Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[REVIEW] A Moment of Romance, Film Ikonik Andy Lau Era 90-an
A Moment of Romance (dok. Movie Impact/A Moment of Romance)
  • A Moment of Romance menghadirkan kisah cinta unik antara anggota triad dan perempuan dari kelas sosial berbeda.

  • Film garapan Benny Chan ini tampil ikonik lewat visual Hong Kong 90-an yang stylish dan penuh simbolisme.

  • Konflik sosial-ekonomi Hong Kong era 90-an membuat kisah cinta Wah Dee dan Jo Jo terasa realistis serta tragis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Andy Lau memang punya banyak film brilian yang susah dilupakan. Infernal Affairs (2002), Days of Being Wild (1990), House of Flying Daggers (2004), dan As Tears Go By (1988) jadi beberapa yang paling populer. Namun, ada satu judul menarik yang nyempil dalam daftar film terbaik Andy Lau. Ini dibuktikan dengan skor akumulatif rata-rata penonton yang relatif tinggi di berbagai situs pengulas film ternama.

A Moment of Romance judulnya. Film ini merupakan debut penyutradaraan Benny Chan dan dilabeli salah satu film Hong Kong paling ikonik sepanjang masa. Apa yang membuat film ini layak dapat apresiasi setinggi itu? Mari, kita ulas lebih jauh!

1. Sebuah kisah meet-cute yang tak biasa

A Moment of Romance (dok. Movie Impact/A Moment of Romance)

Poin yang pasti disetujui penikmat film A Moment of Romance ialah keseimbangan antara adegan perkelahian yang brutal dan berlaju cepat dengan momen manis yang menenangkan serta penuh harap. Film bahkan dibuka dengan adegan aksi yang berlanjut dengan meet-cute tak biasa antara dua protagonisnya. Andy Lau jadi Wah Dee, anggota triad yang sedang dalam masalah gara-gara aksi perampokannya gagal.

Saat terdesak polisi yang mengepungnya, Wah Dee nekat menggeret seorang perempuan secara acak di jalan untuk jadi sandera. Taktiknya berhasil. Ini melancarkan rencananya meluncur menemui senior dan rekan sejawatnya. Saat tahu kalau Wah Dee menyekap seorang perempuan, mereka panik dan hendak membunuh si saksi kunci saat itu juga. Di situlah, Wah Dee memilih untuk melindungi sanderanya. Berpura-pura akan menghabisinya sendiri, Wah Dee justru mengantar sanderanya yang bernama Jo Jo (Jacklyn Wu Chien-Lien) itu pulang ke rumah.

Tak ada koneksi instan yang susah dipercaya dalam film ini. Penonton tahu kalau Wah Dee dan Jo Jo bakal bersama, tetapi Benny Chan dengan seksama membangun chemistry mereka secara perlahan lewat satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. Tak ada pula kecenderungan eksploitatif dan berlebihan dalam A Moment of Romance. Momen-momen romantis dalam film ini sederhana, tak bombastis, tak kelewat sensual, tetapi begitu ikonik dan menghipnotis. Wah Dee sendiri tak dipotret ala bad boy yang stereotipikal. Lewat secuplik kehidupannya di luar jadi anggota triad, kita diajak mengenali sisi rentannya.

2. Visual menawan dan kaya simbolisme

A Moment of Romance (dok. Movie Impact/A Moment of Romance)

Salah satu momen ikonik yang memorable di hati penonton ialah adegan menjelang akhir film, tepatnya ketika mereka sadar kalau hubungan ini hampir mustahil berlanjut karena berbagai hal. Wah Dee menjemput Jo Jo, mengajaknya berkendara dengan motor gede, dan mencuri sepasang baju pengantin yang kemudian mereka kenakan. Adegan itu dilabeli ikonik karena belum pernah muncul dalam film mana pun saat itu. Penggunaan pakaian pengantin terasa ironis ketika dikaitkan dengan adegan penutup film.

Secara visual pun, film ini memanjakan mata. Tampilannya khas film-film 90-an dengan warna vibran dan kontras yang pas. Suasana jalanan Hong Kong yang penuh lampu neon dan papan reklame berwarna-warni menyemarakkan tiap bingkai adegan. Latar itu juga berhasil memotret Hong Kong dekade 90-an yang mengalami transformasi sosial-ekonomi drastis.

3. Sentuhan realisme yang potret realitas Hong Kong dekade 90-an

A Moment of Romance (dok. Movie Impact/A Moment of Romance)

Benny Chan tak mengungkap transformasi itu lewat dialog atau tulisan, tetapi melalui perbedaan kasta sosial-ekonomi Wah Dee dan Jo Jo. Wah Dee yang seorang yatim piatu tinggal di bangunan lawas vertikal bersama 3 bibi dan 1 tetangga yang sudah seperti paman buatnya (diperankan aktor kawakan Ng Man-Tat). Standar hidupnya kontras dengan Jo Jo yang tinggal di rumah bergaya kolonial Inggris bersama seorang asisten rumah tangga. Sementara, ayah dan ibu Jo Jo lebih sering berada di luar negeri untuk urusan bisnis.

Eksistensi jarak besar antara warga kelas atas Hong Kong yang mengadopsi gaya hidup Barat dengan dengan kalangan kelas pekerja memang sedang menjadi-jadi pada dekade 90-an. Mengutip tulisan Kui-Wai Li dalam Journal of Asian Economics berjudul "The economic strategy for the Hong Kong SAR: Evidence from productivity and cost analysis", fenomena ini terjadi seiring dengan peralihan ekonomi dari yang berbasis manufaktur ke sektor jasa. Hong Kong mengalaminya sejak pertengahan 80-an dan memuncak pada 90-an.

Peralihan ini ditandai dengan menyusutnya aktivitas ekonomi riil yang berakibat pada pengurangan tenaga kerja. Tak pelak, kelas pekerja jelas jadi kalangan paling terdampak. Di sisi lain, pemilik modal dari kelas menengah atas berjaya lewat aktivitas spekulasi yang makin masif dan menguntungkan saat itu. Wah Dee dan Jo Jo mewakili dua kelas dengan ketimpangan yang semakin parah.

Dirilis pada permulaan era emas sinema Hong Kong, A Moment of Romance merupakan film yang bisa dibilang sederhana, agak hopeless romantic, tetapi tetap realistis. Sebagian darimu mungkin kurang puas dengan bagian akhirnya yang tak utopis, tetapi justru itu salah satu poin terkuat sinema Hong Kong 90-an tersebut.

Sinopsis A Moment of Romance

Wah Dee, anggota triad Hong Kong, secara tak sengaja menyandera seorang perempuan bernama Jo Jo saat melarikan diri dari polisi. Setelah menyelamatkan Jo Jo dari kelompok kriminalnya sendiri, hubungan keduanya perlahan berkembang meski berasal dari latar sosial yang sangat berbeda. Di tengah kerasnya kehidupan jalanan Hong Kong 90-an, Wah Dee dan Jo Jo harus menghadapi kenyataan bahwa kisah cinta mereka sulit untuk bertahan.

A Moment of Romance
1990
4.5/5
Directed by Benny Chan
ProducerJohnnie To, Ringo Lam, Wong Jing
WriterJames Yuen
Age Rating15+
Genreromantis, aksi, kriminal, noir
Duration92 Minutes
Release Date14 Juni 1990
Themecinta terlarang, kehidupan triad, kesenjangan sosial
Production HousePaka Hill Film Production Co., Movie Impact Ltd
Where to Watch-
CastAndy Lau, Jacklyn Wu Chien-Lien, Ng Man-Tat, Tommy Wong

Trailer A Moment of Romance

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎