Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Angkat Kisah Nyata Dukun Kaki Kuda

Jakarta, IDN Times - Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ternyata tidak hanya mengandalkan cerita dari karya orisinalnya. Dalam press conference yang berlangsung di XXI Plaza Senayan, Minggu (13/3/2026), Sunil Soraya selaku produser film ini mengungkapkan bahwa di balik proses kreatifnya, tim produksi sampai melakukan riset mendalam terkait praktik santet.
Mereka juga menggali berbagai kisah nyata tentang praktik santet di Indonesia, termasuk cerita tentang sosok dukun santet berkaki kuda yang konon pernah dilihat langsung oleh Clift Sangra bersama mendiang istrinya, Suzzanna.
1. Karakter dukun santet berkaki kuda di film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa terinspirasi dari kejadian nyata

Dalam sesi press conference yang berlangsung sekitar 50 menit, Sunil Soraya mengungkapkan bahwa beberapa elemen di film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa terinspirasi dari kisah nyata. Salah satunya adalah kemunculan karakter dukun santet berkaki kuda.
Clift Sangra yang terlibat sebagai pemain film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa kemudian menceritakan bahwa ia pernah melihat langsung kejadian tersebut bersama mendiang istrinya, Suzzanna di Banyuwangi.
“Jadi, waktu saya dipanggil Pak Sunil, ngobrol-ngobrol kasih saran apa yang saya ketahui soal santet, apa yang kurang, saya kasih beberapa ide, kalau gak salah saya kasih dua ide gitu sama Pak Sunil. Salah satunya itu yang saya pernah lihat langsung dengan almarhum Ibu Suzzanna, kejadiannya itu di Banyuwangi,” ungkap Clift.
Suasana di studio bioskop saat itu pun mendadak terasa semakin dingin ketika Clift menceritakan lebih lanjut soal pengalamannya tersebut.
Ia melanjutkan, “Tidak sengaja, itu saya lihat pada saat itu habis hujan, jadi jalanan becek dan si dukun santet itu pakai sarung. Ketika diangkat sarungnya, yang kaki kanan itu kaki manusia, yang kaki kiri kaki kuda. Itu betul-betul kejadian.”
2. Terlibat sebagai pemain, Clift Sangra beri saran ide cerita soal kelemahan dukun santet

Clift Sangra mengaku juga memberikan saran lain kepada Sunil Soraya terkait karakter dukun santet di film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, terutama mengenai kelemahannya. Menurut Clift, dalam cerita yang ia ketahui, dukun santet tidak bisa begitu saja dikalahkan dengan cara biasa, seperti dibacok, ditusuk, atau ditembak.
“Pak Sunil, itu ada dukun, dukunnya matinya gimana? Ya, biasa digini-gini. Ya, biasa itu mah. Gak begitu. Terus gimana? Dukun santet itu punya ilmu yang susah, istilahnya dibunuh, digolok, ditembak, itu gak mempan. Itu ada kelemahannya,” ujar Clift Sangra sambil mengingat lagi diskusinya dengan Sunil Soraya.
Agar cerita film ini tetap terasa kuat dan memiliki dasar yang dapat dipercaya dalam dunia mistis, Clift memberi saran kepada Sunil Soraya tentang cara khusus untuk menaklukkan dukun santet, yang menurutnya telah sukses divisualisasikan ke film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
3. Libatkan ahli santet

Gak sampai di situ saja, demi menguatkan lagi cerita tentang praktik santet yang menjadi fokus utama film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Sunil Soraya mengungkapkan bahwa tim produksi juga melibatkan seseorang yang dianggap memiliki pengetahuan mendalam tentang santet, yang mereka sebut sebagai expertis santet.
“Kita ada satu orang di kantor yang kita sebut sebagai expertis santet. Keluarganya pernah kena juga, dia udah tahu semuanya,” tambahnya.
Selain itu, Sunil menjelaskan bahwa penulis film tersebut bahkan telah melakukan riset sejak 2018, dengan mendatangi sejumlah daerah seperti Surabaya dan Banyuwangi untuk menggali istilah serta cerita-cerita yang berkaitan dengan praktik santet.
Dibintangi oleh Luna Maya dan Reza Rahadian, film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa tayang pada momen Lebaran 2026.

















