Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Rekomendasi Film Sport Drama Jepang dengan Pemeran Utama Perempuan

3 Rekomendasi Film Sport Drama Jepang dengan Pemeran Utama Perempuan
Small, Slow But Steady (dok. Nagoya Broadcasting Network/Small, Slow But Steady)

Sedang mencari film sport drama Jepang yang lakonnya perempuan? Memang belum banyak, tetapi tidak mustahil ditemukan. Dari sekian banyak film drama olahraga yang pernah dirilis sineas Jepang setidaknya ada tiga judul yang memakai perempuan sebagai titik beratnya.

Tak pelak, film-film berikut sarat elemen pemberdayaan yang membuat mereka beda dan terasa lebih berbobot. Gak banyak dialog layaknya tipikal film Jepang, tapi mereka punya pesan yang tetap nampol. Mari, menonton!

1. Give It All (1998)

Give It All
Give It All (dok. Altamira Pictures/Give It All)

Give It All adalah film indie klasik Jepang yang berlakonkan Etsuko, siswi SMA yang tertarik bergabung dengan klub olahraga dayung sekolah. Namun, keinginannya ditolak tim karena klub itu ternyata hanya menerima anggota laki-laki. Kesal dan kecewa, Etsuko nekat membuat tim dayung perempuan sendiri. Ia merekrut beberapa rekan dan membuat proposal ke sekolah.

Mereka pun mulai berlatih rutin dengan bantuan mentor dan mengincar debut dalam sebuah kompetisi. Film ini sederhana, tetapi kuat pesan pemberdayaannya. Etsuko bisa dilihat sebagai sosok perempuan muda revolusioner yang menolak dibungkam sistem dan akhirnya membuka akses untuk sesamanya.

  • Genre: sport drama, coming-of-age
  • Pemain: Rena Tanaka, Mami Shimizu
  • Sutradara: Itsumichi Isomura

2. 100 Yen Love (2014)

100 Yen Love
100 Yen Love (dok. Film Movement/100 Yen Love)

Lanjutkan petualanganmu dengan nonton 100 Yen Love. Beda dengan Give It All, ia agak lebih berat dan disarankan ditonton audiens berusia dewasa. Lakon film ini adalah Ichiko, perempuan 32 tahun yang sehari-hari bekerja di warung tempura milik orangtuanya. Ia tinggal di rumah bersama ibu dan kakak perempuannya yang baru saja bercerai. Saat terlibat konflik hebat dengan sang kakak, Ichiko yang sakit hati memilih keluar dari rumah dan mencari pekerjaan yang memungkinkannya tak lagi berkontak dengan keluarganya.

Upayanya mulai berhasil. Ia dapat pekerjaan di minimarket dan menyewa apartemen sederhana untuk dirinya sendiri. Ichiko bahkan untuk pertama kalinya punya pacar. Hidupnya tampak mulai tertata sampai sebuah insiden dan penolakan mengguncang psikis serta fisiknya. Pada fase inilah, Ichiko justru menemukan tinju sebagai pelampiasan amarah yang ideal. Dari tinju pula, Ichiko perlahan membangun hidup dan dirinya yang sempat hancur berkeping-keping.

  • Genre: sport drama, romantis
  • Pemain: Sakura Ando, Toshie Negishi
  • Sutradara: Masaharu Take

3. Small, Slow But Steady (2022)

Small, Slow But Steady
Small, Slow But Steady (dok. Nagoya Broadcasting Network/Small, Slow But Steady)

Dengan vibrasi kalem dan tenang, rasanya sulit percaya kalau Small, Slow But Steady merupakan film sport drama Jepang. Namun, itulah faktanya. Film ini berpusat pada Keiko, perempuan difabel rungu yang menemukan minat di cabor tinju. Keikutsertaannya di klub sempat bikin anggota lain kebingungan. Keiko bakal mendapat banyak masalah semisal ia nekat ikut kompetisi.

Ia tak bisa mendengar bel dan aba-aba lisan dari wasit yang bisa berbahaya serta berisiko. Namun, ia beruntung punya pelatih yang bersedia membantu dan memercayai talentanya. Masalah lain muncul ketika ring tinju tempatnya biasa berlatih terancam tutup karena ketiadaan dana. Film ini memang tak punya banyak konflik, lebih tepat disebut studi karakter si Keiko. Ada banyak simbolisme tersirat pula dalam film ini, seperti suara-suara bising di sekitar Keiko yang pada dasarnya tak ia dengar. Ini membuatnya jadi sosok unik yang bergeming di tengah berbagai keraguan.

  • Genre: sport drama
  • Pemain: Yukino Kishii, Tomokazu Miura
  • Sutradara: Sho Miyake

Film sport drama memang kebanyakan dibuat dari perspektif atlet laki-laki. Rasanya masih sulit menemukan yang bisa mengangkat perempuan sebagai titik beratnya, apalagi konteksnya Asia. Ketiga film tadi bisa disebut rare gem dalam skena film Jepang dan Asia secara umum. Sudah nonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More

Resmi Jadi Villain The Batman Part II, Sebastian Stan Puji Matt Reeves

15 Mei 2026, 18:47 WIBHype