Sutradara Upie Guava tanggapi isu film Pelangi di Mars gunakan AI dan tudingan buzzer dalam unggahan Instagram berbeda pada Minggu (22/3/2026) (instagram.com/upieguava)
Sementara mengenai tudingan buzzer, sutradara kelahiran 1976 itu menegaskan bahwa tak ada strategi jangka pendek yang bisa menggantikan keputusan penonton. Apalagi, ia mengaku, pihaknya percaya faktor penentu utama keberhasilan dari sebuah film di bioskop ada di tangan para penonton organik.
"Bagi kami, hubungan terbaik antara sebuah film dan penontonnya adalah hubungan yang dibangun melalui pengalaman jujur, bukan karena dorongan sesaat," imbuhnya.
Terlepas dari maraknya isu yang menghampiri Pelangi di Mars, Upie menyebut film garapannya bukan sekadar film pertama yang penuh dengan kekurangan. Kehadiran film ini pun dianggapnya sebagai langkah pertama dari sebuah perubahan agar pelaku industri kreatif dapat naik kelas.
"Buatlah isu sesukamu tentang kami. Artinya, langkah kami cukup penting bagimu. Karena kami berjuang untuk mereka-mereka yang selama ini hanya dimanfaatkan, dipaksa berkarya, lalu ditenggelamkan oleh cahaya gemerlapmu. Kami berjuang untuk para penerus kami. Untuk mereka yang selama ini tidak tahu harus melangkah ke mana," kata Upie dalam unggahan berbeda pada Minggu (22/3/2026).
Berdasarkan data Cinepoint, film Pelangi di Mars telah mengumpulkan jumlah penonton sebanyak 85.587 setelah tayang perdana di bioskop secara resmi pada 18 Maret 2026. Kisahnya mengikuti Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, memulai petualangan menegangkan bersama sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega untuk dibawa pulang ke Bumi.