Main di Monster Pabrik Rambut, Rachel Amanda Kenang Syuting 25 Jam

- Rachel Amanda mengenang masa awal kariernya saat harus syuting hingga 25 jam tanpa istirahat, menggambarkan kerasnya sistem kerja di industri hiburan kala itu.
- Sutradara Edwin menjadikan lembur dan tekanan kerja sebagai inspirasi lahirnya monster dalam film Monster Pabrik Rambut, simbol kritik terhadap eksploitasi tenaga kerja modern.
- Tim produksi Monster Pabrik Rambut menerapkan aturan jam kerja sehat selama syuting, memastikan kru dan pemain mendapat waktu istirahat cukup demi menjaga kondisi fisik.
Jakarta, IDN Times - Aktris Rachel Amanda kembali menyapa penggemar lewat film horor terbaru garapan sutradara Edwin yang berjudul Monster Pabrik Rambut. Film ini mengangkat isu lembur dan kurang tidur di pekerja pabrik, sehingga memicu mereka mengalami kesurupan. Bahkan, menuju teror yang mengancam nyawa.
Nah, Amanda pun membagikan kisah masa lalunya yang cukup relevan saat berjuang di industri hiburan. Bukan soal makhluk halus, melainkan soal jam kerja yang kurang manusiawi. Pernah syuting sampai 25 jam, bagaimana ceritanya?
1. Rachel Amanda sempat syuting 25 jam

Rachel Amanda menceritakan pengalamannya saat masih memulai karier di industri hiburan. Ia sempat menjalani syuting selama 25 jam hingga membuat fisiknya tumbang.
"Kalau dulu sih pernah sampai 25 jam bahkan jatuhnya, tapi kayaknya it's getting better. Fisik, rada panas dingin sih badan. Suaranya ilang. Tapi itu pengalaman," kenang Rachel Amanda.
Ia pun menambahkan kalau normalisasi kondisi kerja yang buruk di masa lalu benar-benar menutup mata banyak orang termasuk dirinya sendiri.
Amanda menuturkan, "Back then, mungkin karena umurnya juga masih lebih muda, kayaknya belum ngeuh bahwa itu eksploitasi. Dan kayaknya karena sistemnya udah begitu dan semua orang mewajarkan. Mungkin sama kayak film Monster Pabrik Rambut gitu ya, mewajarkan begadang gak apa-apa, jadi banyak dari kita tadinya gak ngerti bahwa itu eksploitasi."
2. Edwin jadikan lembur sebagai inspirasi monster rambut

Sutradara Edwin menjadikan tekanan pekerjaan sebagai inspirasi utama lahirnya sosok monster. Baginya, kengerian nyata di dunia modern saat ini bukan cuma hantu, melainkan bagaimana sistem kerja membuat orang tetap merasa dikejar tanggung jawab.
"Bagaimana mereka menormalisasi kondisi kerja yang kita tahu sendiri. Misalnya kita tahu kita udah pulang, masih aja ada telepon atau email yang harus kita kerjakan, karena kita minta segala macam lembur-lembur yang juga tidak manusiawi. Kita iyain aja, gitu. Itu bagian dari yang menurut saya adalah satu, untuk monster yang perlu kita kritisi di sini," jelas Edwin mengenai konsep monster rambut.
Walaupun membawa pesan kritik yang tajam, Edwin tetap memastikan bahwa film ini dikemas dengan unsur hiburan yang kuat bagi para penonton. Maka dari itu, monsternya tampil dalam bentuk gumpalan rambut.
"Kemudian ya dalam bentuk filmnya tentunya kita bikin lebih menyenangkan, bahwa ini sebuah film yang harusnya juga punya potensi untuk menghibur juga, makanya bentuknya seperti itu yang ada di situ," ujar sang sutradara.
3. Tim produksi tegaskan syuting Monster Pabrik Rambut sehat

Menariknya, meskipun Monster Pabrik Rambut mengangkat tema eksploitasi kerja, tim produksi justru berusaha konsisten menerapkan aturan jam kerja yang sehat selama proses syuting. Mereka memastikan seluruh kru dan pemain mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
"Kita berusaha keras untuk menjaga berapa jam kita bekerja di syuting. Hal yang kedua yang harus juga dijagain adalah turn over time-nya berapa lama. Maksudnya kalau kita sampai udah lewat dari misalnya jam 9, jam 10, jam 11, konsekuensinya kita besok harus 8 jam. Setelah 8 jam baru ada koordinasi lagi," ujar produser Meiske Taurisia.
Meiske mengakui kebijakan tersebut kerap membuat jadwal produksi bergeser ke hari berikutnya. Namun menurutnya, hal itu merupakan konsekuensi yang harus diambil demi menjaga kondisi fisik dan memastikan tim bisa pulang ke rumah untuk beristirahat.
Nah, kalau bicara soal dunia kerja, monster seperti apa yang paling sering kamu hadapi sehari-hari? Apakah sama menyeramkannya dengan sosok monster dalam Monster Pabrik Rambut yang tayang mulai 4 Juni 2026?

















