Still cut film Na Willa menampilkan Luisa Adreena sebagai Na Willa (dok. Visinema Studios/Na Willa)
Dari daftar tersebut, terlihat ada dua genre yang kerap muncul tiap Lebaran. Tiada lain adalah horor dan keluarga. Horor tetap punya basis penonton kuat, sementara film keluarga atau animasi jadi pilihan aman untuk disaksikan bersama keluarga di momen hari raya.
Pilihan responden kami pun tak lepas dari suasana Lebaran itu sendiri. Sunariyah, misalnya. Ia menjelaskan alasannya memilih Tunggu Aku Sukses Nanti. Selain memang menyukai genre drama dan komedi, ia merasa nuansanya terasa dekat dengan kebiasaan Lebaran.
“Kalau Lebaran, habis siangan gak ada kegiatan. Ya udah yuk nonton yuk gitu, sekeluarga. Sukanya genre komedi, drama keluarga lah,” kata editor kanal News ini di kantor IDN.
Di sisi lain, ada juga yang mempertimbangkan tontonan yang bisa dinikmati bersama anak-anak. Rozi, editor Science and Tech salah satunya. Ia memilih Na Willa, karena lebih ramah anak, termasuk proses produksi di balik layarnya. Fyi, sang sutradara, Ryan Adriandhy, cukup aktif membagikan cerita suasana syuting Na Willa, salah satunya tidak boleh ada asap rokok di lokasi.
“Karena punya anak dan jadi salah satu opsi film anak yang menarik. Info soal fase production yang sehat juga cukup bikin aku dan istri tertarik buat nonton," ujarnya.
Sejumlah responden lain pun menunjukkan antuasiasme mereka untuk menonton judul-judul lain dengan alasan beragam. Ada yang tertarik karena nama besar nan ikonik Suzzanna, judul yang catchy di Senin Harga Naik, fans cerita Danur, hingga penasaran sama film dengan format baru seperti Pelangi di Mars.