembari tertawa.

Editorial Team

Related Article