Sutradara akan Bikin Universe Pelangi di Mars? Siapkan Sekuel hingga IP

- Upie Guava menegaskan akan mendedikasikan kariernya untuk mengembangkan Universe Pelangi di Mars jika film perdananya sukses, membawa semangat sci-fi era 90-an bagi generasi muda Indonesia.
- Pelangi di Mars dirancang dengan pendekatan IP jangka panjang, melibatkan pembangunan infrastruktur teknologi, bible cerita, serta desain karakter dan robot untuk versi film hingga game.
- Produser Dendi Reynando dan Upie Guava telah menyiapkan rencana sekuel Pelangi di Mars yang akan digarap pada 2028 apabila film pertama mendapat sambutan positif dari penonton.
Jakarta, IDN Times – Upie Guava membawa misi inspiratif lewat film science fiction terbarunya, Pelangi di Mars. Dalam press conference yang berlangsung meriah di XXI Epicentrum, Sabtu (14/3/2026), sang sutradara menegaskan, jika film ini sukses, maka ia akan mendedikasikan kariernya untuk mengembangkan Universe Pelangi di Mars.
Tak hanya itu, Upie bersama Dendi Reynando, produser Pelangi di Mars, bahkan sudah mulai mendiskusikan berbagai hal terkait sekuel film ini, lho.
1. Upie Guava siap kembangkan semesta Pelangi di Mars jika film pertamanya ini sukses

Bisa dikatakan, film Pelangi di Mars merupakan proyek ambisius dari sutradara Upie Guava. Bagaimana tidak? Selain memakan waktu produksi yang cukup lama hingga lima tahun, film ini juga membuat semua tim yang terlibat harus mempelajari teknologi baru dari nol, karena menggunakan konsep hybrid yang menggabungkan live action dengan animasi dan teknologi Extended Reality (XR).
Lebih dari sekadar film, lewat Pelangi di Mars, Upie ternyata juga membawa misi inspiratif untuk mengembalikan semangat sci-fi era 90-an yang dinilai membentuk generasi pemimpi. Sebagai generasi yang tumbuh di era tersebut, Upie menekankan bahwa masa kecil generasi tersebut dibentuk oleh komik-komik serta film-film ikonik seperti Star Wars, Jurassic Park, hingga Tintin, yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk menjelajahi dunia.
Menurut Upie, literasi sci-fi di sebuah negara dapat menjadi indikator sejauh mana masyarakatnya mampu bermimpi tentang masa depan. Dengan dominasi sci-fi dari Amerika Serikat, Jepang, dan belakangan China serta Korea Selatan, Upie melihat Pelangi di Mars sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat genre ini sekaligus menumbuhkan imajinasi generasi muda.
Sebagai keseriusannya, Upie pun menyatakan bahwa jika film ini sukses, maka ia akan mendedikasikan kariernya untuk mengembangkan Universe Pelangi di Mars.
“Saya bilang sama Dendi (produser Pelangi di Mars) kalau ini insya Allah sukses, saya mungkin akan mendedikasikan next career saya buat universe Pelangi di Mars. Mendampingi anak-anak supaya bangga jadi astronot, mendampingi anak-anak supaya pas besar, ‘Saya tumbuh bersama Robot Batik.’ Seperti orang Jepang bisa bangga tumbuh bersama Gundam,” kata Upie di hadapan awak media.
2. Ungkap Pelangi di Mars memang dirancang dengan pendekatan IP (Intellectual Property) jangka panjang

Gak sampai di situ, Upie juga menjelaskan bahwa Pelangi di Mars sebenarnya memang dirancang dengan pendekatan IP (Intellectual Property) jangka panjang.
“Kami percaya dari awal bahwa ini project harus panjang. Artinya, ini kita lakukan dengan kehati-hatian, dan terukur. Tiga tahun yang kami pakai untuk ngebangun infrastruktur pabrik teknologinya, bersamaan dengan kami ngebangun story dan universe-nya,” lanjut Upie.
Upie menambahkan, tim produksinya pun telah menyiapkan bible cerita, universe, dan buku sebagai fondasi. Dari sisi merchandise, mereka juga membuat berbagai versi LOD karakter, termasuk LOD robot untuk versi film maupun versi game, lho.
“Artinya, proses desain pun kita lakukan dengan pola pendekatan IP sebenarnya, bukan hanya film,” ungkap sutradara bernama asli Lutfie Abdullah tersebut.
3. Pelangi di Mars akan memiliki sekuel jika menerima sambutan positif

Sementara itu, produser Pelangi di Mars, Dendi Reynando, menceritakan bahwa ia dan Upie Guava bahkan sudah mendiskusikan soal sekuelnya, lho. Mereka berencana untuk melanjutkan cerita film ini lewat project sekuel jika menerima sambutan positif.
“Rencananya kita di 2028 yang kedua buatnya. Kalau mudah-mudahan ini diterima dengan baik ya. Mohon doanya,” kata Dendi sambil memohon doa.
Tayang sebagai film Lebaran 2026, Pelangi di Mars mengikuti petualangan seorang anak bernama Pelangi, yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars.














![[QUIZ] Elemen BoBoiBoy Mana yang Bakal Menemanimu Mudik Lebaran?](https://image.idntimes.com/post/20250323/1-07ad2fdead75a163f067c275e1d8888e.jpg)


