Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Reza Rahadian Puji Produser Suzzanna, Rela Tambah Budget Demi Sinematik
press conference film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di XXI Plaza Senayan, Sabtu (14/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Reza Rahadian memuji Sunil Soraya yang berani menambah anggaran produksi demi hasil sinematik maksimal, bahkan membangun ulang set rumah untuk melakukan re-take adegan penting.
  • Sutradara Azhar Kinoi Lubis memilih lokasi syuting di alam Pangandaran demi menghadirkan visual megah dan sinematografi kuat meski akses menuju lokasi cukup menantang.
  • Reza juga mengapresiasi dedikasi Luna Maya yang rela menjalani makeup empat jam setiap hari dan datang paling awal ke lokasi syuting, menunjukkan komitmen tinggi terhadap film.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Keputusan besar di balik produksi film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ternyata membuat Reza Rahadian menjadi terkesan. Ia menilai langkah produser Sunil Soraya yang berani menambah anggaran demi meningkatkan kualitas produksi merupakan keputusan yang luar biasa.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Reza dalam press conference yang berlangsung di XXI Plaza Senayan, Sabtu (14/3/2026). Menurutnya, keputusan untuk mengulang adegan demi hasil sinematik yang lebih maksimal menunjukkan dedikasi besar dari tim produksi terhadap film tersebut.

1. Reza Rahadian ungkap Sunil Soraya rela tambah anggaran demi kemegahan sinematik, bangun ulang rumah yang sudah hancur

press conference film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di XXI Plaza Senayan, Sabtu (14/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam press conference yang dimulai sekitar pukul 19.35 WIB, Reza Rahadian menceritakan bahwa tim produksi film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa sempat mengambil langkah berani untuk melakukan re-take adegan yang sudah selesai direkam. Keputusan ini diambil setelah adegan tersebut ditinjau kembali dan tim produksi menilai kualitasnya masih dapat ditingkatkan, terutama dari sisi visual sinematik.

“Ada satu scene, saya lupa scene yang mana. Jadi scene itu udah diambil teman-teman, terus di-review, kemudian kita ada keputusan re-take, kita mengambil ulang scene itu,” ucap Reza dengan nada tenang.

Mendengar hal tersebut, Sunil Soraya kemudian menjelaskan lebih rinci bahwa adegan yang dimaksud Reza Rahadian itu adalah adegan yang melibatkan Luna Maya dan Djenar Maesa Ayu. Saat keputusan untuk melakukan re-take diambil, rumah yang menjadi latar adegan mereka sebenarnya sudah hancur sehingga tim produksi harus membangun kembali rumah tersebut jika ingin melakukan re-take.

“Itu di adegan Luna sama Djenar. Saya dibilang bahwa ini kalau mau re-shot lagi, rumahnya harus dibangun lagi, rumahnya udah hancur,” respons Sunil Soraya.

Menurut Reza, keputusan melakukan re-take ini bukanlah hal mudah karena produser harus rela menambah anggaran produksi. Ia pun kemudian mengapresiasi sikap sang produser. Baginya, keputusan itu menunjukkan dedikasi yang besar dari sang produser demi menghadirkan kualitas sinematik terbaik.

“Itu tuh keputusan yang gak gampang karena biasanya kalau ada satu scene, itu berarti nambah budget, ekstra lagi. Buat saya, itu sesuatu yang luar biasa. Saya senang banget bahwa ada dedikasi ini,” lanjut Reza.

2. Sutradara tonjolkan visual megah film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa lewat keindahan alam Pangandaran

press conference film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di XXI Plaza Senayan, Sabtu (14/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Selain produser yang rela mengeluarkan anggaran tambahan, sutradara film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa juga berkomitmen menampilkan visual film yang megah melalui pemilihan lokasi syuting yang tidak biasa. Dalam hal ini, Azhar Kinoi Lubis memilih kawasan alam Pangandaran sebagai latar utama film karena dinilai memiliki lanskap yang kuat secara visual, walaupun akses menuju lokasi tidak selalu mudah.

“Ada di Grand Canyon, Citumang, terus ada di Cagar Alam Pangandaran. Semuanya full di Pangandaran hampir dua bulan. Itu kita melakukan gambar di situ dan titik menuju ke sana itu gak gampang sebenarnya. Kita harus ada jalan kaki, tracking, seperti Luna Maya di salah satu adegannya, itu juga harus jalan kaki.”

Kinoi mengaku sengaja memilih lokasi dengan karakter vegetasi yang berbeda agar tampilan visual film tidak terasa umum. Dengan lanskap alam yang khas tersebut, ia berharap kemegahan visual film dapat semakin terasa dan mendukung kekuatan sinematografinya.

“Seperti sungai tempat Pramuja (Reza Rahadian) menemukan Luna, itu di Citumang, alam yang sangat indah sebenarnya dengan banyak akar,” lanjutnya.

3. Reza Rahadian puji dedikasi Luna Maya: duluan dari genset!

press conference film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di XXI Plaza Senayan, Sabtu (14/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Tidak hanya mengapresiasi Sunil Soraya, Reza Rahadian juga melempar pujian untuk Luna Maya atas dedikasinya selama proses produksi film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Ia menyebut Luna Maya harus menjalani proses makeup hingga empat jam sehingga harus datang paling awal dibanding pemain lainnya.

Sambil tertawa, Reza bahkan berseloroh bahwa Luna tiba di lokasi syuting lebih dulu, sebelum tim genset datang dan saat para pemain lain masih tidur di hotel.

“Saya melihat langsung bagaimana dedikasi Luna yang luar biasa untuk film ini. Pertama, secara teknis, makeup empat jam itu gak mudah, artinya kita harus datang paling awal dari seluruh jajaran pemain lainnya. Duluan Luna sama genset. Kita masih tidur di hotel,” kata Reza Rahadian mengundang gelak tawa dari para awak media yang memenuhi studio bioskop.

Editorial Team