potret Derry Sulaiman (Instagram.com/derrysulaiman)
Menanggapi polemik ini, Ustaz Derry Sulaiman yang membimbing Richard Lee dalam proses mualafnya pada tahun lalu turut memberikan tanggapan. Ia menyebut telah melakukan tabayyun terkait kabar pencabutan sertifikat oleh Mualaf Centre Indonesia. Menurut penjelasan yang ia terima dari Hanny Kristianto, tidak ada pihak yang memiliki hak untuk membatalkan keislaman seseorang. Selama seseorang mengaku beragama Islam dan telah bersyahadat, maka ia pun harus diperlakukan sebagai seorang Muslim.
“Saya gak tahu, dicabut apa gaknya, tapi saya sudah tabayyun, kata beliau, ‘Tidak ada hak saya untuk membatalkan keislaman seseorang.’ Dan memang tidak ada satu orang manusia pun yang bisa mengatakan kamu bukan islam kalau orang itu mengaku saya islam dan bersyahadat. Nah, ketika orang itu bersyahadat, ya kita harus memuliakan dia sebagai seorang islam,” kata ustaz Derry Sulaiman di Instagram-nya, @derrysulaiman.
Menurutnya, mualaf merupakan individu yang masih dalam tahap awal pembelajaran, sehingga wajar jika masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dalam keyakinan, pemahaman, maupun praktik ibadah. Ia kemudian mengungkapkan bahwa Richard Lee sendiri pernah menyampaikan masih dalam proses belajar dan belum mampu menjalankan ajaran agama secara sempurna.
“Berkali-kali juga dr. Richard Lee mengaku kepada saya masih belum mampu mengamalkan agama dengan sempurna, saya pun belum mampu, dan pernah berjanji nanti bulan Ramadan saya akan mulai sholat 5 waktu. Bahkan bikin konten dengan ustaz Khalid Basalamah selama satu bulan full, selama bulan Ramadan. Saya rasa, tidak ada alasan kita untuk membatalkan keislaman siapapun juga, termasuk dr. Richard Lee,” lanjutnya.