Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
⁠Sutradara Hindari CGI untuk Film Monster Pabrik Rambut, Kenapa?
cast dan tim produksi film Monster Pabrik Rambut pada Senin (1/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Sutradara Edwin memilih efek praktikal ketimbang CGI untuk film Monster Pabrik Rambut, menggunakan dua truk rambut asli dan teknik sling demi hasil visual yang lebih nyata.
  • Teknologi digital tetap digunakan secara terbatas hanya untuk menggabungkan atau menyempurnakan elemen praktikal agar pergerakan monster terlihat lebih organik dan alami.
  • Iqbaal Ramadhan mengaku tertantang berakting dengan properti fisik karena setiap pengulangan adegan memerlukan waktu lama akibat detail rumit di lokasi syuting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sutradara Edwin kembali melahirkan karya baru bertajuk Monster Pabrik Rambut. Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (1/6/2026) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ia membongkar rahasia di balik layar yang cukup mengejutkan.

Alih-alih mengandalkan teknologi digital yang sedang tren, Edwin memilih teknis praktikal yang lebih rumit. Keputusan untuk meminimalisir penggunaan CGI ini memancing rasa penasaran. Bagaimana sebuah film yang menampilkan sosok monster bisa maksimal tanpa polesan komputer sepenuhnya?

1. Edwin sengaja menggunakan efek praktikal

cast dan tim produksi film Monster Pabrik Rambut pada Senin (1/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Film Monster Pabrik Rambut penuh dengan potongan tubuh dan penampakan monster rambut mengerikan. Namun, siapa sangka, sutradara Edwin menggunakan efek praktikal dan menghindari penggunaan CGI. Totalitas ini dibuktikan dengan penggunaan rambut dalam jumlah yang besar, hingga dua truk!

"Jadi 80-90 persen emang praktikal, jadi emang dibuat gitu ya. Ada orang di dalam monsternya, ternyata ada orangnya gitu ya. Terus rambut-rambutnya ditarik-tarik juga gitu. Banyak teknik sling yang dipakai," ungkap Edwin mengenai proses kreatifnya.

2. Edwin masih menggunakan bantuan teknologi untuk menempel, bukan membuat

cast dan tim produksi film Monster Pabrik Rambut pada Senin (1/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Meski teknologi digital tetap dilibatkan, perannya bukan sebagai pencipta visual utama. Teknologi ini hanya sebagai alat penggabung atau penyempurna elemen yang sudah ada. Untuk mendapatkan pergerakan monster yang terlihat hidup dan natural, tim produksi melakukan eksperimen unik.

"Kalau pun ada peran serta komputer, itu sifatnya menggabungkan, menempel. Jadi yang kayak tambahan lah gitu untuk membuat lebih organik. Misalnya, kalau di monsternya itu ada yang sedikit naik-naik itu rambutnya, itu sebenarnya bukan CGI, tapi dia rambut yang ditaruh di air terus direkam. Jadi lebih lembut pergerakannya, kemudian ditempel di monsternya," jelas sang sutradara.

3. Iqbaal Ramadhan bersemangat untuk eksplorasi adegan dengan efek praktikal

cast dan tim produksi film Monster Pabrik Rambut pada Senin (1/6/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bagi Iqbaal Ramadhan yang menjadi Bona dalam film ini, bekerja dengan properti yang benar-benar hadir dan bukan teknologi ini memberikan tantangan tersendiri. Ia membeberkan kalau proses pengaturan ulang satu adegan saja bisa memakan waktu yang sangat lama, karena kerumitan detail di lapangan.

"Hadir di dalam dunia yang fisikal, dunia yang nyata, bukan dunia yang digital. Dan itu sangat-sangat challenging ya untuk kami gitu. Karena kami harus berada, hadir, berdiri dengan dua kaki di momen-momen yang sulit sekali untuk bisa mengatur ulangnya mas. Jadi ketika ada satu adegan dan kami harus mengulangnya, itu mungkin sudah memakan waktu untuk 15 sampai bahkan pernah 30 menit sendiri untuk mengulang semuanya," tutur Iqbaal.

Pendekatan berani yang diambil oleh Edwin dan tim Monster Pabrik Rambut ini menjadi angin segar di tengah gempuran teknologi CGI di industri hiburan. Kamu bisa melihat monster yang benar-benar ada secara fisik di film Monster Pabrik Rambut yang tayang pada 4 Juni 2026.

Editorial Team

Related Article