Respons SLANK Disebut 'Balik ke Setelan Pabrik' Terkait Kritik Penguasa

Jakarta, IDN Times - Kembalinya SLANK dengan lirik-lirik tajam nan kritis lewat album terbaru Republik Fufufafa memicu reaksi di media sosial. Banyak netizen melabeli grup musik legendaris ini 'balik ke setelan pabrik' di banyak kolom komnetar.
Istilah ini merujuk pada kembalinya SLANK sebagai pengkritik penguasa setelah beberapa tahun terakhir dinilai terlalu dekat dengan pemerintah. Namun, alih-alih setuju dengan sebutan tersebut, para personel SLANK justru memberikan jawaban menohok. Apa katanya?
1. Ridho sebut SLANK sudah sempat rilis karya kritikan di tahun-tahun sebelumnya

Ridho merasa istilah tersebut tidak tepat, karena menyiratkan SLANK sempat berhenti bersuara vokal. Ia memberikan bukti melalui "Palalopeyank" yang dirilis pada 2017 lalu. Ia menyoroti album dan lagu tersebut bahkan diirlis saat mereka dianggap dekat dengan lingkaran kekuasaan.
"Kalau menurut gua, kalian jangan tulis 'setelan pabrik'. Itu menandakan kalian gak ngerti SLANK justru. Karena di tahun 2017 kita ngeluarin Palalopeyank, pernah denger gak? Kalau denger, coba dengerin dulu 2017. Itu adalah era periode pertama...," ucapan Ridho berhenti, tak mau menyebut pejabat yang dimaksud.
2. Ridho sayangkan komentar tersebut

Selain itu, Ridho juga merasa label 'kembali ke setelan pabrik' muncul, karena banyak orang yang tidak benar-benar mengikuti karier SLANK secara mendalam. Ia pun menuturkan dirinya cukup sedih dengan komentar-komentar tersebut.
"Jadi kalau dibilang setelan pabrik, menyedihkan juga, karena berarti kalian gak mengamati itu gitu lho," ujarnya.
Ridho juga memberikan komentar menohok, "Jadi kalau sekarang baru kalian ngomong, berarti kalian gak ngerti, gak mengamati SLANK dari 2014 kan gitu. Jadi better jangan tulis itu, karena kalian justru jadi gak kreatif."
3. Bimbim tegaskan SLANK akan meninggalkan mereka yang tidak sejalan

Bimbim lalu menjelaskan pergerakan mereka akan selalu lurus ke depan demi ideologi dan cita-cita di awal. Baginya, SLANK tidak pernah berubah posisi, tetapi justru pihak-pihak lain yang sering kali berbelok arah di tengah jalan.
"Ada temen-temen yang sama ideologi, sama cita-cita menuju jalan ke depan. Eh, tiba-tiba lagi perjalanan ada yang puter balik, ya kita tinggalin lah. Tiba-tiba lagi perjalanan ada yang berubah tujuan, ya kita tinggalin. Jadi SLANK gak ke mana-mana. Kita tetep jalan ke depan dengan ideologi, dengan cita-cita yang tidak berubah," ujar Bimbim.
Mereka pun siap memberikan peluru tajam kepada kondisi negara kini lewat album ke-26 mereka yang bertajuk Republik Fufufafa. Kamu bisa mendengarkan kesepuluh lagu baru mereka di album tersebut pada Sabtu, 6 Juni 2026.


















![[QUIZ] Ini Member Tim Passion JKT48 yang Cocok Jadi Teman Nongkrongmu!](https://image.idntimes.com/post/20260606/upload_12c3a3c89fee4faa1adab1ecd020a5a4_191018b9-50d3-4be8-943a-9f31c00cb57c.png)