Jakarta, IDN Times - Gak pernah berekspektasi bahwa air mata saya akan keluar untuk beberapa saat ketika menyaksikan film Children of Heaven lebih dulu dalam rangkaian acara press screening yang berlangsung di studio MD Palace, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Maklum, sebagai penonton milenial yang pernah menyaksikan versi orisinalnya saat kecil, awalnya saya merasa gak akan sesedih itu karena sudah tahu jalan ceritanya.
Namun ternyata, kisah pilu yang disuguhkan tetap berhasil bikin dada sesak. Terlebih lagi, film ini ternyata juga dibungkus dengan nuansa lokal era 80-an yang terasa autentik dan begitu dekat.
Di balik rasa nyesek tersebut, menariknya ada juga perasaan patah hati yang muncul sebagai penonton yang kini telah bertumbuh dewasa. Perspektif tersebut pun membuat cerita Children of Heaven versi Indonesia terasa berbeda. Selengkapnya, berikut review film Children of Heaven.
