Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
daftar serial kartun edukasi yang seru ditonton
daftar serial kartun edukasi yang seru ditonton (dok. ©Scholastic Productions ©Nelvana Limited/The Magic School Bus)

Intinya sih...

  • The Magic School BusKartun edukatif yang mengajak penonton mempelajari berbagai topik sains, mulai dari pengetahuan tentang tubuh manusia, serba-serbi luar angkasa, hingga menjelajah kembali bumi di masa dinosaurus.

  • Rain Drop: Water Is AdventureKartun asal Spanyol ini lebih fokus menyajikan edukasi seputar fenomena alam, khususnya yang berkaitan dengan air, api, serta campur tangan manusia terhadap lingkungan.

  • Little EinsteinsMengajak penonton mengikuti petualangan seru menggunakan roket merah berteknologi cerdas milik mereka dan memadukan animasi 2D dengan tampilan dunia berupa footage nyata atau live-action.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kartun anak-anak memang lekat dengan dunia imajinasi, sesuatu yang wajar dan justru penting dalam masa tumbuh kembang mereka. Namun, anggapan bahwa kartun hanya sebatas hiburan tanpa makna rasanya kurang tepat. Faktanya, ada banyak serial kartun yang justru menyuguhkan pesan positif secara jelas, bahkan berani mengangkat topik spesifik seperti sains dan ilmu pengetahuan lainnya. Kalau kamu sebagai orang tua mulai khawatir karena anakmu terlalu sering menonton video nursery rhyme non-stop atau tontonan dengan karakter anomali yang alurnya gak jelas.

Maka, tak ada salahnya mengenalkan alternatif tontonan yang lebih logis dan membangun. Tujuannya sederhana, supaya pola pikir anak tetap terasah dan gak jadi brain rot. Sebagai rekomendasi, kamu bisa mengintip tujuh kartun bertema edukasi berikut ini yang dijamin bakal menambah wawasan anak usai menontonnya. Mulai dari ilmu pengetahuan alam, pemecahan masalah, moral dan etika, sampai nilai-nilai agama, semua topik ada!

1. The Magic School Bus

cuplikan episode "Makes a Rainbow" (youtube.com/The Magic School Bus)

Kartun yang terkenal di kalangan anak generasi 90-an dan 2000-an awal ini dulunya rutin ditayangkan versi dubbing bahasa Indonesia-nya di kanal televisi khusus anak-anak, Spacetoon. The Magic School Bus merupakan serial animasi edukatif yang mengajak penonton mempelajari berbagai topik sains, mulai dari pengetahuan tentang tubuh manusia, serba-serbi luar angkasa, hingga menjelajah kembali bumi di masa dinosaurus masih hidup.

Bukan tanpa alasan kartun ini begitu populer dan diminati. Selain dibalut animasi 2D yang menarik, penyajiannya pun terasa ringan dan tidak membosankan karena dikemas dalam format petualangan seru sembari menaiki bus kuning ajaib. Deretan karakternya juga sangat memorable, mulai dari Miss Frizzle yang eksentrik, Arnold yang penakut, Keesha yang tegas, hingga murid-murid lainnya dengan kepribadian yang beragam dan mudah disukai. Cukup disayangkan kartun mendidik seperti ini sudah tidak lagi ditayangkan di channel TV lokal. Untungnya, versi klasik dari The Magic School Bus kini tayang secara legal dan gratis di YouTube, walaupun cuma tersedia versi dub orisinalnya saja.

2. Rain Drop: Water Is Adventure

cuplikan serial Rain Drop: Water Is Adventure (dok. Motion Pictures S.A/Rain Drop: Water Is Adventure)

Kartun kedua ini dulu juga sempat tayang dalam versi dubbing bahasa Indonesia di kanal Spacetoon. Rain Drop: Water Is Adventure berkisah tentang Narigota, karakter utama berbentuk tetesan air, bersama kawan-kawannya yang berwujud awan dan es batu. Mereka kerap berhadapan dengan villain berbentuk kuman yang berusaha merusak lingkungan. Bedanya dengan Magic School Bus adalah kartun asal Spanyol ini lebih fokus menyajikan edukasi seputar fenomena alam, khususnya yang berkaitan dengan air, api, serta campur tangan manusia terhadap lingkungan.

Lewat Rain Drop, anak-anak diajak untuk memahami alam tempat mereka tinggal dengan lebih baik, sekaligus belajar pentingnya menjaga dan menghormati lingkungan. Buat kamu yang dulu akrab dengan kartun ini dan ingin bernostalgia, Rain Drop bisa ditonton kembali lewat versi dubbing bahasa Inggris di kanal YouTube "RaindropPPV". Di sana tersedia lengkap 26 episode yang dijamin bakal membangkitkan lagi kenangan masa kecilmu.

3. Little Einsteins

poster serial kartun Little Einsteins (dok. Disney/Little Einsteins)

Lewat empat karakter anak kecil dengan latar belakang beragam etnis, yakni Leo, June, Quincy, dan Annie, Little Einsteins mengajak penonton mengikuti petualangan seru menggunakan roket merah berteknologi cerdas milik mereka. Sekilas, acara ini konsepnya mungkin tampak mirip dengan Magic School Bus. Namun, serial ini sebenarnya punya pendekatan yang berbeda.

Little Einsteins memadukan animasi 2D dengan tampilan dunia berupa footage nyata atau live-action, sehingga visualnya terasa unik dan lebih hidup. Di setiap episodenya, keempat karakter ini bakal berkeliling ke berbagai belahan dunia untuk mengenal hal-hal baru. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari alam, budaya dunia, sejarah, hingga seni dan musik. Buat kamu yang ingin memberikan tontonan edukatif untuk anak, tak perlu khawatir karena Little Einsteins bisa ditonton secara legal dalam audio bahasa Indonesia di platform Disney+ Hotstar.

4. Dora the Explorer

cuplikan episode "We All Scream for Ice Cream" (dok. Nickelodeon/Dora the Explorer)

Kartun yang pastinya gak cocok dan memang bukan diperuntukkan buat orang dewasa sama sekali, karena pasti bakal jengkel akibat terus ditanya berulang-ulang oleh Dora. Tapi, ini adalah kartun yang bagus karena sangat interaktif, di mana sang karakter utama, Dora dan monyetnya Boots, bakal mengajak penonton anak-anak untuk bareng-bareng memecahkan masalah dan berpetualang ke berbagai tempat seru dan imajinatif.

Kartun ini punya ciri khas di mana Dora suka mengundang penonton anak-anak untuk berteriak memanggil peta, mencentang tempat yang berhasil dilewati, hingga mengamati barang apa saja yang tersedia di ransel ungu dan dapat digunakan. Kartun yang ringan dan beranimasi cerah ini sepertinya memang ditujukan untuk kalangan penonton anak-anak usia pra-sekolah dan SD awal, mengingat formatnya yang amat sederhana. Meski begitu, serial ini tetap menarik karena tantangan dan lokasi yang ditelusuri selalu berbeda-beda di tiap episodenya. Adakah dari kamu yang semasa kecil suka menonton Dora the Explorer juga?

5. Sofia the First

Sofia bertemu kembali dengan dua sahabat dekatnya (youtube.com/Disney Jr.)

Jangan salah paham dulu. Walaupun bila dilihat sekilas, Sofia the First tampak bukan seperti kartun edukasi sama sekali. Melainkan, hanya sebuah tayangan animasi anak-anak bertema kerajaan yang kemungkinan bakal membuat anak-anak yang menontonnya berhasrat hidup mewah dan dikelilingi berbagai peri dan makhluk ajaib. Nyatanya, kartun ini tidak sedangkal yang kamu kira, lho.

Biarpun benar tiap episodenya berfokus pada bagaimana Sofia belajar tata cara menjadi putri kerajaan di dunia yang benar-benar baru untuknya. Tapi, kartun ini juga edukatif sekali buat penonton anak-anak, karena turut diselipkan aspek positif, seperti kejujuran, kebaikan, rasa empati, menghargai persahabatan, dan keberanian untuk mengambil risiko dan mengatasi masalah. Sofia the First menyajikan edukasi lewat tayangan yang lebih bernuansa masa kecil dan pastinya gak bikin bosan untuk ditonton hingga akhir.

6. Upin & Ipin

poster Upin & Ipin untuk episode "Raya yang Bermakna" (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Kartun yang satu ini pastinya sudah gak asing lagi buat kita semua. Serial asal Malaysia ini dikenal mengangkat topik yang sangat luas, mulai dari agama, ekosistem, luar angkasa, sampai attitude paling dasar seperti sopan santun, menghargai perbedaan, bersyukur, dan menjunjung kesederhanaan. Bahkan, topik yang cukup spesifik seperti penyuluhan kebakaran, prosesi sunat, hingga bahaya jerebu pun pernah diangkat dan dijadikan fokus utama di beberapa episodenya.

Upin & Ipin juga terbilang konsisten sejak awal dalam menyelipkan pesan moral dan nilai-nilai kebaikan, sehingga anak-anak tidak akan sia-sia menontonnya. Bersama Upin, Ipin, dan kawan-kawannya, penonton diajak melihat keseharian di sebuah kampung kecil serta keseruan para karakternya saat bersekolah dan bermain bersama. Kartun ini pun tergolong paling mudah diakses karena hingga sekarang masih rutin tayang di kanal televisi lokal. Terlebih, meski menggunakan dub asli bahasa Melayu, ceritanya tetap mudah dipahami dan pesannya tersampaikan dengan baik kepada penonton anak-anak di Indonesia.

7. Syamil Dodo

potret karakter Dodo dan Syamil (youtube.com/Syamil Dodo)

Gak lengkap rasanya kalau artikel ini tidak memasukkan serial kartun buatan Indonesia. Selain Adit Sopo Jarwo, Entong, dan Nussa, yang mungkin sudah akrab bagi sebagian besar penonton sebagai serial kartun produksi lokal yang benar-benar merepresentasikan kehidupan masyarakat Indonesia dan sarat pesan-pesan positif. Kartun buatan anak bangsa lainnya yang tak boleh kamu lewatkan ialah Syamil Dodo.

Kartun edukasi khusus penonton anak-anak muslim ini punya banyak episode yang mengajarkan perihal ibadah sholat, zakat, rukun iman, tata cara bersuci, bahkan kehidupan alam akhirat pun turut disinggung. Kartun seperti ini dapat menjadi tontonan pendamping yang bagus untuk mengenalkan konsep agama dan segala hal yang melingkupinya, pada anak-anak sejak dini. Berbagai seri dan episode Syamil Dodo bisa disaksikan secara gratis dan legal di kanal YouTube "Syamil Dodo".

Lewat berbagai kartun seru di atas, anak-anak dapat terpapar beragam topik pengetahuan yang berguna, lewat cara penyajian ringan, format animasi yang colorful, serta alur cerita yang menarik sehingga mereka dijamin bakal tetap antusias menonton dari awal hingga berakhirnya episode. Meskipun yang menyedihkan adalah beberapa kartun tadi sebagian hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan cuma bisa dijumpai di platform streaming. Tapi, dulunya beberapa kartun di atas sempat tayang dan bisa ditonton dengan mudah dalam dub bahasa Indonesia dan tayang di kanal TV lokal. Semoga saja, akan ada lagi pihak yang tertarik menghadirkan beberapa tontonan edukasi di atas ke layar televisi dalam bahasa versi sulih suara bahasa Indonesia agar anak-anak dapat terbuka wawasannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team