Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stranger Things 5
Stranger Things 5 (dok. Netflix/Stranger Things 5)

Intinya sih...

  • Sutradara dokumenter Stranger Things 5 membantah penulis skenario serial tersebut gunakan ChatGPT dalam pembuatan skrip

  • ChatGPT hanya digunakan sebagai alat multitasking dan mungkin tidak digunakan untuk menulis skrip

  • Ruang penulis skenario Stranger Things 5 dipenuhi dengan obrolan kreatif dan brainstorming untuk mengembangkan cerita

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serial Stranger Things season 5 kembali menjadi pembicaraan, walaupun episode terakhirnya telah rilis pada malam tahun baru 2026 lalu. Hal ini terjadi usai film dokumenter Netflix berjudul One Last Adventure: The Making of Stranger Things 5 tayang. Gara-gara dokumenter ini, beberapa warganet menuding kreator dan showrunner Stranger Things, yaitu Duffer Brothers, memakai bantuan AI khususnya ChatGPT, dalam menyusun skrip musim kelima.

Setelah isu ini jadi perbincangan di media sosial, sutradara dokumenter One Last Adventure, Marina Radwan, memberikan klarifikasi dan pandangannya. Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

1. Sutradara dokumenter pembuatan Stranger Things 5 gak yakin tab yang dibuka itu ChatGPT

Stranger Things 5 (dok. Netflix/Stranger Things 5)

Dalam laporan The Hollywood Reporter, Selasa (13/1/2026), Martina Radwan sutradara dokumenter pembuatan Stranger Things 5 mengungkapkan pandangannya mengenai dugaan fans yang lagi ramai. Ia mengaku gak percaya kalau tab browser yang dibuka oleh tim penulis Stranger Things 5 itu adalah tab website ChatGPT. Menurutnya, warganet juga gak bisa membuktikan dengan pasti soal dugaan mereka.

Namun, jikalau memang tab yang dibuka adalah website ChatGPT, Radwan yakin itu cuma dipakai untuk riset cepat saja. Sebab, ChatGPT saat ini sudah lumrah digunakan oleh banyak orang di kehidupan sehari-hari.

"Apakah kalian yakin itu tab ChatGPT? Nah, ada banyak perbincangan saat pengguna media sosial bilang, 'Kami tidak benar-benar tahu, tapi kami berasumsi.' Tapi buat saya, bukankah semua orang membukanya (ChatGPT) hanya untuk riset cepat? Saya juga," ujar Martina Radwan.

2. ChatGPT cuma alat yang dibuka sambil multitasking, belum tentu dipakai untuk menuliskan skrip

Stranger Things 5 (dok. Netflix/Stranger Things 5)

Martina Radwan juga menyebut bahwa ChatGPT itu merupakan alat yang bisa dipakai orang untuk mencari ataupun membuat banyak hal. Tab ChatGPT sudah lumrah dibuka oleh orang yang menggunakan komputer atau laptop, untuk dipakai dalam berbagai keperluan.

Ia berasumsi bahwa tab ChatGPT mungkin dibuka saat menulis skrip, tapi bukan berarti dipakai untuk membantu menyelesaikannya. Bisa saja dipakai untuk keperluan lain. Baik untuk mencari ide kreatif di dalam ataupun di luar proyek Stranger Things.

"Itu kayak kamu punya iPhone di sebelah komputermu ketika kamu sedang menulis. Kita hanya menggunakan alat-alat ini, sambil melakukan berbagai kegiatan. Jadi, selalu banyak hal yang dilakukan (dengan alat-alat itu), setiap saat," kata sang sutradara.

3. Di ruang penulis skenario selalu muncul karya-karya kreatif yang segar

Stranger Things 5 (dok. Netflix/Stranger Things 5)

Menutup topik dugaan penggunaan ChatGPT, Martina Radwan menceritakan tentang suasana ruang penulis skenario Stranger Things 5 selama proyek ini dikerjakan. Menurutnya, ruang penulis Stranger Things selalu dipenuhi obrolan-obrolan kreatif soal kemungkinan ke mana cerita serial ini akan dibawa.

Selain itu, ruangan ini juga tidak hanya digunakan untuk menulis skrip. Tapi, Duffer Brothers dan timnya juga jadikan ruangan ini untuk tempat brainstorming, membahas teori-teori liar yang muncul di pikiran kreatif masing-masing penulis.

"Orang-orang mengira ruang penulis berarti semua orang duduk dan menulis. Tidak. Itu adalah tempat pertukaran ide kreatif, pengembangan cerita, dan tentu saja kamu menjelajah ke berbagai tempat dalam pikiran kreatifmu," tutup Martina Radwan.

Meski begitu, fans masih belum puas dengan tanggapan pihak Stranger Things soal dugaan ini. Mereka menuntut Duffer Brothers atau Netflix juga ikut buka suara.

Editorial Team