Night Shift for Cuties terasa punya sesuatu yang lebih dari sekadar drama remaja. Serial ini secara gak langsung menyentil fenomena yang sangat nyata di komunitas KPop, yaitu konsumerisme yang gak ada habisnya. Mulai dari berburu tiket konser, membeli banyak album demi kesempatan fan sign, hingga mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk bisa melihat idola dari dekat.
Menariknya, serial ini tidak serta-merta menghakimi para penggemar. Sebaliknya, sejumlah aksinya menunjukkan bagaimana keputusan-keputusan tersebut sering kali lahir dari rasa kagum, harapan, dan kedekatan emosional yang dibangun terhadap sang idola. Pada saat yang sama, cerita juga mengingatkan bahwa hubungan itu sering kali berjalan satu arah, alias idol tidak selalu sama seperti di layar kaca.
Yang paling mengena adalah ketika semua pengeluaran tersebut digambarkan terjadi di tengah keterbatasan ekonomi para karakternya. Night Shift for Cuties pun terasa seperti cermin yang cukup jujur bagi sebagian penonton yang pernah, atau mungkin masih, berada dalam situasi serupa.
Jadi, kalau kamu mencari tontonan ringan, Night Shift for Cuties bisa jadi salah satu pilihannya, ya!